MUSE

MUSE
S7 ~ TATAPAN LEVIN



MUSE S7


EPISODE


MUSE S7 \~ TATAPAN LEVIN


___________


Jadi berhasil atau tidak rencananya??


Leoni berjalan menuju ke kelasnya di lantai dua sementara Levin meninggalkan Johana untuk turun ke lantai bawah karena malas melihat kemesraan Leoni dan Farel. Tentu saja dia cemburu, Levin bukannya baru sehari dua hari mengenal Leoni. Dan bukan juga satu dua hari memadu cinta dengan gadis itu. Sudah pasti ada rasa tidak nyaman dan juga bara api kecemburuan yang menyala-nyala.


Di tengah tangga, Levin justru berpapasan dengan Leoni. Keduanya saling bersitatap sesaat. Langkah kaki keduanya terhenti. Atmosfer di sekitar keduanya menjadi canggung.


“Singa!! Kau lupa bekalmu.” Tiba-tiba Farel menyusul Leoni dari belakang. Leoni menoleh, begitu pula Levin. Ketiganya kini saling menatap. Farel menyeringai saat melihat wajah kusut Levin yang begitu ketara sedang menaruh rasa benci padanya.


Farel menaikki tangga menyusul mereka. Berdiri tepat di samping Leoni. “Bekalmu ketinggalan, Sayang.”


Bulu kuduk Leoni merinding disko saat mendengar sapaan Farel. Namun namanya juga acting, jadi lebih baik berpura-pura saja mengikuti alur permainannya.


“Ah, makasih, ya. Padahal kamu sudah susah-susah masak buat aku.” Leoni tersenyum pada Farel, membuat Levin mengerutkan alisnya sampai menyatu.


“Hai, Vin. Lama enggak jumpa. Sekarang kau sudah jadi pembalap ya. Nggak kayak aku yang tetap saja jadi montir.” Farel menyapa Levin penuh dengan kebasa-basian. Leoni bergeleng dalam hati, norak banget sih si Farel, bikin kesel aja. Tapi berbalik dari Leoni, Levin justru termakan dengan umpan Farel.


Levin diam saja, matanya masih terus menatap Leoni. Membuat perasaan Leoni menjadi semakin tak menentu.


Apa apa an ini?? Bukannya aku yang berusaha membuat dia cemburu?? Kenapa justru jantungku yang berdebar tak karu-karuan karena tatapan mata tajamnya itu?! Ugh … he is so hot!! Batin Leoni saat melihat Levin dan juga caranya memandang balik. Seksi sekali abang!! Sialan.


“Kau tampak banyak berubah, Rel?!” Akhirnya Levin bertanya balik.


“Yah, hanya orang bodoh yang stuck tanpa ada perubahan.”


“Masih bermain kotor?”


“Nope. Lucky me. Kalau tidak, bagaimana mungkin Leoni mau menerimaku setelah ia memutuskan seorang pembalap kelas dunia.” Farel tersenyum, “ya kan Beb?”


Leoni hanya mengangguk. Tanggapan Leoni lagi-lagi harus membuat hati Levin terbakar. Levin ingin sekali menggeggam tangan Leoni dan menariknya pergi. Tapi lihatlah, justru yang ada malah tangan Farel yang menggenggam tangan Leoni.


“Aku pergi.” Levin melangkah turun.


“Kita sudah lama tidak bertemu, Vin!! Bagaimana kalau kita ngobrol dulu?? Kau tak akan melupakan teman lama mu setelah menjadi terkenalkan?” Farel memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana, tingkah tengilnya membuat Leoni ingat dengan masa kecil mereka bertiga.


“Aku tak ada waktu untuk mengobrol apa lagi basa-basi denganmu,” tolak Levin, hari ini dia ada wawancara dengan stasiun televisi yang ingin mengupas tentang kehidupannya sebagai pembalap.


“Wah wah … sudah semakin sibuk saja sekarang. Sayang sekali kau tak ada waktu. Hmm … bagaimana kalau senggang kita pergi berlibur ke pantai atau gunung?? Atau taman hiburan. Doble date, kata Leoni kau sudah punya pacar baru. Kita bisa saling mengenalkan?” Farel berseru pada Levin, membuat kaki Levin berhenti melangkah.


“Tidak, thanks.” Tolak Levin, mana mungkin dia mau melihat Farel dan Leoni memadu kasih, bisa hancur kayak remukan rengginan di toples kongguan hatinya nanti.


Farel menyeringai, “Sayang sekali, Singa. Padahal kita kan mau menginap.” imbuh Farel. Mata Leoni mendelik galak ke arah Farel yang punya mulut tapi ngomongnya seenak udeelnya sendiri. Bo dong emang ini si Farel!!


“Menginap??” Levin tergagap, alisnya naik satu. Mana rela ia membiarkan Leoni menginap dengan serigala bernama FAREL!! Nah loo ….


...— MUSE S7 —...