MUSE

MUSE
S5 ~ ENDING



MUSE S5


EPISODE 52


S5 \~ ENDING


\~Kisah Bella saya dedikasikan untuk semua single mother yang membaca novel saya ini. Saya berharap, walaupun hanya dengan seulas senyuman dari anakmu, dunia akan terasa begitu indah.\~


_____________________


NICK POV


Ada pertemuan ada perpisahan.


Ada bahagia ada duka.


Dulu aku pernah meledek kak Inggrid karena bertengkar dengan kak Keano hanya karena hal-hal kecil seputar kisah cinta mereka.


Dulu aku pernah mengabaikan semua ungkapan perasaan dari para gadis yang menyatakan cintanya kepadaku dengan dingin.


Aku juga pernah meledek Gabby yang bertahan dengan cinta sepihaknya.


Aku tak pernah menganggap cinta itu hal yang berarti sampai aku bertemu dengannya.


Bertemu dengan Bella, bertemu Ratu-ku.


Wanita yang mengisi hatiku dengan luapan cinta dan kasih sayang.


Wanita yang lewat dirinya aku belajar arti kata cinta yang tulus dan tanpa syarat.


Wanita yang mengisi hari-hariku dengan penuh keindahan dan kebahagiaan.


Wanita yang membuatku mengerti, betapa indahnya kata memiliki.


Pandangan matanya yang mengalihkan duniaku.


Rasa manis dari bibirnya yang sensual.


Senyumannya yang tak terlupakan.


Halus dan lekukan tubuhnya yang membuatku terus berpeluh.


Kenikmatan akan hasrat dan gairah kami yang besar tersirat dari cara kami saling memandang.


Aku mencintainya, aku mencintainya dengan segenap tubuh dan jiwaku. Aku mencintainya, terlalu mencintainya.


Namun karena cintaku jugalah aku harus melepasnya pergi.


“Hiduplah dengan bahagia bersama dengannya, Bella.” Kupaksakan senyuman yang paling hangat sebisa mungkin.


“Nick.”


Bella hanya menangis dan aku hanya bisa memeluknya. Mendekapnya untuk terakhir kali. Merasakan harum rambutnya untuk yang terakhir kali. Merasakan kelembutan tiap helainya lewat belaian juga untuk yang terakhir kali.


Bella dan Aiden jauh lebih membutuhkan Lucas. Mereka adalah sebuah keluarga, aku hanyalah orang ketiga yang masuk secara tidak sengaja dalam kehidupan mereka.


“Berjanjilah, Bella. Kau akan hidup dengan bahagia.” Aku mengangkat wajahnya.


“Aku berjanji, Nick.” Bella mengangguk mantap, air mata terus membanjiri wajah cantiknya.


Sekejap kemudian Bella mengecup bibirku, itu juga ciuman terakhir kami. Rasanya sangat menyakitkan kau tahu? Rasanya sangat sesak dan begitu mengiris hati. Bibirnya yang biasa terasa begitu manis entah kenapa menjadi pahit dan membuat ulu hatiku perih.


Aku ingin menangis juga, namun aku menahannya. Aku tak boleh kembali ragu di depan Bella, tak boleh kembali membuatnya bimbang.


“Pergilah, Bella. Temui Lucas.”


“Kau bagaimana, Nick?”


“Aku akan beristirahat dan kembali besok pagi.”


“Nick!!” Bella memelukku.


“Bella?”


“Terima kasih.”


“Sama-sama.”


Akhirnya hanya lambaian tangan dan juga pemandangan punggung Bella yang terus menjauh pergi yang menutup malam ini.


— MUSE S5 —


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, kini sudah hampir enam bulan kami berpisah. Kabar dari Bella terus datang. Ia tak pernah berhenti menunjukan rasa terima kasihnya kepadaku.


Berkat bantuan Bella, aku telah menyelesaikan Tugas Akhirku dengan baik. Bahkan VC-nya masuk nominasi clip indie terbaik tahun ini. Kalau aku menang, aku akan memberikan hadiahnya untuk Bella, karena dalam Video singkat itu, Bella adalah bintangnya.


Siang ini ketika toko sepi dan aku tidak punya kerjaan, aku kembali ke dalam rumah. Menonton video clip Bella dengan laptop, mengamati gerakkan-gerakkan sensualnya, juga tatapan matanya yang begitu menggoda.


Benar-benar, deh! Bagaimana aku bisa move on kalau begini?!


Hei, apa kalian penasaran dengan kabar mereka? Aku tahu semuanya karena kami masih sering berhubungan, saling mengirim pesan dan juga kata-kata semangat. Kalian pasti mengatai aku bodohkan? Kenapa masih tinggal dalam kehidupan dan bayang-bayang Bella?


Yah, tapi mau bagaimana lagi, kami sudah seperti saudara saat ini. Saling berbagi cerita dan juga kebahagiaan. Aku bahagia saat melihatnya juga hidup dengan bahagia. Seperti siang ini, aku mendapatkan kabar suka cinta yang membahagiakan.


BELLA:


Kami menikah bulan depan


Kau harus datang Nick


Bella akan segera menikah. Dia sudah mengatakan berkali-kali padaku. Sudah bukan berita yang mengejutkan. Dia bahkan memamerkan gaun putih indah yang akan digunakannya.


Sedih? Tentu saja. Tapi aku punya sejuta alasan lain untuk merasa bahagia, hidupnya yang bahagia adalah alasanku yang paling utama.


NICK:


Tentu saja Bella.


Ku doakan kalian bahagia


BELLA:


Jangan hanya berdoa!!


Datanglah!!


Neraka hidup. Melihat wanita yang kau cintai menyanding lelaki lain ke depan altar. Jadi selama ini aku jagain jodoh orang, hiks! Berat, Man!!


NICK:


Sure, Queen


Aku pasti datang.


BELLA:


Jadilah pengiringku, Nick


Apa kau mau?


NICK:


Tentu saja Bella.


BELLA:


NICK:


Kau minta apa?


BELLA:


Sepatu bayi. 🤭


NICK:


Kau hamil lagi?


Ck, Si Kasar itu, kenapa dia tak menunggu mereka sah sebagai suami istri dulu sebelum membuat Bella kembali hamil. Aku saja selalu memakai pengaman karena tak ingin membuatnya hamil di luar pernikahan.


BELLA:


Iya, dua bulan.


See you soon Nick


Kami merindukanmu.


Aku juga merindukan kalian. Aku tersenyum setelah mengakhiri chat. Mendesah perlahan sebelum membanting diri di atas ranjang.


Sudah hampir 5 tahun aku tak pulang ke kota S. Aku juga sangat rindu dengan keluargaku. Daddy menyebalkan itu masih melarangku pulang tidak, ya? Terus bagaimana kabar anak-anak Kak Inggrid? Kabar Mommy? Kabar Gabby dan juga Si Tengil Levin? Selama ini kami hanya berhubungan lewat media sosial.


Argh, aku jadi home sick!


— MUSE S5 —


Bella tampak begitu cantik. Sebuah tiara dengan roncean mutiara mengelilingi rambutnya yang tergerai. Bella memakai gaun putih yang begitu mewah. Model sabrina yang memperlihatkan bagian pundaknya. Pundak Bella memang indah berkat latihan keras yang dijalaninya sebagai seorang pole dancer.


Aku tersenyum padanya saat Bella melingkarkan tangannya pada sikutku. Aku berjalan menuju ke depan Altar, untuk menyerahkannya pada Lucas. Senyuman manis tak pernah hilang dari wajah cantiknya, dan itu cukup bagiku. Kami berjalan perlahan, gaun Bella memang terlalu mewah dan membuatnya susah berjalan.


“Akhirnya kau bisa mendapatkan pernikahan yang selama ini kau impikan Bella,” lirihku padanya.


“Semua berkat kau, Nick,” jawabnya.


Aku tersenyum, Bella melihatku juga dengan senyuman manisnya.


Aku kembali fokus berjalan, menepuk punggung tangannya beberapa kali saat Lucas menerimanya. Bella menitikkan air mata harunya, dan aku membantu menghapusnya dengan jari kelingkingku, tak ingin riasan cantiknya luntur.


Saat kembali ke bangku kayu panjang, aku melirik ke arah wanita cantik yang sangat mirip dengan Bella. Ia tak berhenti menitikkan air mata. Aku yakin dia adalah Fransisca, Mama Bella. Tak jauh dari tempatnya duduk, ada pria yang juga memandang kebahagiaan Bella dan Lucas dengan haru. Aku yakin dia adalah Rony. Aku dengar mereka bercerai begitu Bella kembali ke kota S.


Fransisca meminta maaf pada Bella, dan Bella telah memaafkan Fransisca. Begitu pula Rony, ia menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada kehidupan anak-anak dan juga cucunya. Elise dan Sekar juga nampak hadir di sana. Elise akan ikut menetap di Kota S, kembali merawat Aiden. Sedangkan Sekar, gadis manis berkulit hitam itu kini dekat dengan Miller.


Argh, kenapa semua orang mendapat jodohnya?? Lalu bagaimana denganku?!


Aku mencoba mengalihkan pikiran, duduk pada bangku dan mengikuti tiap prosesi pengesahan nikah yang mereka berdua lakukan. Saat mereka menyematkan cincin, Aiden datang dan duduk di sampingku.


“Papi!” Panggilnya lirih.


“Hei, Batman.”


“Papi lama tak terlihat?” Bocah kecil itu bersandar pada lenganku.


“Iya, Papi menyelesaikan sekolah.” Aku mengusik kepala Aiden dengan lembut.


“Papi masih cinta sama Mami?”


“Anak kecil tahu apa tentang cinta?” Kikihku.


“Kata Mami, aku besok juga harus bertemu dengan cintaku dan mencintainya sama seperti Papi Nick mencintai Mami.”


Hanya celotehan anak kecil, namun berhasil membuat air mataku keluar dengan deras.


“Benar!! Kau harus mencintai dengan sepenuh hatimu. Kau harus memberikan hatimu untuk kebahagiaannya.” Aku memeluk Aiden. Menggoncangkan pelan tubuh mungilnya, menyembunyikan kesedihan yang bercampur kebahagiaan dalam hatiku.


Sungguh, Bella. Aku tak menyesal.


Hiduplah dengan bahagia, karena kau pantas mendapatkannya.





Iman, kasih, dan pengharapan, semuanya adalah hal besar yang terjadi dalam kehidupan manusia. Namun, Kasih adalah hal yang terutama.


Ada berbagaimacam jenis kasih di dunia ini, juga bagaimana cara mengungkapkan cinta.


Kau bisa menjadi seperti Lucas yang memilih untuk menyerah karena kasihnya terhadap Katerina.


Kau bisa menjadi seperti Nick yang memilih untuk menyerah karena kasihnya terhadap Bella.


Kau bisa juga menjadi seperti Bella, yang menyerahkan semuanya demi kasihnya kepada Aiden.


Mereka semua hanya melakukannya demi KASIH.


Sungguh tak ada hal yang lebih mulia di dunia ini selain KASIH.


Iman membawamu pada pengharapan. Namun Kasih membawamu pada keindahan akan kehidupan ini.


Kisah Bella saya dedikasikan untuk semua single mother yang membaca novel saya ini. Saya berharap, walaupun hanya dengan seulas senyuman dari anakmu, dunia akan terasa begitu indah.


Meski,


Kadang berat,


Kadang menyesakkan,


Kadang lelah dan ingin menyerah,


Tapi percaya saja,


Kebahagiaan mengintipmu dalam tiap pelukkannya.


Thanks for reading.


— MUSE S5 END —


Hallo Muse S5 tamat.


Nantikan Epiloge!! Yang nggak kalah manis dan mendebarkan.


See yu gaes!!


Love nya


Like nya


Vote nya


Commentnya!!