MUSE

MUSE
S5 ~ PAIN



MUSE S5


EPISODE 27


S5 \~ PAIN


\~ Bagaimana caranya bersahabat dengan waktu kalau tiap detiknya terasa begitu lama tanpa kehadiranmu di sisiku?\~


_____________________


LUCAS POV


Orang bilang kesesakan dan sakit hati akan menghilang seiring berjalannya waktu. Kita hanya perlu bersahabat dengan waktu dan menunggu tiap detiknya berjalan merubah kenangan menjadi masa lalu.


Bagaimana caranya bersahabat dengan waktu kalau tiap detiknya terasa begitu lama tanpa kehadiranmu di sisiku?


Sudah hampir dua tahun aku kehilangan dirinya. Sudah hampir dua tahun aku terjatuh pula dalam gelapnya dunia. Berkutat dengan dunia gelap yang hitam dan penuh darah. Entah sejak kapan aku bisa tergabung di dalamnya. Permulaannya terjadi karena lawan tinjuku di pertandingan latihan dulu membalas kelakuanku. Ia menyuruh teman-temannya untuk menghajarku.


Yah, kebetulan saat itu aku sedang butuh pelampiasan, jadi aku menghajar semuanya sampai akhirnya mereka mengakuiku sebagai boss mereka. Aku sebenarnya tidak mau, terlalu memuakkan hidup dalam kegelapan. Kau harus tahan dengan hidup penuh ancaman dan juga perkelahian. Tapi pada akhirnya semakin hari pengikutku malah semakin banyak dan aku menjadi seorang pemimpin besar dalam dunia ini.


Aku juga menyibukkan diri dengan pekerjaan. Semula aku hanya pengelola investasi biasa, demi membunuh waktu yang menyiksaku aku bekerja mati-matian sampai akhirnya berhasil membuka perusahaan sekuritasku sendiri. Mewadahi tiap-tiap investor dan mendapatkan hasil dari perdagangan di pasar uang.


Itu adalah bisnis legal, walupun kadang aku menggunakannya untuk menggoreng harga saham sebuah perusahaan dan mendapatkan banyak keuntungan dari investor kecil yang tidak beruntung. Mencekik mereka dengan harga pasar yang telah aku manipulasi.


Uang begitu cepat mendatangiku, kekayaan, kemewahan, nama, dan kuasa. Aku mendapatkan semua itu kurang lebih hanya selama 2 tahun. Semua wanita berbondong-bondong mendatangiku. Semuanya berlomba untuk menarik perhatianku. Aku tak menyia-yiakan kesempatan itu. Aku mencoba satu per satu wanita yang menghampiriku, berharap mereka bisa mengisi kekosongan yang telah Bella tinggalkan untukku. Namun ..., tak satupun yang berhasil mengisinya. Aku tetap merasa kosong, aku tetap merasa hampa, hatiku tetap merasa sakit.


Saat itu aku tak pernah mengira Bella akan kabur dan menghilang saat pernikahan orang tua kami. Aku kira dia hanya merajuk saja, aku kira dia hanya belum bisa menerima kalau kami akan menjadi kakak beradik.


J4lang itu menyembunyikan semua kebenarannya dariku!!


Sampai tepat hari ini, dia datang menghampiriku sambil memohon sesuatu yang benar-benar merubah hidupku.


— MUSE S5 —


Aku benci dengan hujan, rinainya selalu mengingatkanku akan kenangan manis yang pernah kami lalui bersama. Bagiku yang mencintai Bella dengan sepenuh hati, melepasnya adalah hal terberat dan paling menyiksa. Tapi aku tak punya pilihan, mama berkorban agar papa bahagia, tak mungkin aku menyia-yiakan pengorbanan mama begitu saja.


Lalu saat itu juga aku berpikir, kami masih muda, masih bisa menata hidup kami, masih bisa saling memiliki dengan menjadi saudara.





Tok ... tok ... tok ...!


Suara ketukan pintu membuatku menghentikan kegiatan bercumbu dengan dua orang wanita. Mereka adalah wanita yang mendekatiku akhir-akhir ini? Tak ada rasa cinta di antara kami, tentu saja hanya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Aku mendapat kepuasan dan mereka mendapatkan uang.


Yah, walaupun nyatanya kepuasan itu tak pernah menghampiriku karena sosok Bella yang begitu membekas. Rasa manis dan lengguhan merdu dari bibirnya yang sensual tak pernah bisa tergantikan bagiku.


“Boss, seorang wanita bernama Fransisca ingin menemuimu.” Seorang anak buahku masuk ke dalam ruang kerjaku. Mereka berdua mengatur posisi, dan aku menutup kembali jubah mandi yang kukenakan.


Aku menautkan alisku, bertanya-tanya kenapa wanita itu ingin menemuiku? Ada masalah apa sampai dia datang padaku? Bukankah selama dua tahun ini dia sudah hidup bahagia dengan papa, apa lagi yang kurang??!


“Suru dia masuk!” Perintahku.


Para wanita masih berusaha menggodaku, mereka merangkul sambil sesekali mencium leherku. Aku membalas mereka dengan lumattan dalam dan penuh gairah. Keduanya tak berhenti bahkan sampai Fransisca masuk ke dalam.


“Lucas.” Panggilnya.


Aku terdiam, mencabut bibirku dari bibir wanita berparas Asia yang sangat cantik. Wanita j4lang itu menatap tajam dan seakan tak percaya dengan apa yang kulakukan. Padahal harusnya dia yang paling tahu kenapa aku bisa berubah sampai seperti ini?!


“Kenapa kau kemari? Apa uang Papaku masih kurang bagimu?” tanyaku dengan dingin. Aku berharap ekspresi dinginku bahkan bisa membunuhnya saat itu.


“Lucas, bisa kita bicara berdua saja?” tanyanya dengan lembut.


Aku terdiam sesaat sebelum akhirnya memberi kode agar kedua wanita itu beranjak keluar.


“Mau apa kau kemari?” Aku menuang wiskey pada gelas kecil, menambahkan es batu lalu memutar perlahan isinya sebelum meminumnya sampai habis.


“Bukankah katamu dia sekolah di luar negri sekarang. Memang kenapa dengannya?” Aku berusaha acuh, padahal aku sangat penasaran dengan kabar gadis kecil itu sekarang.


Fransisca terdiam, ia menelan salivanya sebelum akhirnya air mata menetes dari sudut matanya. Membuatku semakin heran, membuatku semakin cemas, membuatku semakin geram dan tersulut emosi.


“ADA APA DENGAN BELLA???!!!” bentakku, dia berjengit ketakutan.


“Ma—maafkan aku, Lucas.” Fransisca tergagap dan merosot ke bawah, ia menangis, wanita kejam itu menangis di bawah kakiku dan meminta maaf.


“Aku tak termaafkan, Lucas. Setelah dua tahun menikah, aku tak bisa mempunyai anak. Aku bahkan dinyatakan dokter mandul karena terlalu banyak alkohol dan juga rokok.”


“Apa hubungan itu semua dengan Bella??!” geramku, aku ingin dia to the point dengan ucapannya.


“Sebenarnya Bella tak pernah sekolah ke luar negeri. Sebenarnya Bella tak pernah berhubungan denganku lagi sejak ...,” ucapannya kembali terhenti, Fransisca kembali memucat dan ketakutan.


“Sejak apa???”


“Sejak aku menyuruhnya menggugurkan kandungannya.” Fransisca terisak.


BRUK!!


Aku terjatuh, jantungku berdetak dengan sangat cepat saat berusaha mencerna ucapannya.


“APA KAU BILANG??!!” Aku menarik kerah bajunya.


“Maafkan aku, Lucas. Saat itu aku gila dan tak bisa berpikir jernih. Cintaku kepada Papamu membuatku gila. Aku menyuruhnya menggugurkan kandungan yang berisi anak kalian.” Fransisca mencengkram tanganku.


Sekali lagi aku tercekat, kaku, dan tak bisa berpikir. Hanya informasi tentang kehamilan Bella yang terngiang di dalam otakku saat ini.


“Aku menyesal, Lucas. Bagaimana pun Bella adalah anakku, dia darah dagingku. Aku sangat membenci diriku saat ini, Lucas. Aku memaksa, menyiksa, sampai mengacuhkannya dari kecil. Dan kini aku sadar bahwa hanya Bellalah yang paling aku sayangi dalam hidupku.”


“Kau pembohong!! Kau wanita hina!!! Kelakuanmu lebih buruk dari seekor binatang!!” Aku mendorongnya sampai terjungkal ke belakang.


Fransisca tak menyerah, ia merangkak dan bergelayut pada kakiku. Ia menangis dan terisak-isak.


“Temukan Bella, Lucas. Selamatkan dia!! Ku mohon. Hanya kau yang bisa mencarinya. Aku berjanji akan meninggalkan Rony agar kau dan Bella bisa hidup dengan bahagia.” Renggeknya di bawah kakiku.


“SIALAN!!” umpatku marah, aku membanting gelas yang ku genggam pada dinding. Amarahku saat ini benar-benar memuncak.


“Kenapa kau ingin membunuh anakku?!!Kenapa kau begitu kejam??!” Aku mencengkram lagi kerah bajunya sampai wanita tua itu merasa tercekik.


“Uhuk ... bu—nuh aku Lucas, siksa a-aku bila perlu, tapi to—long selamatkan Be—Bella,” pintanya dengan terbata-bata.


“ARGH!” Aku menghempaskan tubuh wanita itu sampai tersungkur ke belakang.


Aku bergegas bangkit dan keluar dari ruanganku. Meninggalkan wanita sialan itu menangis dalam kesesakkannya. Menyesalpun telah terlambat, ke mana dia dulu saat anaknya begitu membutuhkannya?


“Panggil semua pemimpin grup dan carikan aku ahli IT yang terbaik.” Perintahku pada seorang anak buah.


“Baik, Boss.”


Aku mengepalkan tanganku dengan geram. Setelah dua tahun berlalu aku baru menyadari kesalahan besar yang ku perbuat. Aku baru menyadari betapa aku bersalah padanya. Aku baru menyadari betapa aku telah menyiksa hidupnya.


Terlintas bayangan masa lalu kami. Cara aku menolak dan mengusirnya. Cara aku melepaskannya dengan goresan luka dan air mata kesedihan.


Kini, masih bisakan kau memaafkanku Ella?! Masih adakah rasa cintamu yang tersisa untukku di dalam hatimu??


Bagaimana kau menjalani hidupmu, Ella? Kau pasti sangat tersiksa!! Kau pasti sangat menderita!! Kau pasti sangat sedih dan ketakutan!!


Setelah mengetahui kebenaran itu, aku mulai mengerahkan segala yang aku bisa untuk mencarinya. Aku menyisir semua sudut kota, sudut kota sebelah, bahkan sampai menyewa ahli IT untuk melacak keberadaan ponselnya namun sudah tidak terlacak. Sampai empat tahun berlalu aku tak bisa menemukan keberadaannya.


PRANG!!


Aku memecahkan meja kaca dengan tinjuku. Membuat darah segar mengucur dari kepalan tangan. Sungguh rasa sakit ini pasti tak sebanding dengan penderitaanmu, Ella.


— MUSE S5 —