MUSE

MUSE
S7 ~ BERHASILKAH?



MUSE S7


Episode


S7 \~ BERHASILKAH


___________


Kalau beberapa hari yang lalu sekolahan dihebohkan dengan kedatangan Levin dan Johana yang nekat menerobos masuk ke dalam lapangan sekolahan. Hari ini, sekolahan kembali di hebohkan dengan kedatangan sebuah motor sport empat silinder.


BRUM!!


Suara mesin motornya yang galak membuat semua pasang mata memandang ke arah lapangan sekolahan. Tak terkecuali Levin yang saat itu mengantarkan Johana ke kelasnya. Mata Levin terbelalak tak kala ia melihat siapa pemilik motor dan juga gadis yang duduk di belakang jognya.


“Leoni?” Johana tak kalah terbelalak saat Leoni melepaskan helmnya.


Gadis itu tersenyum manis, terlihat gembira. Matanya yang bulat berbinar penuh cahaya, seakan tak ada masalah di dalam hatinya. Leoni terkikih pada si pengendara motor dan membuat hati Levin panas. Levin jadi penasaran, siapa pria di balik helm racing hitam itu?


Tubuhnya yang tinggi, kulitnya yang berwarna kecoklatan, dan juga lengannya yang berotot membuat Farel terlihat jantan, tentu saja semua mata gadis di sekolahan tertuju kepadanya. Dan mereka semakin histeris saat Farel membuka helmnya.


“Farel??” Mata Levin membulat, mantan sahabatnya bersama dengan mantan pacarnya. Menyebalkan, sungguh hati Levin benar-benar terbakar rasa cemburu.


“Vin … kamu kenal sama dia?” tanya Johana, tapi Levin tak menjawab.


Farel melirik ke lantai dua, memergoki Levin sedang menatap ke arahnya dengan geram. Farel menyeringai, Oh … rasanya puas sekali bisa melihat wajah kesal Levin. Farel semakin gemas ingin membuat Perasaan Levin kacau bak balonku ada lima yang meletus satu.


Farel mengambil tangan Leoni dengan lembut dan mengecup punggung tangannya bak Pangeran yang mengecup tangan sang Putri. Tingkah manis Farel membuat semua gadis meleleh dan bersorak histeris.


“Selamat bersekolah kekasihku!” Farel mengedipkan mata pada Leoni. Leoni melongo, merekakan hanya pura-pura, kenapa Farel menjiwai sekali??


“Levin melihat dari lantai dua,” kata Farel seakan tahu isi hati Leoni.


“Ah, begitu.”


“Bagaimana caranya??”


“Yaelah!! Kaukan sudah pernah pacaran. Masa lupa caranya??” Darel mencubit pipi Leoni gemas, membuat hati Levin semakin meronta-ronta di atas sana. Jantungnya seperti diremas-remas, dadanya bergemuruh hebat melihat kemesraan Farel dan Leoni.


“Pacaran tapi LDR, Be go!! Kami terpisah antar benua dan samudera!!” ketus Leoni kesal, ia tak pernah bercengkrama layaknya pasangan normal karena beda jarak. Mereka pacaran pakai video call.


“Cium aku.”


“Heh??” Leoni terbelalak.


“Cium pipiku!” Farel menunjuk pipinya dan memiringkan sedikit kepala agar Leoni dengan mudah mencium pipi kirinya.


“Serius?” Leoni menutup mulutnya.


“Serius?? Nggak, kita hanya pura-pura, jadi tak masalahkan? Hanya kecupan palsu, aku yakin kau pasti pernah melakukan yang lebih dengan Levin.” Farel menggoda Leoni.


Leoni tak punya pilihan, tujuannya beracting memang untuk memanas-manasi Levinkan. Dan kini Leoni adalah pacar boongan Farel demi melihat respon Levin. Kalau Leoni yak mau bekerja sama, bagaimana mereka bisa meihatnya?!


“Lakukan, Singa!! Atau dia tak akan percaya kita berpacaran!” imbuh Farel. Dengan ragu Leoni mengangkat wajahnya dan memejamkan mata untuk mencium pipi kiri Farel.


Dari lantai dua mata Levin tak bisa berkedip saat melihat kejadian itu. Ia langsung berapi-api dan ingin merebut Leoni dari tangan Farel. Tapi apa daya? Meski pun Hati Levin terbakar oleh rasa cemburu pun kini ia bukan kekasihnya lagi. “Sialan!!” Levin mengumpat.


Di lapangan, Leoni bertanya pada Farel, apakah actinya bagus.


“Bagaimana?”


“Sepertinya sukses!! Kita tinggal tunggu responnya. Sudah sana masuk ke sekolahan! Selamat belajar,” Farel mengusik kepala Leoni. Levin tak tahan lagi, ia pun pergi dari sana meninggalkan Johana sendirian.


“Hei, Vin!! Mau ke mana??” Johana memanggilnya, namun Levin sudah pergi.


...— MUSE S7 —...