
MUSE S3
EPISODE 108
S3 \~ BERUBAH
\~ Aku ingin memeluknya, merasakan manis bibirnya, kehangatan sentuhannya, juga suara detak jantungnya.\~
_______________
Imut sekali wajahnya.
Cantik.
Make up-nya bagus
Stunning...!
Matanya bagus
Kanna sarangheo
Aku cinta pada Kanna, dia panutanku.
Senyumnya manis sekali.
Cute.
Dewi Kanna!! Berjuanglah!!
Penasaran dengan kehidupannya?!
Sudah punya kekasih?
Shoot body juga donk!
•
•
•
(6 bulan setelah perpisahan dengan Leon.)
Aku tersenyum saat membaca semua pujian yang masuk begitu sebuah foto aku upload ke media sosial milikku.
“Full body juga, ya?” pikirku, aku memang belum pernah mengupload bentuk tubuhku saat ini. Aku masih kurang pede dengan bentuk tubuhku. Saat ini berat badanku 60 kg, sudah tidak terlalu gendut, tapi masih sedikit berisi.
Kalian pasti herankan kenapa aku bisa begitu cepat kurus?
Selepas kepergian Leon aku sedikit murung dan stress. Aku sering menangis dan itu membuatku lapar. Jadi aku makan, aku makan banyak sekali makanan manis karena aku stress. Aku juga tak menjalani rutinitas OR kalau Leon tidak mengingatkannya. Selepas itu bobotku kembali menyentuh angka 75, naik 3 kg.
Aku tertunduk lesu, aku kembali sedih, sampai akhirnya aku nekat mencoba memuntahkan makanan yang aku makan.
Begitu sekali melakukannya akan ada yang kedua kali, lalu ketiga kali, sampai akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Aku selalu memuntahkan makanan sampai berat badanku turun drastis. Aku mengganti asupan gizi dengan suplemen makanan dan beberapa obat diet lainnya. Pertama-tama aku mengalami maag akut, tapi lama-lama tubuhku seakan terbiasa dengan hal itu. Aku memakan hampir 5 macam suplemen kesehatan.
Begitu badanku kurus, tak ada lagi body shamming. Aku juga mulai punya banyak teman di kampus. Oh, iya, minggu ini aku mulai masuk kuliah. Aku memilih ilmu komunikasi dan film. Aku berharap bisa menjadi seorang beauty bloger dan make up influencer yang sukses. Untuk itu aku butuh ilmu tentang cara berkomunikasi dan juga membuat videonya.
Leon selalu mendukung apa yang aku lakukan, dia mengirimiku cukup banyak uang untuk membantuku berdiet dan membeli make up. Leon juga mengirimiku sebuah kamera yang cukup mahal sebagai hadiah karena aku telah berhasil masuk ke dalam universitas yang aku inginkan.
Aku sangat bahagia, aku begitu berterima kasih pada Leon. Dengan kamera itu aku bisa membuat konten foto ataupun video tutorial make up dengan baik. Sampai pada suatu saat, aku mulai mendapatkan uang dari siaran blog yang aku upload di utube.
Selain utube, aku juga mendapt penghasilan melalui konten endorse dari berbagai macam produk kecantikan dan juga pakaian. Kini aku berpenghasilan sendiri, pertama-tama memang hanya beberapa ratus ribu, lalu lama-lama menjadi jutaan, aku terkesima, tak menyangka dengan hasilnya.
Kalian tahu? Sampai pada titik saat ini, aku telah memiliki 600 ribu follower dan 1 juta lebih subscriber.
— MUSE S3 —
•••
“Aduh, jangan dipegang, sakit!” seruku pada Mama.
“Ck, Mama hanya ingin tahu saja.” Mama berdecak sebal karena aku menepis tangannya. Bagaimana aku tidak menghalanginya? Dia ingin menyentuh luka oprasiku yang masih belum sepenuhnya sembuh.
Aku baru saja melakukan oprasi untuk melebarkan mata dan membentuk lipatan mata. Kedua mataku masih bengkak, jadi aku tak bisa melakukan siaran langsung ataupun nge- vlog. Makanya aku terpaksa mengupload foto-foto lama agar tetap eksis.
Sebelum oprasi lipatan mata aku juga telah melakukan beberapa perubahan kecil pada wajahku. Aku melakukan sulam alis, sulam bibir, extension bulu mata, juga menambahkan crown pada gigiku. Selain itu aku juga melakukan filler pada hidung dan bibir agar lebih mancung dan berisi. Perubahan-perubahan kecil itu aku lalukan agar saat video non make up ku di rekam, aku tetap terlihat cantik natural.
Aku ketagihan dengan sensasinya, karena begitu aku menambahkan sebuah perubahan, bayak orang langsung menghujaniku dengan kata-kata pujian. Membuatku semakin nekat untuk kembali melakukan oprasi-oprasi kecil agar semakin cantik. Aku sebenarnya sangat ingin menjalankan oprasi pengangkatan sepasang tulang rusuk, jadi pinggangku akan terlihat begitu langsing bak gitar spanyol. Tapi aku belum terlalu gila dan berani untuk melakukannya. Apa lagi kalau Leon sampai tahu, dia pasti akan menentangku dengan keras.
Kecantikkan membuatku menjadi semakin terkenal. Aku bahkan mendapatkan beberapa tawaran menjadi model pakaian online, model kalender, model perhiasan, sampai pembicara dalam beberapa seminar kencantikan.
Aku begitu bangga dengan pencapaianku ini. Aku begitu bahagia karena terus mendapatkan pujian dan juga sanjungan. Mereka mengelukan namaku, menganggapku sebagai make up bloger yang cukup handal. Banyak tawaran kolaborasi dari utuber yang tak kalah terkenal lainnya. Bahkan tak jarang aku menapaki karir sebagai model pemotretan. Beberapa barang branded pernah memakai jasaku.
Aku juga sesekali mengupload video siaran makan, mereka heran bagaimana bisa aku makan begitu banyak namun tetap kurus? Padahal mereka tak pernah tahu kalau aku selalu memuntahkan kembali makanan yang aku makan. Memang dunia maya itu penuh dengan kebohongan, yang mereka tahu aku mendapatkan anugrah tubuh langsing yang tak bisa menggemuk. Aku bahkan dipuji karena hal itu, hahaha..., lucu bukan? Kisah di dunia maya memang bisa dibuat begitu sempurna sesuai dengan sekenario yang kalian inginkan.
•
•
•
“Leon, Leon!! Kau bisa mendengarku?” Aku mencoba melakukan VC dengan Leon sore ini.
Sudah 10 hari aku menghindari panggilannya karena mataku masih bengkak. Leon akan marah kalau tahu aku merubah bentuk wajahku dengan oprasi. Kini begitu bengkaknya sembuh aku ingin segera menghubungi Leon agar dia tak khawatir. Lagi pula aku juga sangat rindu padanya.
“Kanna?! Ke mana saja? Kenapa tak pernah menjawab VC-ku?!”
“Masa sampai semenit aja nggak bisa VC?! Tak tahukah betapa aku merindukanmu?” Leon sedikit marah, aku bisa memahaminya. Akupun menahan rindu yang begitu berat.
“Maaf, Leon. Maaf, ya.” Aku menyatukan telapak tangan di depan dada. Sekali lagi, serang Leon dengan wajah paling manis dan imut.
“Argh..., baiklah! Jangan kau ulangi lagi Kanna! Aku sangat khawatir!” Leon masih ngambek, tapi dia mencoba untuk mengalah karena tak tahan dengan godaan wajahku.
Hihihi.... Dasar Leon, dia begitu baik sampai bahkan tak tega marah padaku.
“Leon, coba kau lihat apa yang berbeda dariku?” Aku berputar di depan ponsel.
“Apa, ya? Gigimu terlihat beda?!” Leon hanya menyadari crown gigi yang aku pasang.
“Huft...! Coba lihat lagi?” Aku kembali berputar.
“Apa, ya? Aku sungguh aku tak tahu, Kanna.” Leon mengangkat bahunya.
Pria ini, apa dia tak menyadari sekarang aku sangat langsing? Aku sudah berhasil menurunkan 5 kg lagi berat badanku, sekarang bobotku 55 kg. Sudah ideal dan juga sangat langsing.
Aku sebal! Lalu meniupkan udara ke atas wajah, membuat pony-ku terbang ke atas. Aku bangkit dan membuka kancing bajuku, “sekalian minta pujian kenapa tak sekalian menggodanya?” pikirku nakal.
“Kanna, kau mau apa?!” Leon berseru, wajahnya tampak memerah karena tersipu.
Aku tak peduli dengan reaksinya dan tetap melanjutkan aksiku. Aku tersenyum menggodanya lalu melemparkan blus ke atas ranjang. Kini bagian atas tubuhku hanya berbalutkan pakaian dalam.
“Kanna! Pakai bajumu!” Leon melirihkan ucapannya. Namun matanya masih terlalu fokus kepadaku.
“Coba kau lihat! Sekarang aku sangat langsing bukan?” Aku kembali berputar, memamerkan bentuk tubuhku juga perutku yang sekarang begitu ramping.
Leon mengamatiku sesaat sebelum akhirnya mematikan panggilannya.
“Leon!!!” panggilku sebal. Ih, laki-laki ini!! Akukan hanya ingin dia melihat hasil kerja kerasku selama ini. Yah, sambil sedikit menggodanya, sih. Hihihi...
Dengan cepat aku mengetik chat.
Kanna:
Kenapa di matiin? 😡
Leon:
Aku tak tahan godaannya!
Kau membuatku gila. 😱
Aku tertawa, aku bisa membayangkan ekspresinya saat ini.
Kanna:
Kau tak ingin melihatnya lagi? 😏
Kegilaanku semakin menjadi-jadi, aku ingin menggoda Leon. Muncul ide jahil dalam benakku. Aku berpose sedikit panas dan mengirimkan fotonya pada Leon.
Leon:
Tunggu saja aku pulang Kanna!
Aku pasti akan menerkammu.
Kanna:
Ampun tuan singa.
Takut... 🥺
Aku terkekeh dan menaruh ponselku di atas dada. Aku memandang langit-langit kamar yang tak pernah berubah.
Ah, Tuhan, aku begitu merindukan Leon. Mendengar suaranya saja tidak cukup bagiku. Aku tidak puas. Aku ingin memeluknya, merasakan manis bibirnya, kehangatan sentuhannya, juga suara detak jantungnya.
Aku benar-benar ingin mendekapnya...
Aku benar-benar merindukannya...
“Leon..., cepatlah pulang!”
— MUSE S3 —
Rindu Leon!!?
Next episode Baby! ❤️
MUSE UP!!
YUK DUKUNG CINTA KANNA DAN KISAH HIDUPNYA.
VOTE, LIKE, dan COMMENT
PASTIKAN KALIAN PENCET TOMBOL LIKE DAN VOTE YA BAE!!!
Terima kasih sudah membaca,
Terus Sebarkan rasa cinta untuk banyak orang. Dan berbuat baik bagi sesama
Love,
Dee ❤️❤️❤️