MUSE

MUSE
S5 ~ PILIHAN



MUSE S5


EPISODE 43


S5 \~ PILIHANKU


\~ Bella menelan salivanya dengan berat, ia tak ayal ketakutan. Tubuhnya bergetar dengan hebat saat seluruh pilihan jatuh di tangannya. Seluruh masa depan dan juga hidup mereka ditentukan olehnya.\~


____________________


AUTHOR POV


Bella terus menekan tanda panah ke bawah pada tombol lift, sekedar berharap bahwa hal itu bisa membantunya segera turun ke lantai paling dasar.


“C’on, c’on ...!” desis Bella. Sesekali ia menoleh ke belakang, melihat situasi.


Ting!!


Pintu lift terbuka. Bella langsung melompat masuk ke dalam, menekan tombol tutup secepat mungkin.


“NONA BELLA!!!” teriak para pengawal Lucas yang berlari pada koridor.


“Cepat!! Kumohon cepat tertutuplah!!” Bella bergumam, wajahnya tegang dan penuh keringat.


“ELLA!!” Lucas ikut mengejar Bella.


Masih bisa Bella lihat wajah Lucas yang memandangnya dari kejauhan sebelum pintu lift menutup sempurna. Bella merosot ke bawah, kakinya lemas, jantungnya terus berdetak tak karuan, dan tangannya bergetar dengan hebat.


Berhasilkah?!


Bella belum yakin, dia masih harus pergi secepat mungkin, berlari sekuat tenaga, tak mungkin Lucas melepaskannya semudah ini. Pria itu menyimpan hasrat yang besar dan sangat terobsesi padanya.


Andai saja Lucas kembali 2 tahun yang lalu, tidak 1 tahun yang lalu, ah, tidak, andai saja ia kembali sebelum Bella mengenal Nick, akankah perasaannya berbeda?


Akankah Bella menerima kembali cinta Lucas?


Bisa iya, bisa jadi tidak, walaupun mencintai Lucas sepenuh hati, penderitaan yang ditanggungnya selama ini membuat hati Bella tertutup. Dalamnya goresan dan bekasnya tak mudah begitu saja dilupakan.


Empat tahun Bella merana dengan kehidupannya.


Empat tahun Bella menderita karena cintanya.


Empat tahun Bella nelangsa memikirkan nasibnya.


Dan setelah itu, ketika Nick sudah berhasil membalut luka hatinya.


Setelah Nick berhasil menggeser keberadaan Lucas dalam hatinya.


Setelah Nick memberikan ketenangan batin dan jawaban atas hidupnya dan juga Aiden.


Lucas datang, ia datang begitu saja, mengatakan kata cinta dan permohonan maaf? Bahkan sampai memaksa Bella untuk menerimanya kembali.


Sungguh ini sangat membuat Bella merasa diperlakukan tidak adil.


Apapun alasan Lucas, atau seberat apapun rasa sakit di hatinya saat itu. Bella sama sekali tidak bersalah, Bella tulus mencintainya. Lucaslah yang mengkhianati cinta mereka, Lucaslah yanh membuangnya.


Ting!!


Pintu lift kembali terbuka. Bella sampai pada lobby hotel. Secepat kilat Bella berlari keluar, menuju ke arah mana pun yang dia bisa, menerjang kerumunan dan juga kendaraan yang berlalu lalang.


“ELLA!!!!” Lucas berteriak, terus menyuarakan namanya. Bella tersentak, kenapa cepat sekali Lucas sudah berhasil mengejarnya.


Ya Tuhan!! Ke mana aku harus pergi?! Bella bergumam dalam hatinya.


“Bella!!” Nick terlihat dari arah berlawanan, ia juga tengah berlari mengikuti arah kaki Bella.


“Nick???” Bella tersentak kaget, ia langsung bahagia begitu melihat kehadiran Nick. Namun sekejap kemudian perasaan bahagianya berubah menjadi gundah gulana, terkikis dengan kenyataan bahwa Lucas bisa saja menghabisi Nick.


“Kemarilah!!” teriak Nick.


Bella mempercepat kakinya, membelokkan langkah, mengikis jarak, hendak meraih tangan Nick yang terulur untuk menggapai tangannya. Tak bisa Bella pungkiri bahwa keberadaan Nick memberikan arti tersendiri padanya saat ini, baginya, hanya dengan meraih tangan itu Bella akan bisa bertahan.


“BELLA!!” panggil Lucas.


Bella menoleh ke belakang, wajahnya ketakutan. Karena menoleh saat berlari, tanpa sadar Bella terjerembab. Dia terjatuh. Lucas dan Nick sama-sama kaget, mereka menyerukan nama Bella bersamaan.


“Bella!!”


“Bella!!”


Langkah kaki terhenti, memberi jarak pada ketiganya, mengatur napas yang mulai terasa begitu berat. Kedua lelaki itu saling mengadu pandangan penuh ketidak sukaan. Menabuh genderang perang, tersulut kemarahan dan juga luapan rasa cemburu pada hati mereka masing-masing.


“Jangan mendekat, Lucas!! Lepaskan aku!!” Bella merangkak mundur lalu bangkit perlahan-lahan.


“Kenapa kau kabur dariku?” Lucas menatap Bella dengan nanar, seperti ada rasa kecewa yang luar biasa di dalam sorot matanya.


“Bella, kemarilah!” Nick berteriak pada Bella.


Teriakkan Nick memicu amarah Lucas, ia memicingkan matanya, menatap tajam ke arah Nick tanda geram.


Siapa lagi dia? Apa dia kekasih Bella? Tidak mungkin, jadi ucapan si botak itu benar?! Bella sudah melupakanku? Pikir Lucas geram.


Bella terus menoleh ke kanan dan ke kiri, ia memang berdiri tepat berada di tengah-tengah dua lelaki itu, Lucas - Bella - Nick. Wajah paniknya terlihat kebingungan. Bella menggigit bibirnya yang tebal dan sensual.


“Kemarilah, Bella!! Kembali padaku!” teriak Lucas, ia maju selangkah.


“Jangan dengarkan dia, Bella!! Kau mencintaiku!” teriak Nick, ia juga maju selangkah.


Bella menatap sesaat ke arah Lucas, lalu beralih kepada Nick. Kebingungan berada di tengah dua orang lelaki yang sama-sama berpengaruh dalam hidupnya.


Bella kebingungan. Lucas sudah melihat Nick, tentu saja ia tak akan melepaskan Nick begitu saja, Bella takut saat ia memilih Nick, Lucas akan menyakitinya. Tapi Bella juga tak ingin kembali pada Lucas, ia juga tak rela Lucas mendapatkan cinta dari Aiden.


Salahkan saja Bella, umpati saja Bella yang picik karena tak ingin berbagi cinta Aiden dengan Lucas yang notabene adalah ayah kandungnya. Bella tak rela, bukankah dulu ia telah menolak mereka, telah membuang mereka, dia sendiri yang telah menyia-yiakan keberadaan janin itu.


Bella menelan salivanya dengan berat, ia tak ayal ketakutan. Tubuhnya bergetar dengan hebat saat seluruh pilihan jatuh di tangannya. Seluruh masa depan dan juga hidup mereka mulai detik ini ditentukan olehnya.


Cintakah yang kau pilih, Bella??


Atau Pengorbanankah??


Mana yang kau pilih??





Udara sore berasa sejuk menerpa kulit mereka yang lembab karena keringat. Beberapa orang ikut memandang ke arah mereka, keheranan. Namun sekali lagi, tak ada dari mereka bertiga yang peduli. Persetan dengan omongan orang kalau nyatanya kisah hidupmu jauh lebih pelik dari pada ucapan mereka.


Bella kembali bertolah toleh, memandang wajah tampan tegang pria-pria itu satu per satu. Sampai akhirnya, Bella memejamkan matanya, menarik napas sepanjang mungkin sebelum berkata.


“Maafkan aku, Lucas,” tukas Bella dan berbalik. Membuat senyuman Nick terkembang.


“ELLA!!!” Lucas berteriak.


Bella berlari sekuat tenaga, menggandeng tangan Nick, membuat tato King dan Queen milik mereka bersatu. Nick mempererat genggamannya, menggandeng Bella, berlari juga sekuat tenaga.


Menembus angin dan kerumunan turis asing, menyelusiri jalanan kecil dan besar. Berbelok dari satu tikungan ke tikungan yang lain. Sesekali mendapat umpatan dari orang yang tak sengaja tersenggol. Mereka tak menoleh kebelakang, teriakan Lucas pun tak memperlambat laju langkah mereka. Nick dan Bella terus berderap cepat.


Entah menuju ke mana?


Entah sampai ke mana?


Entah setelah itu harus bagaimana?


Yang pasti Nick harus membawa Bella pergi sejauh mungkin dari Lucas.


— MUSE S5 —


MUSE UP


VOTE, LIKE, Comment!!


Mon maap dikit upnya, nanti sore lagi ya. Bucinnya Othor baru plu, jadi rawat dengan kacih cuyung dulu. Mungkin dia butuh pelukan manjah biar lekas sembuh.


Ini Othor kasih bonus sekilas inpo aja.


Readers Budiman : Thor saat bikin nopel paling sebel pas apa?


Othor Rengginan : pas cari nama.


RB : hla kok terus bisa gampang dapet nama-nama keren dari mana Thor?!


Othor : coba Othor kasih inpo satu-satu ya.


Julius : teman Othor yang suka fotografi.


Cellena: nama Dewi Bulan.


Alex : suka aja ^^


Amanda : nama toko brownis deket rumah🤭


Arvin : temen masa kecil Othor


Kalila : dikasih sama Author Ryni HS😘


Angga : tergemash lah ini 😍


Melody : temennya hello kitty


Caca : dubbernya Dinda😘


Leon : pas di kebon binatang liat macan, tapi entah kenapa kepikirannya singa.🦁


Kanna : web toon sebelah.


Zean : penyanyi ganteng


Lovanya : anak tetangga.🙄


Keano : anak tetangga juga🙄


Inggrid : temen sekolah


Daffin : temen si anak piyik


Lucas : web toon sebelah, akakakak. Fans berat aku tuh.🥰


Belaciaquin : temen si anak piyik


Nick : temen si anak piyik


OR : Yap, next sekilas inpo mau bahas apa? Bahas pacar-pacar othor aja gimana? Ada satu lusin hlo!! 😍😍


RB : males Thor, unfaedah 😩😩😩