
MUSE S5
EPISODE 48
S5 \~ TAKE PICT
\~Bella sekali lagi hanya bisa diam, membiarkan Nick menikmati semua ini. Membiarkan pria itu terus larut dalam kebahagiaan. Karena memang hanya hal ini yang bisa Bella lakukan untuk Nick.\~
_______________________
Bayangan wajah Nick memenuhi iris mata Bella, begitu pula dengan Nick, netranya menangkap sempurna bayangan wajah Bella. Bella melirihkan suaranya, menimbulkan kesan sensual yang begitu menantang jiwa lelaki Nick.
“Make me shine, Nick!” bisik Bella.
“As you wish, My Queen,” bisik Nick.
Nick mengecup dahi Bella, hidung mereka saling bersentuhan, Bella memejamkan mata, mencoba merasakan hembusan hangat napas mereka yang saling bersahutan. Dadanya bergerak naik turun mengatur irama napas yang tersengal. Nick menyelipkan tangannya di belakang tengkuk Bella, menciumnya dengan penuh gairah, begitu panas dan dalam. Ia berhasil membuat wanita cantik itu lemas karena pesona gerakan bibirnya.
Nick mengulumm bibir tebal Bella, menghisapnya pelan dan memainkan lidahnya mengabsen seluruh rongga mulut Bella. Mereka saling bertukar saliva, menikmati rasa manis yang terkecap di antara ke duanya. Meleburkan cinta, gairah, dan nafsu menjadi satu.
Bella merangkuh punggung Nick, membuat tubuh mereka merekat lebih erat. Bella mengayunkan senyuman manis sebelum kembali melanjutkan ciumannya. Nick mengelus paha Bella, menariknya naik ke dalam pangkuannya.
“Hah ..., Nick!” Bella merancau, ia kehabisan napas karena ciuman Nick semakin meningkatkan hasratnya.
“Arh ..., Bella, kau begitu cantik, begitu menggairahkan, begitu membuatku menginginkanmu,” rancau Nick juga.
Bella hanya diam dan mengangguk, mencoba menepis rasa bersalah yang menyelimuti hatinya. Memilih untuk menggantinya dengan kebahagiaan dan luapan cinta.
Malam itu mereka bermain cinta seakan tak pernah lelah. Menghabiskan tiap detiknya dengan gerakan tubuh yang sensual, deruan napas yang mendessah, dan kecupan manis yang tak terlupakan.
— MUSE S5 —
Esoknya, semua crew sudah stand by. Nick memimpin jalannya proses shooting pembuatan video clip dengan Bella sebagai modelnya. Tak butuh waktu lama bagi Nick memberikan pengarahan kepada teman-temannya. Mereka mendengarkan dengan seksama brifing singkat dari Nick.
Mereka memakai studio indoor di kampus sebagai tempat syuting. Menggunakan green screen dan akan mengedit background nantinya.
“Aku sangat tegang, Nick.” Bella memainkan tali kimono santin yang menutup kostumnya.
“Santai saja, Bella. Lakukan seperti saat kau menari di club atau lounge.” Nick mengelus wajah Bella.
“Aku memang sering menari dihadapan ratusan pasang mata. Tapi tak pernah shooting seperti ini. Aku takut melakukan kesalahan.” Bella menggigit bibirnya.
“Tenang, Bella. Kalau salah tinggal di ulang.” Nick menyentuh bibir ranum Bella, dan mengecupnya.
“Nick!” protes Bella, Nick menciumnya di depan begitu banyak orang. Membuat mereka semua bersorak.
“Hehehe ... nggak tahan godaannya.” Nick mengerling nakal dan menggandeng Bella.
•
•
•
“Ayo cepat bersiap. Sudah hampir dimulai.” Tepuk Nick memberi arahan.
Semuanya menuju ke pos masing-masing. Nick duduk pada kursi dekat monitor. Melirik ke arah monitor yang terbelah menjadi empat bagian. Kamera 1 nampak depan, kamera 2 dan 3 nampak kanan kiri, kamera 4 bergerak bebas.
Setelah kamera set, audio set, dan artis-artisnya set, Nick membuka suara. “Camera on! Audio on! Take one. Satu, dua, rolling and action!”
Musik mengalun, Bella tersenyum simpul, ia mulai bergerak memutar tubuhnya pada tiang. Gerakan-gerakan sensualnya menghilang, kaku dan blank!! Koreografi yang dibuatnya bersama Nick pagi ini hilang semua.
“Cut!!” teriak Nick.
“Again! Camera on, Audio on, take two, Rolling and Action!” teriak Nick lagi memberikan arahan.
Bella lagi-lagi melakukan kesalahan. Membuat Nick terpaksa menghentikan proses rekam.
“Cut!”
“Maaf!!” seru Bella, ia membungkuk pada semua crew.
Nick berlari ke arah Bella. Bella berkaca-kaca, takut Nick marah padanya. Padahal Bella sudah berusaha profesional seperti biasa. Tapi dengan banyaknya kamera yang mengarah padanya benar-benar membuat nyali Bella ciut.
“Bella, tatap aku!” Nick mengangkat dagu Bella.
“Sepertinya aku gerogi, Nick.” Bella melirihkan suaranya.
Nick tersenyum, kenapa Bella malah terlihat begitu menggemaskan saat ini? Membuat Nick sangat mencintainya.
“Terus tatap mataku saja, Bella. Tatap aku seakan kau hanya menari untukku. Berikan sorot menggoda dan juga penuh pesona seperti Bella biasanya.” Nick menepuk pundak Bella, menyalurkan rasa hangatnya.
“Baik, Nick.”
“Jangan lupa teruslah tersenyum.” Nick mencubit pipi Bella.
“Oke.”
“Tarik napas, Bella!! Tarik yang panjang!!” Nick mengibaskan tangannya seakan memberi kode Bella untuk meraup udara sebanyak mungkin.
“Huuuhh ... Hahhh ...!” Bella bernapas sepanjang mungkin.
“Good, Baby. Ready?”
“Yeah.”
Nick tersenyum sebelum kembali pada posisinya. Semua crew kembali pada posisi, memulai.
Bella mulai kembali menari, ia memutari tiang, sesekali menatap nakal ke arah Nick. Membuat Nick tersenyum. Bella melakukan semua nasehat Nick. Menari hanya untuknya, bukankah memang Nick adalah MUSE nya? Inspirasinya?
Bella melenggok perlahan, lalu berputar, mengaitkan kakinya untuk naik ke atas. Lalu ia berputar pelan, membalik badannya dan membuat huruf V besar. Menekuk kakinya dan berputar kembali pada tiang. Bella terus menatap Nick, walaupun memang sesekali ia memainkan matanya yang mempesona ke arah kamera lainnya.
Nick terus tersenyum puas, ia mengangkat jempolnya sebagai kode bahwa tarian Bella sangat indah.
Bella terpacu, ia lebih bersemangat, menari dengan luar biasa. Membuat gerakan-gerakan indah nan sensual yang membuat semua crew terkagum-kagum.
“Cut!! Good!!” Nick berteriak gembira.
“Bagaimana?” Bella menghambur masuk dalam pelukan Nick, berlari di atas sepatu heels setinggi 25 cm.
“Hasilnya sangat luar biasa, My Queen.” Nick memeluk Bella.
“Sungguhkah?” Bella terlihat kegirangan.
“Besok kita shoot dengan kostum ke dua OK? Setelah proses shoot dan editting nya selesai aku akan menunjukannya untukmu.” Nick mengecup kening Bella.
“Baiklah.” Bella tersenyum puas.
•
•
•
Setelah satu minggu yang panjang, akhirnya semua proses syuting berakhir. Semua tim menyusun gambar, video, dan memasukkan audio. Semuanya tampak antusias mengerjakan segala sesuatunya dengan baik mengingat betapa cantik dan hebatnya bintang mereka.
“Terima kasih kerja kerasnya. Aku akan mentraktir kalian minum.” Nick mengangkat gelas bir. Mereka memang sedang berkumpul pada sebuah kedai minum untuk merayakan keberhasilan syuting kali ini.
“Siap!” Mereka ikut mengangkat gelas.
“Kau juga harus minum, Bella.” usul seseorang.
“Benar, minumlah, Bella! Kau yang paling bekerja keras di antara kami semua. Kau harus merayakannya,” ucapannya didukung semua crew.
“Ah, baiklah. Aku akan minum sedikit.” Bella mengambil segelas bir dan meminumnya dengan cepat.
“Ahh!!! Errgh ...!” Bella bersendawa setelah berhasil minum. “Ups!!”
“Hahaha ...!” Semua tergelak.
“Ck, belepotan!” Nick menghapus sisa busa bir di sekeliling mulut Bella.
“Kalian memang pasangan serasi!! Kau hebat, Nick!! Bagaimana bisa menemukan wanita secantik ini? Diam-diam kau petualan juga!!” Sorak sorai godaan terus menghujani mereka berdua. Nick tertawa paling lebar. Saling bercanda dan sesekali melemparkan pertanyaan kotor yang membuat wajah Nick memerah. Bella hanya tersenyum melihat semua teman Nick menggoda kekasihnya.
Bella sekali lagi hanya bisa diam, membiarkan Nick menikmati semua ini. Membiarkan pria itu terus larut dalam kebahagiaan. Karena memang hanya hal ini yang bisa Bella lakukan untuk Nick.
Kau layak bahagia, Nick, walau tak bersamaku, gumam Bella dalam hati.
Triiing ... 🎶
Bunyi ponsel membuat Bella berjengit. Ia bergegas mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang meneleponnya di malam selarut ini?
Aunty Elise? Ada apa malam-malam begini? Bella tertegun, ia bergegas keluar dari hirup pikuk kerumunan agar bisa dengan jelas mendengar suara Elise.
Bella berencana akan pulang ke desa besok bersama dengan Nick. Namun telepon dari bibinya sungguh membuat hati Bella tak tenang.
“Hallo, Aunty, ada apa?” sapa Bella, firasatnya tidak baik.
“Be—bella!! Aiden ... ya, Tuhan, Aiden!!” Elise terbata-bata.
“Ada apa dengan Aiden??? Bicara yang jelas, Aunty!” teriak Bella, hatinya langsung berdesir ketakutan.
“Bella, Aiden ....”
Bella mendengarkan penuturan Elise dengan seksama, hatinya langsung ambles. Ibu mana yang tidak ketakutan saat mendengar hal yang berhubungan dengan keselamatan anaknya.
“Tidak!! Aiden,” tangis Bella panik.
— MUSE S5 —
Di like donk, comment, dan juga vote!!
Banyakin donk votenya.
Sekilas inpo :
Readers budiman: thor, cerita dikit donk keseharian othor kalau di rumah ngapain aja?
Othor Rengginan : bobok, update, rebahan, bales komen, rebahan lagi, makan, tiduran.
RB : kaya anj1ng laut donk Thor.
OR : bukan, kaya sapi laut.😒
RB : bucinnya nggak ingetin tu thor?
OR : dia malah suka, katanya biar idul adha next years laku mahal.😌
RB : ow, jadi mau di kilo in?
OR : mungkin (sambil ngupil)
RB : malah bangga 😅