MUSE

MUSE
S5 ~ EXTRA PART



MUSE S5


EPISODE 54


S5 \~ EXTRA PART


\~ Mencoba menghapus bayangan wajah Queency dan juga tubuhnya yang menggairahkan. Rasanya sungguh tidak nyaman saat hasrat itu memuncak dan tak ada kesempatan untuk menyalurkannya.\~


__________________


AUTHOR POV


“Kenapa tertawa?” Nick keheranan.


“Ck, dasar lelaki. Bilang belum bisa mencintai, tapi ciuman saja sudah langsung mengeras begini!” Queency menggoda Nick, tak tahan lagi dengan serangan keras yang mencoba menembus kain tipis yang menutup bagian paling pribadi miliknya.


Wajah Nick langsung berubah, merah dan panas. Nick mengumpati dirinya, “Ah, sialan!”


“Hahaha, bangkitlah, Nick!” Queency membantu Nick bangkit.


“Aku mandi dulu,” pamit Queency.


“Baiklah.”


Queency tersenyum sebelum meninggalkan Nick masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri.


Nick duduk di sofa, menggaruk kepalanya, meminum cepat sekaleng bir di depannya. Mencoba menghapus bayangan wajah Queency dan juga tubuhnya yang menggairahkan. Rasanya sungguh tidak nyaman saat hasrat itu memuncak dan tak ada kesempatan untuk menyalurkannya.


“Argh!! Nick!!” Nick mengusik kepalanya sebal.


Tring ... 🎶


Suara ponsel mengalihkan perhatian Nick.


“Siapa?” gumam Nick.


MOMMY:


Pilih salah satu Nick


Mommy kirimkan beberapa foto


Gadis muda cantik dan berpretasi


Ya, ampun, belum genap satu jam Kalila menelefon Nick malam ini dan dia sudah berhasil mengumpulkan beberapa gadis cantik untuk dijadikan pasangan kencan buta.


Nick menggeser-geser foto yang dikirim oleh Kalila. Mencoba mencari wanita yang mungkin cocok dengannya, namun tetap saja, tak ada yang bisa mengalihkan pesona Bella, bahkan setingkat artis seperti Queency.


NICK:


Tak ada yang suka Mom.





“Anak itu!! Nyebelin banget sih? Mau sampai kapan dia betah menjomblo,” gerutu Kalila, ia terus mondar mandir di dalam kamar seperti setrikaan.


“Nanti juga nyari sendiri, tenang sajalah, aku dulu menikahimu juga tak lagi muda,” jawab Arvin, kaca mata bacanya melorot ke bawah.


“Ugh!! Aku hanya khawatir dia tak bisa move on dari wanita itu.” Kalila duduk pada tepi ranjang, kembali memencet nomor ponsel anaknya.





Tring ... 🎶


Nick mendesahh sebal saat melihat nama dan wajah Kalila memenuhi layar ponselnya. Tak hanya telefone, kini Kalila melakukan Video call.


“Hallo, Mom,” sapa Nick, ada keterpaksaan dalam nada bicaranya.


“Nick! Bocah nakal! Pilih salah satu untuk berkencan buta atau Mommy yang akan memaksamu menikahi salah satunya.” Kalila kehabisan kesabaran, Nick sudah berumur 31 tahun saat ini, dan dia sama sekali belum berpikir untuk menikah.


“Ck, Mom, jatuh cinta itu bukan pekara mudah,” sergah Nick.


“Tapi kalau kau tak mau mencoba untuk mengenal wanita terlebih dahulu kapan akan jatuh cinta? Nungguin tua? Kayak Daddy? Terus mencari daun muda di pelelangan?”


“Hei ... hei!! Kalila, Baby!!” protesan Arvin terdengar juga.


“Puft ...,” gelak Nick.


Tiba-tiba wajah Kalila terlihat syok, matanya menyipit dan menatap layar ponselnya lebih lamat.


“Ow, jadi nggak mau dikenalin soalnya sudah ada cewek!! Kenapa nggak bilang?! Ah, kau ini bikin Mommy mubazir ngegas-nya.” Kalila mengangguk-angguk.


“Tidak! Siapa ...? Waa!!” Nick langsung menoleh, ternyata Queency sudah berada di belakangnya, mengintip dari balik kepalanya, membuat Kalila bisa melihatnya.


“Wah, itu Mamamu, Nick? Cantik sekali!” seru Queency.


“Iya, dia Mommy ku,” jawab Nick.


“Aku harus menyapa calon mertuaku.” Queency tanpa ragu meloncat ke samping Nick.


“Siapa calon mertuamu?” Nick syok, dia belum setuju untuk menjadi kekasih Queency, hanya baru belajar membuka hati.


“Hai, Aunty!! Aku Queency, calon menantu yang baik dan juga cantik.” Queency membanggakan diri.


“Hai, Queency!! Bukankah kau pemain dalam drama Nick??” Kalila terkejut.


“Benar, aku pemain Bella.”


“Wah, tak ku sangka kalian terlibat cinlok!” Kalila sangat riang.


Nick membiarkan ponselnya berpindah tangan kepada Queency, sudah tak ada lagi kesempatan baginya untuk menjelaskan kesalah pahaman yang semakin menjurus ke ranah yang salah ini.





Gila hampir satu jam mereka ngobrol!! Ngobrol apa coba?! Seru Nick dalam hati, itu kok bisa mulutnya nggak berhenti berkata-kata? Kok bisa nggak kehabisan bahan? Kok bisa langsung dekat begitu saja? Nick tak habis pikir, Queency ternyata sangat supel dan periang.


“Aunty ingin bicara, Nick!” tukas Queency, ia memberikan ponselnya pada Nick.


“Ya, Mom?”


“Ajak Queency pulang minggu depan!! Kami ingin mengenalnya lebih dalam!” Perintah Kalila.


“Mom!” Protes Nick.


“Kenapa?”


“Ah, tidak! Baiklah akan aku ajak Queency pulang minggu depan.” Nick memilih pasrah, ia tak bisa meluruskan benang yang terlanjur kusut ini di telepon.


“Asyiikk!!” Queency berteriak bahagia.


“Ck, dasar!” Nick berdecak dan mematikan ponselnya.


— MUSE S5 —


Akhirnya, Nick terpaksa membawa pulang Quenncy ke kota S akir pekan ini. Queency terlihat begitu bahagia, seolah tak sabar lagi mengelilingi kota kelahiran Nick itu.


“Kau tak ada jadwal syuting atau pemotretan?” tanya Nick.


“Nggak, sudah aku tunda sampai minggu depan. Aku belum terlalu terkenal dan punya jadwal on air yang padat, Nick.” Queency dengan antusias memandang ke luar jendela, menikmati pemandangan yang terlihat saat mereka melaju kencang di tol.


“Thanks,” jawab Queency.


Setelah perjalanan panjang yang melelahkan mereka sampai pada kediaman Nick di kota S. Dari dalam rumah Kalila menghambur keluar untuk memeluk putra pertamanya, disusul oleh Arvin.


“Gabby? Levin?” tanya Nick penasaran, duo krucil tak terlihat menyambut kedatangannya.


“Gabby ada perform, Levin ada kencan,” ulas Kalila.


“Ah, dasar, mereka tak peduli Abangnya datang!” kata Nick sebal.


“Sudahlah, lupakan mereka, lebih baik kau ajak Queency masuk, kalian pasti lelah.” Arvin menepuk pundak Nick.


“Hallo, Uncle, Aunty, namaku Queency, aku pacar Nick!” seru Queency dengan lantang, ia melingkarkan lengannya pada siku tangan Nick.


“Queency!”


“Ck, nggak usah malu-malu, Nick. Kami juga pernah muda.” Kalila bersitatap dengan Arvin seakan memimta dukungan.


“Benar! Sudah ayo masuk! Mommy-mu sudah masak banyak malam ini.” Arvin merangkul pundak anaknya.


“Ini kamarmu, Queen. Bergegaslah mandi, kami menunggumu di meja makan.” Nick mengantar Queency masuk ke dalam kamarnya, sementara malam ini dia akan tidur bersama Levin.


“Oke.” Queency menerima kopernya dari tangan Nick.


Queency memandang kamar Nick dengan terkagum-kagum. Kamar itu seluar apartemennya saat ini, lalu ada beberapa lemari kaca yang penuh dengan action figur koleksi Nick sendari kecil. Ada juga berbagai macam piala penghargaan yang diterima Nick selama menjadi pelaku seni dalam perfilman dinegara ini.


Queency menatap langit-langit kamar, ruangan itu didominasi dengan warna biru navy yang berat, cocok untuk pria maskulin seperti Nick. Lalu ada ruang ganti yang cukup besar sebelum masuk ke dalam kamar mandi dalam.


“Ugh bau Nick!!” Queency terlihat sumringah saat membuka lemari pakaian Nick. Ia membau kemeja-kemeja lengan panjang yang mengeluarkan aroma khas seperti tubuh Nick.


Ah, ini mendebarkan. Queency menggesekkan kemejanya pada pipinya yang mulus.


Gadis itu berjalan riang, membuka semua pakaiannya dan bergegas mandi. Setelah menikmati mandi air hangat yang menyegarkan, ia langsung bergegas menyahut salah satu kemeja Nick dan memakainya.


“Queency kenapa kau begitu la ... ma?” Nick membuka pintu kamar dan mendapati Queency sedang memakai kemejanya.


“Ini ... em ... bisa aku jelaskan!!” Queency panik.


“Ck, ck, ck, secinta itu ya sama aku?!” Nick berdecak meledek Queency.


“Nick!! Jangan begitu donk!” Wajah Queency menghangat. Membuat Nick harus mengakui bahwa Queency begitu imut saat tersipu malu.


Nick masuk ke dalam kamar, mendekati Queency. Ia sedikit menunduk untuk menatap wajah cantik Queency yang semakin merona merah, dengan segera ia menyelipkan tangannya pada pinggang Queency. Menariknya agar tubuh mereka saling beradu seakan tak ada jarak yang memisahkan keduanya.


“Nick ...,” lirih Queency.


“Sepertinya aku jadi nggak nafsu makan.” Nick mendekatkan wajahnya, hendak mencium bibir sexy Queency.


“Kau nafsu yang lain, ya?” ledek Queency, ia mengelus dada bidang Nick. Mereka semakin mendekatkan wajah sampai bibir hampir bertemu dengan bibir.


Klek!!


“Anak-anak makan dulu!” Kalila masuk disaat yang tidak tepat.


Nick langsung melepaskan dekapannya, membuat gadis itu hampir terjatuh. Queen bergegas membetulkan posisinya sebelum menjawab, “erm ... kata Nick dia tak nafsu makan, Aunty.”


“Queency!!” Nick membungkam mulut Queen.


“Ayo turun dan makan.”


“Baik Mom.”


Akhirnya mereka berdua menurut, memilih turun dan menikmati makan malam terlebih dahulu. Nick menatap wajah Queency yang sedang asyik menyantap semur daging dengan sepiring nasi. Tak ada rasa bersalah, padahal lagi-lagi gadis itu telah berhasil meningkatkan gairan Nick. Memuncakkan hasratnya yang sudah lama tak tersalurkan.


“Cepat selesaikan makanmu!” bisik Nick.


“Kenapa? Kau mau melanjutkan yang tadi?” balas Queency lirih.


“Bukankah sudah seharusnya kau bertanggung jawab, Queen!” Nick menendang pelan kaki Queency.


“Panggil aku My Queen dan aku akan berikan kau servis ekstra!” Kedip Queency nakal.


“Kalian bicara apa, sih? Kenapa bisik-bisik?” Kalila menatap heran ke arah mereka berdua.


“Ini Aunty, Nick mau ajakin Queency mainan ular,” cengir Queen, Nick langsung mendelik. Kalila dan Arvin syok sampai berhenti menyuapkan nasi masuk ke dalam mulut mereka.


“Maksud Queency ular tangga, kok!” Queen melirik nakal pada Nick.


“Iya, ular tangga!! Bener!” sela Nick panik, ia langsung meneguk habis air putih dan menggandeng Queency naik ke atas. Takut gadis nakal ini semakin ngelantur yang enggak-enggak.


“Malam Uncle, Aunty!” lambai Queency.


Saat di atas Queency berucap lirih sambil terkikih geli, “kami main ular tangga dulu, ya, tapi mainnya sambil manjat gunung.”


Nick hanya bisa bergeleng dengan kelakuan Queency yang kekanakan.


BLAM!!


Pintu kamar tertutup.


“Langsung?”


“Apanya?”


“Mainan ular tanggalah?!”


Nick langsung mendorong tubuh ramping Queency sampai rebah di atas tempat tidur. Dengan segera Nick mengunci pergelangan tangan Queency.


“Jangan sampai kepatok ular nanti bengkaknya 9 bulan!” Nick balas menggoda Queency sebelum melummat bibir tebalnya yang sexy.


“Sialan!!” Queency mengumpat tapi tetap memeluk tubuh Nick.


“Are you ready, My Queen?” tanya Nick.


“Sure, My King!”


— MUSE S5 —


Vote donk!! Hiks ... demi author rengginan biar femes.


Jangan lupa di Like, terus di comment.


PENTING!!!


GIVE AWAY MENANTI!!


Caranya cukup baca novel Author yang judulnya GORESAN WARNA PELANGI!! Share ke media sosial kalian, kalau IG, mention @dee.Meliana. Lalu Vote!!


3 orang VOTER TERBANYAK AKAN MENDAPATKAN BUKU GORESAN WARNA PELANGI. Di tutup tanggal 1 Oktober 2020 jam 12 siang. Diumumkan tanggal 2 Oktober 2020.


Thanks, Gaes. Kalian amazing!!


Sinopsis:


Kehidupan itu bagaikan warna-warna pelangi, kadang merah, kadang biru, kadang jingga. Kadang bahagia, kadang sedih, kadang marah, kadang ceria.


Namun..., bukankah warna-warna itu yang membuat pelangi menjadi indah?


Kisah Anggun dan Arya bagaikan pelangi, membawamu naik dan turun menikmati indahnya cinta, dalamnya rasa, dan sakitnya kenyataan.


Ternyata beda antara cinta dan benci hanyalah setipis benang. - Anggun.


Aku cemburu pada orang yang telah tiada. - Arya


a beautiful love story