
MUSE S3
EPISODE 128
S3 \~ HATE YOU
\~ Setidaknya jangan lagi sakiti Leon kalau memang tak pernah bisa memberinya cinta! Atau.... Setidaknya lepaskan Leon agar dia bisa bahagia kalau memang kau mencintainya! \~
_______________
Aku berjalan dengan lesu, mengitari kawasan pertokoan sampai akhirnya kembali ke toko kami. Aku menggeser tanda CLOSE dan membaliknya menjadi OPEN.
Matahari meninggi dan hari mulai panas. Leon sama sekali belum terlihat. Baik di toko maupun gallery. Mungkin dia masih menunggu Kanna di rumah sakit.
Jam bergulir begitu cepat, aku hanya merenung sambil sesekali menghela napas panjang. Aku mencintai Leon sejak SMA, berarti sudah 7 tahun aku bertahan dengan cintaku. Aku berharap aku punya kesempatan untuk masuk ke dalam hatinya. Menggeser posisi Kanna di dalam hatinya.
Aku sedikit kecewa juga, melihat Leon lebih memilih menghabiskan waktunya menemani istri orang dibandingkan dengan tunangannya sendiri.
“Lova?” suara Kak Iksan terdengar.
“Halo, Kak,” cepat-cepat ku seka air mataku.
“Kau sendiri? Di mana Leon?”
“Eemp..., Dia membeli peralatan dan bahan.”
“Bukankah selama ini kau yang membelinya?”
“Hari ini dia ingin mencarinya sendiri.” Aku berbohong, aku tak ingin Kak Iksan mengkhawatirkan diriku. Nyatanya pria yang aku pilih sama sekali tak menginginkanku.
“O, begitu. Tapi kebetulan, Kakak ingin bicara denganmu.”
“Apa Kak?”
“Kakak akan dipindahkan ke cabang di luar negeri. Kakak belum bisa tenang kalau tak ada siapapun yang menjagamu.” ucap Kakak, ia menggenggam tanganku.
Hatiku sangat sakit. Kakak begitu peduli dan khawatir padaku. Sedangkan aku malah hanya memikirkan Leon setiap harinya. Aku malah terus bertahan dengan egoku yang selalu menginginkan cinta dari Leon.
“Tentu saja aku akan baik-baik saja Kak. Ada Leon.” Aku kembali berbohong, menyemangati Kakak.
“Kakak belum bisa tenang kalau kalian belum menikah. Tak ada ikatan selain lamaran secara lisan.” Kak Iksan mengelus wajahku, hangatnya sampai membuatku bergetar haru.
“Aku akan minta Leon menikahiku segera, Kak. Kau tak perlu khawatir, kejarlah cita-citamu.” Aku memeluk kakakku tercinta itu. Hati Kak Iksan terlalu lembut, berbeda denganku, aku cenderung kejam dan tak berperasaan dalam menghadapi orang yang mengusik kehidupanku.
“Oke, Oke, Kakak bisa tenang.” Kak Iksan menepuk pundakku.
Padahal aku sudah menaburkan garam, aku sudah berhasil membuat Leon dendam pada Kanna. Tapi, kecelakaan itu membuat Leon malah kembali iba padanya. Sangat menyebalkan. Aku harus melakukan sesuatu.
— MUSE S3 —
•••
Tiga hari berlalu, Leon tetap tidak pulang. Dan aku sudah tak bisa menunggu lagi. Aku harus bertemu dengan Leon. Kak Iksan menunggu kepastian hubungan kami.
Aku menghampiri rumah sakit, membawa sekeranjang buah untuk menjenguk Kanna. Aku yakin Leon pasti masih berada di sana. Menunggu di samping Kanna dengan wajah penuh rasa khawatir.
“Permisi.” Aku masuk ke dalam kamar VIP, suasananya terlihat begitu tenang.
Ternyata Leon tak berada di sana. Kanna sendirian, dia merenung seorang diri. Wajahnya terlihat begitu kusam dan pucat. Aku masuk dan meletakkan keranjang buah pada meja nakas.
“Siapa kau?” Kanna mengalihkan pandangan kosongnya ke arahku.
“Namaku, Lova, Kanna. Aku tunangan Leon.” jawabku dengan jujur.
Air mata Kanna kembali menetes, namun sekejap kemudian ia menghapusnya dan berusaha untuk tegar.
“Leon tidak di sini, ia berada di kantor polisi dengan Zean. Mereka saling memukul dan pihak Rumah Sakit melaporkan mereka ke kantor polisi.” Kanna menjelaskan situasinya. Aku melonggo tak percaya, Leon masih begitu mencintai wanita ini sampai rela memukul suaminya.
“Hahahaha..., kau sungguh luar biasa, Kanna. Kau bisa membuat dua orang laki-laki tunduk padamu.” Aku bertepuk tangan, memujinya, Ah, tidak, aku menghinanya.
“Bab1 gendut Kanna kini menjadi bidadari yang cantik.” Aku menghapus air mata geli yang ikut keluar karena tertawa.
“Kau?” Kanna terbelalak.
“Kita satu SMA dulu, Kanna.” Aku tersenyum simpul.
“Kau tau semua tentangku berarti, juga hubunganku dengan Leon?”
“Tau, aku bahkan tau anak yang kau kandung adalah anak Leon.”
“Dan kau bisa menerimanya?”
“Kenapa tidak? Aku mencintainya, walau dia mengkhianatikupun aku tetap mencintainya. Cintaku tak serapuh milikmu, Kanna. Yang bisa dengan mudahnya beralih karena ucapan orang tua dan obsesi dirimu.” Aku mengangkat punggungku dari sandaran kursi.
“Kau?!”
“Aku yang membuat Leon membencimu!! Aku yang membuat Leon tak lagi mencintaimu!” benci saja aku Kanna. Benci aku agar rasa bencikupun semakin kuat.
Aku akan menghancurkan wanita ini, sampai dia menyerah akan perasaannya pada Leon. Pada singaku.
“Kenapa kau katakan hal itu padaku? Apa kau tak punya perasaan?” Kanna menangis.
BRAK!!
“Justru kau yang tak punya perasaan Kanna! Kau masih menikahi Zean walau tau itu anak Leon! Kau masih berharap bisa mencintai Leon walau tau dia tunanganku!!”
“.....” Kanna hanya terisak.
“Kaulah yang menyedihkan!! Kaulah yang tak punya malu!!” umpatku geram, aku menggoncangkan tubuhnya.
Aku tak peduli lagi dengan kondisinya, emosiku memuncak. Setidaknya jangan lagi sakiti Leon kalau memang tak pernah bisa memberinya cinta! Atau.... Setidaknya lepaskan Leon agar dia bisa bahagia kalau memang kau mencintainya!
“Maafkan aku, Lova.” Kanna tertunduk malu.
“Jauhi Leon! Dia calon suamiku.”
“Hiks...,”
“Kau menjijikkan Kanna!I hate you ! Aku membencimu sampai ke dalam nadiku! Aku membencimu sampai ingin rasanya membunuhmu dengan kata-kataku.”
Aku keluar dari ruangannya. Membanting pintu kamarnya. Menemuinya malah membuatku semakin geram dan emosi.
“Brengsek! Kalian semua brengsek!!” umpatku lagi.
— MUSE S3 —
•••
Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam kantor kepolisian. Menjamin Leon agar dia bisa keluar. Pertengkarannya dengan Zean berujung pada saling menuntut di antara ke duanya.
“Kenapa kau begitu bodoh?” Aku bertanya dengan kasar padanya.
“Aku tak tahan melihatnya masih menangis memohon maaf pada Kanna. Gara-gara dia anakku meninggal!” Leon menjawabku dengan nada tak kalah kasar.
“Lalu kau bisa apa? Tak ada yang bisa kau lakukan Leon! Kanna istrinya, dan anakmu sudah meninggal! Bertengkar dengannyapun tak akan merubah apapun.” Aku mencoba menyadarkan kebodohan Leon!
Leon terdiam. Aku tau hatinya pasti sedih dan terluka. Ia bahkan tak pernah sempat mengetahui keberadaan anaknya sama sekali. Begitu tau anak itu sudah meninggal dalam kandungan Mamanya. Ironi macam apa ini Tuhan?!
“Harusnya kau membenci Kanna karena telah menyembunyikan keberadaan anak itu! Bukan malah menghajar suaminya yang tak tau apa-apa!” sekali lagi aku menebarkan garam di atas lukanya.
“Kau pikir saat ini aku tak membenci, Kanna? Aku mencintai sekaligus membencinya! Hatiku juga berat, Lova! Aku sendiri tak bisa mengubahnya! Rasa ini terlalu kuat untuk aku lawan! Tak taukah kau aku mencintai Kanna sejak kami belajar berjalan?!” Leon berhiperbola, tapi aku memang tau, Leon mencintai Kanna sejak mereka masih kecil.
“Tak taukah kau bagaimana rasanya membenci orang yang begitu kau cintai?” Leon melanjutkan ucapannya.
“Leon...!” Aku berusaha memotong ucapannya.
“Bagiku Kanna adalah segalanya. Dia hidupku, Lova! Salahkan aku yang menjadi bodoh karena cinta!” Leon berbalik dan hendak meninggalkanku.
“Tapi aku juga mencintaimu, Leon. Dan kita bertunangan! Orang tuamu menyuruhku menjagamu! Dan Kakakku berharap kau bisa menjagaku!” Aku mulai menangis, menyesali rasa cinta yang tak pernah terbalaskan ini.
“Lupakan aku, Lova. Aku tak pernah bisa menghapus Kanna dalam hidupku.”
“Baiklah kalau begitu!! Jangan salahkan aku bila ikut menjadi bodoh!! Jangan salahkan aku bila menjadi orang yang jahat!” teriakku, kini pupus sudah harapanku.
Cintaku tak pernah menyambut perasaanku, singaku tak pernah sekalipun memandang keberadaanku.
Baik Kanna, Leon, Zean, dan aku sama saja. Kami buta karena cinta!
— MUSE S3 —
Lova ada benarnya juga.
Tapi Kanna kasihan
😭😭😭
Last day fasting!! yeee.. ejoy Ramadhan with love dear!!❤️❤️
Saya mengucapkan selamat idul fitri ea..
Mohon maaf lahir dan batin. 🙏🏻🙏🏻
Terima kasih sudah menjadi pembaca yang luar biasa.
Kalian emezing.
❤️❤️❤️😘😘😘
MUSE UP!!
YUK DUKUNG CINTA KANNA DAN KISAH HIDUPNYA.
VOTE, LIKE, dan COMMENT
PASTIKAN KALIAN PENCET TOMBOL LIKE DAN VOTE YA BAE!!!
Terima kasih sudah membaca,
Terus Sebarkan rasa cinta untuk banyak orang. Dan berbuat baik bagi sesama
Love,
Dee ❤️❤️❤️