MUSE

MUSE
S6 ~ TERBAKAR HANCUR



MUSE S6


EPISODE 11


S6 \~ TERBAKAR HANCUR


\~Krystal telah membuang segalanya demi cintanya pada Ivander. Ia bahkan merelakan Jae Hyung, lelaki baik yang menemaninya empat bulan belakang ini dengan senyuman hangat. Ia bahkan menyakiti hati Gabby yang tulus mencintainya. \~


____________________


(Like dan vote sebelum baca ya ... makasih ❤️❤️)


•••


Beberapa hari setelah kembali berkencan dengan Ivander, Krystal merasa tak lagi berselera menemani Jae Hyung. Dia terus mengelak saat pria itu hendak mencium atau sekedar merangkulnya. Krystal lebih sering meminta tolong pada Gabby untuk menemani Jae Hyung menikmati liburannya. Hal ini membuat Hyung geram, Gabby pun pasrah, tak mampu membendung lagi amarah Jae Hyung.


Sampai suatu ketika, Krystal dan Hyung bertengkar hebat karena Krystal mengembalikan cincin Jae Hyung, menolak lamarannya.


“Krystal? Apa salahku? Apa kurangnya aku?”


“Kau tidak salah, Oppa. Tapi sepertinya aku memang tak mencintaimu. Aku tak bisa bersamamu.” Krystal meletakkan kembali cincin itu pada telapak tangan Hyung dan menggenggamkannya.


“Krystal!!” bentak Hyung.


“Aku pergi.” Krystal berbalik.


“젠장 한 여자” ucap Hyung kasar.


(Wanita gila/ j4lang)


“English please!” sergah Krystal, wajahnya mencibir sebal.


“나는 확실히 당신을 죽일 것입니다” Hyung mengancam Krystal.


(Kau membuatku ingin membunuhmu!)


“Kau bilang apa sih, Oppa?! Kau kan tahu bahasa Koreaku tidak bagus!!” Krystal mendekati pria jangkung itu.


Tanpa ragu Jae Hyung mencekik leher Krystal, ia mendorong tubuh Krystal sampai mentok pada dinding kamar hotel. Cekikkan Jae Hyung membuat Krystal kesusahan bernapas. Ia berusaha memukul tangan Jae Hyung dengan sekuat tenaga, namun tampaknya pria ini jauh lebih kuat dari pada Krystal.


“Aakhh ... ee ... le—pas ... kan aku!!” Krystal meronta, wajahnya mulai memerah kehabisan oksigen.


“내가 당신이 속이는 것을 몰랐다고 생각하십니까?” geram Hyung. Matanya memandang nanar pada Krystal, kebencian dan sakit hati membuatnya hampir melewati batas.


(Apa kau kira aku tidak tahu kau bermain curang dibelakangku?)


“Uhk ... le ... pas!!” Iba Krystal, ia masih berusaha meronta walau lemas.


Jae Hyung melepaskan cekikkannya, ia merasa sangat benci pada sosok Krystal saat ini. Padahal baru beberapa hari yang lalu hidupnya terasa sangat bahagia dan juga komplit, sekarang malah terasa begitu hancur dan menyesakkan. Jae Hyung sudah tahu Krystal mengkhianatinya sejak peristiwa gigitan nyamuk itu. Dia bukan orang yang bodoh, siapa yang tak tahu kalau itu bekas sesepan seseorang?


Jae Hyung hanya diam, memilih untuk percaya pada cintanya. Memilih untuk percaya pada Krystal, berharap gadis itu mau menghentikan perlakuan curangnya. Namun bukannya semakin baik, Krystal semakin menjadi-jadi.


“Uhuk!! Uhuk!!” Krystal terbatuk, napasnya yang tercekat kini kembali. Krystal mengambil napas panjang dan mengisi paru-parunya dengan oksigen sebanyak mungkin.


Air mata Hyung menetes keluar, ia berjongkok sambil memeluk Krystal, “용서 해줘, 가다! 난 너를 잊을거야.”


(Maafkan aku, pergilah sebelum aku berbuat nekat!)


“Bicara apa kau?? Aku tak mengerti!” Krystal mendorong tubuh Hyung dan bergegas keluar. Ia takut Hyung akan kembali menyakitinya. Pria itu sangat menakutkan, baru kali ini Krystal melihat kilatan kemarahan di mata Jae Hyung begitu menyala terang. Krystal pun tak memungkiri kesalahannya, Hyung yang kecewa sudah pasti sangat membencinya.


“Sialan!!” umpat Krystal.


— MUSE S6 —


Esoknya, lima hari sebelum kematian Krystal ...


Krystal menatap layar ponselnya yang terus berkedip. Gabby mencarinya, ia terus menelepon Krystal. Menanyakan kabarnya karena sudah hampir satu minggu pasca putus dengan Jae Hyung, Krystal tidak pulang.


“Hallo, Gab,” sapa Krystal.


“Kau di mana, Krys?!”


“Menginap di hotel Gabby.”


“Hotel mana?”


“Hotel milik keluarga Ivander.”


“Kau gila!! Kau benar-benar sudah kehilangan akan sehatmu, Krys!! Bagaimana bisa kau memutuskan lamaran Jae Hyung begitu saja?!” Gabby sepertinya sudah mendengar kabar beritanya, mungkin dari Hyung.


“Aku tidak mencintainya, Gabby! Aku mencintai Ivander.”


“Ivander hanya menipumu! Dia tak mencintaimu,” sergah Gabby, penekanan nadanya sangat dalam dan keras. Gabby berusaha menyadarkan Krystal, cintanya buta, Ivander tak mungkin tulus mencintainya, dia hanya mau tubuh Krystal.


“Walaupun begitu aku tetap mencintainya, hiks ... setelah sekian tahun aku memendam perasaan ini, akhirnya aku bisa bersamanya, Gabby. Mana mungkin aku menyia-yiakannya,” isak Krystal.


“Kau gila?!! Kau pertaruhkan kebahagiaan dan masa depanmu hanya untuk pria yang tak mencintaimu?” cerca Gabby.


“Bukankah kau juga begitu?? Kau pertaruhkan kebahagiaan dan masa depanmu demi aku! Demi cintamu padaku! Yang sudah pasti tak terbalaskan.” Krystal menelan salivanya dengan berat, di ujung telepon yang lain Gabby tertegun, Krystal ternyata tahu perasaannya.


“Sejak kapan kau tahu?”


“Sejak kau mencium bibirku malam itu, Gabby! Sejak saat itu aku ingin lari dari bayang-bayangmu, aku merasa aneh dengan caramu mencintaiku.”


“Krystal ... aku ....” Gabby tercekat.


“Maaf, Gabby. Selama ini aku memanfaatkan cintamu untuk mendukung cintaku.” Krystal menunduk malu, ia mengorbankan Gabby untuk menemani Jae Hyung, sementara ia mengejar cinta Ivander.


“Lupakan, Krys. Maafkan aku karena mencintaimu.” Gabby meneteskan air matanya.


“Maafkan aku juga karena mencintai lelaki yang salah, Gab! Maafkan aku tak bisa membalas cintamu.” Krystal ikut terisak.


(Setelah deraian air mata dan suaran seseunggukan sesaat.)


“Lalu apa rencanamu sekarang?” Gabby akhirnya hanya bisa menuruti lagi kemauan Krystal.


“Ivander tak mungkin bertahan lama denganku, dia cepat bosan dan pasti akan mencari wanita lain,” ujar Krystal.


“....” Gabby terdiam, masih mendengarkan rencana Krystal.


“Aku akan bilang padanya kalau aku hamil. Dengan begitu dia tak bisa membuangku! Dia pasti akan menerimaku.”


“Krystal?!!” seru Gabby syok, Krystal rela menghalalkan berbagai macam cara demi mendapatkan Ivander.


“Aku tahu ini belum tentu berhasil, tapi tak menutup kemungkinan juga akan berhasil.”


“Ya Tuhan, Krys. Kau terus saja bermain api!” Gabby mengusap dahinya, bingung dengan kelakuan Krystal.


“Entahlah, Gab. Cinta itu aneh, kau sendiri juga tahukan? Kau pasti paham rasanya! Kau tetap ingin selalu bersamanya, menemaninya, melihatnya bahagia, walaupun sebenarnya kau tak pernah bisa meraihnya.” Krystal menangis, ia memandang Ivander yang baru saja datang.


“Krys ... hallo ... hallo ... tut ...!” Krystal mematikan sambungannya.


“Shit!!” umpat Gabby.





“Kau sudah datang?!” Krystal menghapus air matanya dan bergegas menemui Ivander.


“Yup, merindukanmu.” Ivander langsung menciumi leher jenjang Krystal.


“Hahaha, mandi dulu! Kau berkeringat.” Krystal mendorong dada Ivander yang keras.


“Nanti juga akan berkeringat lagi.” Ivander menarik pinggang ramping Krystal dan mendekapnya. Dengan segera Ivander meraup bibir Krystal, meluumatnya perlahan lalu semakin cepat dan tak beraturan.


Suhu tubuh keduanya memanas dengan cepat, rintihan kenikmatan terus lolos dari bibir tipis Krystal. Membuat Ivander semakin bersemangat.


“Mi Amore!” bisikkan manis Ivander bagaikan candu bagi Krystal.


“Argh ...!”


— MUSE S6 —


Ivander kembali mengajak Krystal ke apartemennya dulu. Di kamar apartemen ini Ivander selalu menempatkan wanita yang ia sukai. Tak terhitung berapa banyak wanita yang pernah tinggal di dalamnya, Krystalpun pernah menjadi salah satunya. Dia juga pernah diusir dari sana lantaran Ivander telah bosan padanya.


Krystal kembali, kali ini bukan dia yang diusir, namun dia yang mengusir penghuni lamanya. Seorang wanita cantik yang tak kalah glamor dan juga seksi darinya. Bedanya wanita itu seumuran dengan Ivander, lebih tua beberapa tahun dari Krystal. Rambutnya berwana merah kecoklatan, berpotongan trap sepanjang bahu.


“Hiks ...!” tangisnya pilu saat membereskan kopernya. Sama sepertinya dulu, wanita itu juga merenggek pada Ivander untuk tidak memutuskannya. Namun Ivander menolaknya, kata-kata umpatan dan makian terdengar dari bibirnya yang merah saat keluar meninggalkan apartemen.


“Aku pasti akan membunuh kalian berdua!!” geramnya sambil membanting pintu apartemen.


Sejanak hati Krystal luruh, ia pernah merasakan berada di posisinya. Sakit dan menyesakkan, rasanya begitu menohok masuk sampai ke ulu hati. Menimbulkan rasa mual dan aneh.


“Hoek!!” Krystal berlari ke kamar mandi, memuntahkan makanan yang di makannya.


“Krystal??” Ivander terkejut melihat Krystal muntah.


“Aku tidak apa-apa.” Krystal bangkit, bersandar pada dada Ivander agar pusingnya menghilang, trauma akan rasa sakit hati yang pernah ditorehkan Ivander membuatnya mual dan pusing.





“Sepertinya aku hamil.” Krystal berbohong, ia muntah karena tak tahan dengan perasaannya. Namun, bukankah kesempatan tidak datang dua kali? Kapan lagi bisa menarik hati Ivander.


Ivander tertegun sesaat, padahal ia sudah berusaha membuang benihnya di luar saat berhubungan dengan Krystal. Hanya satu kali ia kelupaan, benarkan dalam satu kali Krystal bisa hamil anaknya?


“Jangan bohong, Krys!! Bisa saja itu anak dari tunanganmu!” tuduh Ivander.


“Apa??”


“Kau tak melakukannya hanya denganku! Dan aku selalu menjaga agar kau tidak hamil!” Ivander berteriak, ia tak ingin mengakui bahwa Krystal hamil anaknya.


“Aku hanya melakukannya denganmu. Kami sudah berpisah cukup lama kau tahu itu!!” geram Krystal.


Ivander menjambak rambutnya, ucapan Mira terus terngiang di dalam benaknya. ‘Apa kau tak takut dia mencoreng martabatmu?! Merusak nama perusahaan dengan menghamili wanita j4lang dan membuat lagi seorang anak haram seperti dirinya?!’


“Tidak!! Ini tidak boleh terjadi!!” Ivander mengusap wajahnya kasar, dengan segera ia bangkit.


“Kau mau ke mana?”


“Mencari dokter, periksa kandunganmu, kalau benar kau hamil, gugurkan saja.” Ivander menatap Krystal dengan pandangan benci.


“Apa kau bilang??” Krystal membelalak, tenggorokkannya terasa kering dan tercekat.


“Aku tak ingin seorang anak, Krystal!” bentak Ivander.


“Tapi ke—napa? Ke-napa? Bukankah anak adalah anugrah?” Krystal terbata.


“Tidak, kalau dia terlahir sebagai anak haram.” Ivander sadar betul, tahu betul rasanya, tahu betul sakitnya, tahu betul penderitaannya.


“Anak haram?? Kau cukup menikahiku dan dia tak akan menjadi anak haram.” Krystal menarik tangan Ivander agar menyentuh perutnya.


“Sama saja, Papa akan memandangku sebelah mata kalau aku membawa wanita yang hamil sebelum menikah! Dan Mira pasti akan tertawa sambil menghinaku,” gumam Ivander, ia begitu benci kalau kelemahannya membuat wanita tua itu berhasil menghinanya.


“Bagaimana kalau aku tidak mau menggugurkannya?” Tantang Krystal.


“Aku akan memaksamu!! Walaupun aku harus menyeret dan membunuhmu!! Jadi berharaplah kau tidak hamil!” Ivander bergegas keluar dari apartemen. Ia membanting pintu sekencang mungkin.


“Hiks ...!” Krystal meneteskan air matanya, sekali lagi, ia harus menelan pahitnya pil kekecewaan dan penderitaan.


Harusnya rencananya bisa berjalan dengan baik, harusnya rencananya bisa berhasil. Harusnya Krystal akan mendapatkan hati Ivander dan menikahinya.


Krystal telah membuang segalanya demi cintanya pada Ivander. Ia bahkan merelakan Jae Hyung, lelaki baik yang menemaninya empat bulan belakang ini dengan senyuman hangat. Ia bahkan menyakiti hati Gabby yang tulus mencintainya.


Ivander benar-benar telah menghancurkan hidupnya, Ivander menghancurkan segalanya.


Hati Krystal hancur, ucapan Gabby tak salah, bermain api akan membuatmu terbakara. Kini Krystal benar-benar terbakar hancur, luluh lantah dan tak bersisa. Menjadi butiran debu abu yang berterbangan.


“ARGH!!!!” teriaknya pilu.


— MUSE S6 —


Jadi siapa yang membunuh Krystal???


Ivanderkah? Jae Hyung? Adrian? Wanita berambut coklat? Atau mungkin Gabby sendiri???


Ayo ditebak ditebak!! Siapa tahu dapet hadiah. Ciuman manis dari othor 😘


Wkwkwkwkkwkwkw ....


Jangan lupa gaes!! PO Goresan Warna Pelangi masih berlanjut terus, kumpulin poin kalian juga untuk ikutan give away ya!!


•••


Sekilas info unfaedah.


Lanjutan makan kepiting di warung Kang Subur, OThor Rengginan dan Bucin tercinta.


Bucin : nyampe, nanya dulu gih masih nggak kepitingnya, bertelur apa nggak, telurnya genap ap ganjil, kalau ganjil jangan mau, suru cari yang genep! 😒


OR : 🙄🙄🙄🙄


Bucin : yang ganjil-ganjil itu nggak enak tahu! 😒


OR : oh baiklah, Tuan. 🙄


Othor masuk ke dalam warung, nanya sama Kang Subur, kepitingnya masih nggak, nelor ga, genep ga?!


KS : ada kok, nelor semua, genep telornya.


OR : Alhamdulilah, ya Allah. Kesampean makan kepiting.


Bucin : gimana? 😒


OR : Sip, ada, ayo cuss makan!


Bucin : Sip.


Maka OR dan Bucinnya makan di warung, menikmati kepiting bertelor genap. Habis makan si Bucin godain kocheng liar yang dari tadi nungguin di bawah kolong meja.


Bucin : Pus meong, pus meong, siney, pus meong, puss ... 😽


OR : ngapain di panggil?


Bucin : mo aku kasih makan.


OR : ow gitu.


Setelah beberapa saat ...


Bucin : kochengnya nggak suka makan kepiting.


OR : serius?


Bucin : Ck, suaminya besok irit itu ma, nggak perlu keluar uang buat beliin kepiting. Nggak suka minta yang aneh-aneh, nggak suka halu minta motor sport, nggak suka halu minta suru bikin badan sixpack, ga suka halu suru permak wajah kaya le ming ho, apa dayaku yang punya istri banyak halunya. 😒


OR : 🙄🙄🙄🙄


Bucin : 😒


OR : nyentil nih ceritanya?


Bucin : kesentil ta?


OR : 🙄🙄🙄🙄


Iyalah kisanak!!