MUSE

MUSE
S7 ~ LEVIN MOVE ON??



MISE S7


Episode


S7 \~ LEVIN MOVE ON?


\~Levin benar-benar kelihatan banget galaunya, berbeda dari image pria macho yang muncul saat ia membelah jalanan pada sircuit balap. Memang cinta bisa membut manusia kuat pun menjadi lemah.\~


_________


Beberapa hari sebelumnya, hari libur bagi Levin dan hari membolos bagi Leoni.


Levin terbangun dengan kepala super berat akibat semalaman tidak tidur. Malam memang terasa panjang karena Levin menunggu chat balasan dari Leoni. Mereka bertengkar hebat sampai Leoni memutuskan untuk putus.


“Ck, sungguh pasangan ababil.” Inggrid masuk ke dalam kamar Levin dan berkacak pinggang. Kamar masih gelap padahal sudah pukul 10 pagi, sudah hampir setengah hari berlalu.


“Bukan urusan Kak Inggrid. Sana keluar!!” Levin kesal, ia menggulung lagi selimutnya kembali.


Levin benar-benar kelihatan banget galaunya, berbeda dari image pria macho yang muncul saat ia membelah jalanan pada sircuit balap. Memang cinta bisa membut manusia kuat pun menjadi lemah.


“Kenapa sih bertengkar terus?” tanya Inggrid, sebagai kakak kadang ia juga kasihan melihat hubungan keduanya yang cenderung banyak polisi tidurnya alias nggak pernah mulus.


“Bukannya dari TK mereka memang sering bertengkar?!” Gabby ikut masuk ke dalam kamar Levin.


“Hoo, sampai Mommy merasa nggak enak sama Kanna. Gila, anak ku selalu menjambak rambut anaknya sampai pitak!!” Kalila masuk dengan seteko teh panas dan juga roti tawar beserta selai-selai pendamping.


“Hahaha ….”


“Nggak lucu, itu masa lalu. Sekarangkan aku cinta sama dia.” Levin bangun karena mendengar tawa yang menyudutkannya.


Setelah membuka semua korden jendela dan membuat kamar Levin terang benderang, Kalila memindahkan sarapan pagi ini di kamar si bontot.


“Sarapan dulu!”


Mereka duduk bersama mengelilingi Levin, sarapan bersama yang hampir tak pernah di lakukan bersama karena semua sudah dewasa, sudah punya kesibukannya masing-masing.


“Kenapa wajahmu kusut?” tanya Inggrid.


“Leoni meminta putus.”


“Ya sudah putus saja.” celetuk Gabby sembari mengoleskan selai jeruk ke atas roti tawar.


Saat Levin hampir saja mendelik galak padanya, Kalila menyahut.


“Iya, Gabby benar. Putus saja dengan Leoni, Vin. sepertinya kalian perlu menata hati kalian masing-masing. Kalian tak pernah mengerti rasanya kehilangan jadi tak pernah tahu berharganya cinta yang kalian punya.”


“Mommy benar, sembari mendewasakan diri. Turuti saja apa kata Leoni. Putus … I mean … break sejenak mungkin bisa membuat kalian jauh lebih menghargai hubungan yang kalian bina saat ini.”


“Terus kalau ternyata Leoni kebabalasan gimana?? Kalau ternyata dia serius pengen putus?!” Levin menggigit roti tawar.


“Ya sudah, berarti kalian bukan jodoh. Berarti cinta kalian ya memang sedangkal itu.” Dengan blak blakan Inggrid mengutarakan konsekuensi dari keputusan mereka.


Levin menghela napas panjang. Benar, mungkin dengan break beberapa saat akan membuat mereka berdua lebih saling menghargai perasaan cinta mereka masing-masing. Tak lagi mudah marah dan mengucapkan kata putus seakan hubungan itu terbentang di antara benang tipis.


Levin menghabiskan sarapannya dan memulai hari yang baru. Benar, ia harus bisa move on.


...— MUSE S7 —...


“Ck, menyebalkan?? Kenapa dia tak menghubungiku lagi?” Leoni mendadak resah. Semalaman penuh Levin menghubunginya, kenapa siang ini berhenti??


Bisanya mereka akan tetap saling berhubungan meski sedang bertengkar sekali pun.


“Ck, tapi inikan keputusanku. Aku yang memutuskannya karena dia sungguh tak mau melepaskan impiannya.” Leoni membenamkan wajah ke bantal.


Leoni merasa gengsi, bukankah dia yang mengancam putus duluan. Dia jugalah yang meminta Levin untuk melepaskannya. Ah … baru semalam dan Leoni benar-benar menyesali keputusannya.


“Apa yang harus aku lakukan?!” Lama sekali Leoni berkutat dengan pemikirannya. Hati dan logika, perasaan dan egoisme, gengsi namun rindu. Haiz … sungguh ia merasa menjadi manusia terbodoh yang tak bisa memilih meski pilihan ada tepan di depan matanya.


Kenapa?? Kenapa juga Levin tak menghubungiku lagi??


Leoni mendadak kesal, sudah pukul tiga sore. Tak ada kabar apapun dari Levin.


Leoni selalu tersenyum saat ada notifikasi masuk di ponselnya. Tapi wajahnya pasti langsung tertekuk kecewa saat ternyata pesan berasal dari Kanna atau Leon yang saat ini ada di bandara menuju ke luar negeri untuk pameran. Wajarkan sebagai orang tua mereka mengingatkan Leoni untuk tidak telat makan.


“Haruskan aku menghubunginya duluan??” Leoni menghela napas panjang. Sangat panjang sampai membuatnya tenang dan mampu berpikir dingin. Benar, aku harus menghubunginya duluan. Aku yang memulai pertengkaran ini.


Leoni [Levin … maafkan aku ...


“Tidak … aku tak bisa, harusnya di yang meminta maaf karena membentakku!!” Leoni menghapus lagi teksnya … “Oh, tapi kan aku yang meminta putus lebih dahulu dan mengembalikan semuanya kepada Levin?!” Leoni menggaruk kepalanya dengan kasar, bingungkan … plin plan kan … argh … dasar wanita!!


Leoni memutar otaknya dengan keras. Nah, cara apa yang bisa seorang gadis lakukan untuk memperbaiki kesalahan?? Untuk meminta maaf terlebih dahulu tanpa membuang gengsi?!! (Ingat wanita selalu benar, hlo!)


Iya atau tidak sama sekali, Leoni!! Setelah kecambuk hebat terjadi di dalam batinnya Leoni pun memutuskan. Leoni mengirimkan pesan pada Levin.


Leoni [Aku sendirian di rumah.]


Hei!!!! Apa yang baru aku kirimkan?? Maksudku aku sendirian di rumah dan ayo kita bicara. Batin Leoni menjerit saat pesan teksnya terkirim sebelum genap satu kalimat, kenapa kesannya ia seperti kekasih yang haus belaian ya?? Dasar Singa ini, bikin gemas!


Leoni [Aku tunggu lima menit! Kalau tidak datang aku tak akan lagi bicara lagi denganmu!]


Nah, begini baru benar! Begini baru namanya tidak ada salah sangka. Leoni memang mengundang Levin untuk berbicara kan, bukan untuk ehem … melanjutkan yang kemarin.


“Argh!! Kau pasti sudah gila Leoni!!” Oh, ternyata Leoni memang merindukan yang semalam belum selesai, hihihi…


Sayang sekali … lima menit terlewati dan Levin tidak datang.


Sepuluh menit terlewati dan Levin juga tetap tidak datang.


Sampai satu jam … dua jam … tiga jam … Levin juga tidak datang. Membalas pesan pun tidak.


Wajah Leoni membetut karena terliputi amarah dan juga rasa kecewa. Kenapa Levin tidak datang.


Ternyata … sungguhkan cinta Levin sedangkal itu kepadanya?


Bahkan setelah lewat satu … dua … dan tiga hari kemudian.


Levin justru terlihat di sekolahan dengan gadis bernama Johana. Teman sekelas Leoni! Anak baru itu!!


KOK BISA??!!!! Sungguhkah Levin sudah MOVE ON??!


...— MUSE S7 —...


Hehehehe … memang ya, baru tahu rasanya berharga kalau sudah kehilangan … aish … masa muda. Siapa dulu juga yang pas pacaran ababilnya kayak Leoni sama Levin?? Wkwkwkwk … tapi itu justru kadang yang bikin kangen sama senyum-senyum sendiri menertawakan kebodohan. 😝😝🙈🙈