MUSE

MUSE
S7 ~ KEPULANGAN LEVIN



MUSE S7


Episode


S7 \~ KEPULANGAN LEVIN


\~Kalau memang ia begitu mencintai Leoni, tak sepantasnya ia mengabaikan perasaan gadis itu. Perasaan yang tulus mengkhawatirkan keselamatannya.\~


______


Levin tiba di Jakarta, ia memilih untuk tinggal satu malam di apartemen Nick, kakak lelakinya dan menjenguk Gabby, kakak perempuannya sebelum besok pagi-pagi sekali berangkat dengan pesawat ke kota S menemui sang pujaan hati.


Seperti malam-malam biasanya bila ada waktu luang, Levin pasti akan menghubungi Leoni. Keduanya bercakap lewat panggilan ponsel.


“Aku tak sabar untuk bertemu denganmu besok Singa,” tukas Levin.


“Kau harus menemui Daddy dan Mommy-mu dulu Vin. Mereka pasti juga sangat merindukanmu dan ingin menghabiskan waktu bersama denganmu.” Leoni menasehati Levin.


“Baiklah, kalau itu keinginanmu. Kita bertemu besok sore ya. Setelah kursus Balet aku akan menjemputmu.”


“Baik.” Leoni terlihat gembira.


Mereka berdua bercakap banyak hal, Leoni juga menceritakan tentang teman barunya di sekolahan. Johana yang begitu kasihan, hidup sebatanh kara tanpa saudara. Leoni bertekat akan menjadi sahabat dan saudara baginya.


“Aku bangga pada kekasihku!” Levin terkikih.


“Aku akan mengenalkanmu padanya, kami berjanji untuk doble date bila Johana sudah memiliki kekasih.” Ucap Leoni bersemangat.


“Untunglah aku lama berada di Indonesia. Jadi dia punya banyak waktu untuk mencari kekasih,” sahut Levin.


Leoni langsung terdiam, sejenak Leoni lupa siapa kekasihnya. Benar saja, cepat atau lambat Levin akan kembali ke Luar Negeri, kembali mengikuti balapan, kembali beradu adrenalin, kembali menantang maut, kembali bermain-main dengan nyawanya.


“Tak bisakah kau berhenti saja, Vin?? Bukankah kau sudah jadi juara dunia saat ini?? Impianmu sudah terwujud kan!!” Leoni mendadak terbawa perasaan. Ia langsung menghujani Levin dengan renggekan yang sama. Penyebab yang sama saat hubungan mereka merenggang terakhir kalinya.


“Tidak bisa, Sayang. Aku terikat kontrak dengan sponsor. Lagi pula aku masih muda, masa depan yang bisa ku raih masih sangat panjang. Dan bila memenangkan pertandingan hanya satu kali, namaku tak akan tercatat dalam sejarah.”


“Jadi kau punya impian baru lagii??? Kenapa sih, pria tak pernah merasa puas dengan apa yang mereka punya?? Setelah besok namamu tercatat dalam sejarah, apa lagi yang mau kau kejar, huh??” Emosi Leoni meledak, Levin mengeryitkan alisnya mendengar amukan Leoni.


“Kenapa tiba-tiba kau marah padaku?? Kau itu selalu saja seperti ini!! Selalu saja menyuruhku berhenti tanpa alasan yang jelas!!” Levin membentak balik.


“Tanpa alasan yang jelas??? Aku marah begini, dan juga memintamu berhenti karena aku mengkhawatirkan keselamatamu, Vin!! Aku tak bisa melihatmu terluka, dan bahkan meninggal.”


“Itu tak akan terjadi, Leoni!! Itu hanya ketakutanmu, kecemasanmu terlalu berlebihan!!” Levin mendengus kesal.


“Oh, jadi aku berlebihan?! Baiklah! Terserah saja bila kau lebih peduli dengan impianmu di bandingkan cinta kita!” Leoni mengusap kasar pipinya yang telah dibanjiri air mata.


Leoni menangis, ia menjatuhkan ponselnya. Menangis terisak-isak di dalam kamar. Levin pun begitu kesal, ia membanting ponselnya di atas ranjang dan mengusap wajahnya dengan kasar.


“Sial!!” Umpat Levin, padahal baru beberapa saat yang lalu mereka bercanda mesra selayaknya pasangan kasmaran pada umumnya. Sekejap kemudian sudah bertengkar lagi.


Levin merasa jengah, permasalahan yang timbul selalu saja karena hal yang sama. Renggekan Leoni untuk menyuruhnya berhenti dari dunia balap motor. Levin tak mungkin melakukannya, balapan adalah kegemarannya, hal yang juga dicintainya.


“Menyebalkan sekali, apa kau tahu jam berapa ini sekarang Bocah Gila?!” Nick melemparkan bantal pada adik bungsunya. Malam ini ia menginap diapartemen Nick.


“Baru juga jam sepuluh malam Bang!” Sahut Levin kesal, ia melempar balik bantal ke wajah Nick yang masih separuh sadar.


“Bertengkar lagi sama Leoni?? Dasar, kalian itu sudah bukan anak TK kan?! Sudah bukan remaja juga. Kalian sudah dewasa!! Kenapa masih bertengkar kaya kucing dan anjing?!” Nick bangkit dan mencari minuman. Padahal ia baru saja bisa tidur setelah seharian syuting. Levin sudah membuatnya kembali terjaga.


“Habis, dia selalu saja merajuk dan menyuruhku berhenti balapan. Pemaksa sekali! Tiap kali ia mengajakku bertengkar selalu itu masalahnya, membuatku bosan.”


“Kenapa? Memang apa alasannya?”


“Keselamatanku!! Dia bilang dia takut melihatku terluka.”


Nick bergeleng pelan, lalu mengeplak kepala si bontot cukup keras sampai membuatnya mendelik galak.


“Sakit!! Apa yang kau lakukan Abang lacnut?!”


“Dasar Bocah!! Tentu saja di mengkhawatirkanmu, dia cinta padamu!! Coba kau tanya Mommy dan Daddy, suru mereka berkata jujur, sudah pasti mereka juga akan menyuruhmu berhenti, tapi satu hal yang pasti, mereka tak akan mungkin mengkandaskan impianmu begitu saja hanya karena cinta mereka.” Nick mendengus.


“Makanya!! Alih-alih marah, lebih baik kau memahami kegundahan hati Leoni dan memintanya percaya padamu! Memintanya untuk mendukungmu, kau butuh dukungannya. Katakan juga kau akan selalu berhati-hati, yakinkan bahwa segalanya pasti baik-baik saja.” Nick memberikan nasehat, Levin terdiam. Ucapan Nick benar, selama ini mereka hanya saling menyahut, saling menyalahkan, saling bertahan dengan ego masing-masing. Tak pernah mau mengalah. Mungkin kini saatnya Levin mengalah.


Kalau memang ia begitu mencintai Leoni, tak sepantasnya ia mengabaikan perasaan gadis itu. Perasaan yang tulus mengkhawatirkan keselamatannya.


Levin bergegas mengambil ponselnya. Mengetik pesan singkat pada Leoni.


Levin [ Maafkan aku, Singa. Aku terbawa emosi sampai membentakmu. Besok kita bertemu ya, ayo kita bicara.]


Leoni membaca pesan dari Levin dan mencoba menelaahnya. Mungkinkah semakin lama jarak mereka justru semakin menjauh?? Leoni tidak mau hal itu terjadi. Tapi hatinya masih sakit, masih belum siap menghadapi Levin.


Levin menunggu balasan, namun Leoni tak membalasnya. Levin tetap bertekat akan menjemput Leoni besok. Mereka harus bicara, masalah mereka harus selesai.


...— MUSE S7 —...



...Baca novel baru saya, judulnya BULAN PURNAMA, kasih masukkan, kasih like tiap episodenya biar bisa naik ke beranda....


...Kacih Bebs ❤️...