
MUSE S7
EPISODE
S7 \~ TIDAK!!
Semua pembalap terlihat keget saat motor merah milik Levin berhasil kembali menyalip epic tiga motor lain di depannya.
___________
Suara mesin motor bersilinder besar mulai meraung tanpa henti, apa lagi saat lampu rambu-rambu menyala hijau. Dengan segera seluruh joki kuda besi itu melesat memasukki lintasan.
Leoni menonton dari bangku khusus milik para umbrella girl. Meski wajahnya menampilkan senyuman manis tak di pungkiri bahwa hatinya saat ini begitu berdebar-debar karena luapan perasaan. Leoni tentu saja mengharapkan Levin untuk menang.
Motor-motor dengan beragam merk dan warna terus mengitarai sirkuit balapan terbesar di negeri itu. Body motor penuh dengan tempelan stiker dari sponsor terkait. Itu berarti Mereka semua beradu adrenalin dan kemampuan demi nama besar tiap perusahaan sponsor.
Levin tak ingin kalah, ia terus memacu kendaraannya dengan sekencang yang ia bisa. Mengitari sirkuit, tiap kelokan dan juga tiap putaran begitu berarti. Ada puluhan pembalap, dan beberapa dari mereka menyandang motor dengan merk yang sama dengan milik Levin.
Pembalap di bagian depan adalah pembalap utama, sedangkan pembalap di bagian belakang biasanya mencari poin untuk kemenangan tim. Sudah sepantasnya bila mereka saling bekerja sama.
Levin kembali melesat, ia berada di bagian tengah, memang ini adalah pertandingan pertamanya, tentu saja Levin bukanlah pembalap utama, namun ia ingin menjadi yang pertama. Spot light hari ini bukan ditunjukan pada Levin, tapi pemuda itu ingin mendapatkan spotlight demi sebuah kemenangan dan hadiah dari kekasihnya.
“Ya Tuhan, Lindungi Levin.” Leoni dari bangku penonton hanya bisa melihat kekasihnya sembari memanjatkan doa.
Hati Leoni akan ambles tiap kali Levin melewati tikungan demi tikungan. Hati Leoni akan langsung ambles, tiap kali lutut Levin tertekuk sampai hampir menggesek aspal. Teknik yang biasa dilakukan oleh pembalap begitu melewati tikungan.
Tikungan tajam dan panjang biasanya menguntungkan pembalap yang ingin menyalip pembalap lain. Tapi tidak bagi Leoni. Hatinya berdesir miris, ia sangat ketakutan, takut terjadi sesuatu yang buruk bagi Levin. Takut terjadi kecelakaan, terjatuh, atau bahkan tabrakan yang tidak diinginkan. Yang bisa berakibat fatal.
Adrenalin Leoni seakan diperas, mengalir sama derasnya dengan adrenalin milik Levin. Namun berbeda dari Leoni yang ketakutan bila hal buruk menimpa kekasihnya, Levin justru menantang maut itu. Dua kali Levin menyelip di antara kawanan pembalap terdepan. Dua kali ia berhasil melewati lawannya dalam tikungan tajam dan panjang.
“LEVVVIIINN!!!” Semua keluarga Levin dan para sahabatnya bersorak histeris sampai meloncat-loncat girang tiap kali Levin berhasil menyalip musuhnya.
“SEMANGAT, NAK!!” Kalila ikut bersorak dan memeluk Arvin. Arvin mengepalkan tangannya ke atas memberi semangat tiap kali motor Levin melintas di depan mereka.
Semua pembalap terlihat keget saat motor merah milik Levin berhasil kembali menyalip epic tiga motor lain di depannya.
Motor di belakang Levin mulai menambah kecepatan. Mereka tak mau kalah dari anak baru yang masuk ke lintasan. Bakat dan insting Levin dalam mencari peluang di dalam sirkuit membuat para pelatih tim tercengang. Bocah yang baru saja masuk ke lintasan, namun sudah berhasil menguasai sirkuit dengan cepat.
Brrummm!! Levin menambah kecepatannya, menyalip seorang pembalap. Pembalap berpakaian biru terkesiap, ia langsung menambahkan kecepatannya, namun saat hendak menukik, dari arah belakang ada juga pembalap lain yang menambahkan kecepatan. Tubrukan keras tak terelakkan.
DUAR!!
dua kuda besi saling menabrak dengan kecepatan tinggi. Seorang rider berhasil meloncat dan berguling-guling pada pasir di samping track lintasan. Para penonton terkejut. Seorang yang lain terseret di aspal namun tidak mengalami luka serius, ia langsung bangkit menuju ke tepi sirkuit.
Body motor besar itu terpelanting, terseret ke pinggir track sementara yang satunya lagi terlempar ke arah Levin.
“LEVIN!!” Jerit Leoni.
“LEVIN!!” Jerit semua keluarga dan juga para penontong yang ikut melotot kaget dengan kejadian super cepat itu.
“TIDAK!!” Leoni menutup matanya, ia tak bisa melihat bila motornya melesat ke arah Levin dan membunuh kekasihnya saat itu juga.
BUM!!
motor besar itu mendarat tepat di aras aspal, namun Levin memacu lebih cepat motornya dan menghindari benturan. Motor Levin berhasil melewatinya.
“Tiga Track!! Hanya tinggal tiga track!! Berengsek!!” Lawan Levin mendengus kesal.
Petugas membersihkan serpihan motor. Pihak medis memeriksa rider yang terjatuh.
“Levin??” Leoni membuka matanya pelan-pelan.
“Ya Tuhan … Ya Tuhan!!” Leoni terjatuh ke bangku, kakinya lemas, sekujur tubuhnya begetar, belum termasuk hatinya yang begitu berdebar karena kaget. Scane barusan begitu menguras nyawanya, ia tam bisa membayangkan apa yang terjadi pada dunianya bila Levin meninggal dalam track hari ini?!
Syukurlah ketakutannya tidak terjadi. Levin masih berada gagah di atas motor merahnya, mengendari motor itu dengan fokus penuh.
Di layar besar Levin bertanding menyelesaikan tiga lap lagi. Tinggal dua pembalap di depannya. Akankah Levin bisa melesat dan mengalahkan mereka?
...— MUSE —...
Kasih like sama komen yang banyak ya ❤️❤️❤️❤️