MUSE

MUSE
S5 ~ EPILOG



MUSE S5


EPISODE 53


S5 \~ EPILOG


\~ Kau bisa mencintai Bella hanya dalam sekejap mata! Aku juga bisa mencintaimu dalam sekejap mata! Kenapa kau merasa yakin bahwa aku tak layak kau cintai??\~


____________________


AUTHOR POV


“Cut!!” teriakan Nick menutup syuting hari ini. Semua crew dan pemain film bersorak sorai.


“Kerja bagus, Gaes!! Habis ini kita rayakan! Makan minum sepuasnya!! Aku yang traktir.” Nick berteriak, semua crew bertepuk tangan.


Mereka mengakhir syuting terakhir dengan foto-foto bersama. Para artis yang mendukung film juga telah menghapus semua riasan, para manager membantu mereka membersihkan diri.


“Nick, kemari, coba cek ini!” Panggil seorang crew.


Nick bangkit dari kursinya, ia menuju ke layar monitor, mengamati perkembangan filmnya. Cukup memuaskan, ia menyuruh beberapa crew yang bertugas pada bagian editing untuk memperbaiki beberapa kebocoran suara saat pengambilan film.


“Kerja bagus, teruskan!”


Nick adalah pemain film, sutradara, dan juga produser pada film. Karirnya menanjak dan sangat cemerlang, bahkan pada drama on going kali ini ia menulis semua skripnya sendiri.





Hingar bingar suara seluruh crew dan pemain film membahana. Mereka bercanda tawa, berfoto, ngobrol, minum alkohol, dan makan daging panggang bersama. Nick memang menyewa satu kedai guna mentraktir kawanannya, melepas penat setelah proses panjang syuting selama hampir setengah tahun.


“FOR NICK!!” teriak Mike sambil mengangkat gelas, ia adalah pemeran Lucas dalam drama My Beloved Queen, Bella.


“YEEE!!!” Semuanya menabuh meja, membuat suara yang mengelukan nama Nick. Nick tersenyum. Ia ikut mengangkat gelasnya.


“Ratting bulan ini nomor satu!! Semua berkat sutradara dan produser kita!!” Queency ikut mengangkat gelasnya, wanita cantik dengan wajah sensual ini adalah pemeran Bella.


“Jangan begitu, Queen! Kalian terlalu memujaku. Aku tak bisa berhasil tanpa bantuan kalian.” Nick bangkit, ia mendentingkan gelas birnya dengan milik Queency dan juga Mike, lalu beberapa crew film yang berada di dekatnya.


Tring ... 🎶


Bunyi ponsel membuat Nick harus meninggalkan meja, menuju ke depan pintu keluar agar bisa mendengar suara panggilan dengan jelas.


“Ya, hallo, Mom. Ada apa?” tanya Nick.


“Kau di mana? Sudah makan? Kapan mau pulang? Mommykangen! Segeralah pulang? Oh, ya. Kapan bawa menantu? Kapan menikah ?” Kalila mencerca Nick dengan pertanyaan paling klise di dunia, apa lagi kalau bukan ‘menikah’?


“Sabar napa, Mom?! Nick masih betah menjomblo.” Nick menggaruk kepalanya.


“Jangan bilang kau belum bisa melupakan wanita itu! Dia bahkan sudah punya tiga orang anak sekarang, Nick!” sergah Kalila.


“Yah, begitulah. Mau bagaimana lagi, Mommy juga tahukan rasanya mencintai seperti apa?!” Nick menatap ke langit-langit restoran, kembali teringat dalam benaknya wajah cantik seorang Belaciaquin.


“Tapi bukan alasan untukmu tidak menikah! Segera cari pacar, atau Mommyyang akan mencarikanmu pacar! ” Kalila memutus telepon secara sepihak.


Tut ...


“Hallo ... hallo ..., Mom?? Hallo?”


Hah, menyebalkan sekali, gerutu Nick dalam hati. Bahkan setelah sekian tahun Nick belum bisa move on dari Bella. Nick bahkan membuat film yang menceritakan kisah hidup mereka, bahkan memerankannya sendiri.


Saat Nick berbalik untuk kembali, ia menabrak Queency, artis cantik pendatang baru yang namanya baru saja melejit karena drama yang dimainkannya ini.


“Sorry, nggak fokus,” tukas Nick.


“It’s OK, Nick.”


“Mau kemana?” tanya Nick.


“Merokok, kau mau ikut?” tanya Queency.


“Boleh.”


Nick dan Queency berjongkok berdua di depan kedai. Jalanan mulai sepi karena sudah hampir jam 10 malam. Queency menghisap rokoknya dalam-dalam lalu mengepulkan asapnya ke atas.


“Sejak kapan kau merokok?” tanya Nick, ia ikut-ikutan mengepulkan asapnya ke atas.


“Sejak terjun ke dunia selebriti.”


“Stress?”


“Yah, begitulah. Aku sedikit depresi saat awal-awal terjun ke dunia ini. Begitu banyak kritikan dari haters dan juga bintang kawakan lainnya. Mereka mengkritik actingku, mengatakan aku hanya modal tampang dan body, bahkan ada yang bilang aku menggoda sutradara agar mendapat peran. Hihihi ... kadang geli juga saat membaca kritikan mereka dalam akun sosmedku.” Kikih Queency, ia bercerita panjang lebar pada Nick.


“Menurutku actingmu sangat bagus.” Nick mengelus rambut lurus Queency, membuat wajah Queency menghangat.


“Tapi lebih baik kau hentikan kebiasaanmu merokok, Queen. Kau wanita, kelak kau akan mengandung, bukan?” Nick menghentikan belaiannya. Wajah Queency tak lagi menghangat, namun telah berubah menjadi panas karena merah padam.


“Ah, kenapa denganku?!” Queency membuang mukanya, takut Nick melihat rona kemerahan itu.


Suasana kembali hening, Nick menghisap dalam sisa rokok sebelum mematikannya. Queency mengikuti Nick. Membuang puntung rokoknya ke dalam tong sampah.


“Masuklah! Anginnya dingin.”


“Tunggu, Nick!”


“Ya?”


“Apa kau mau pergi denganku?”


“Sekarang??” Nick clingukan bingung, perjamuan mereka masih berlangsung.


“Iya.” Mata Queency berkilat, seakan menginginkan Nick saat ini juga.


“Kemana?”


“Ke apartemenku.” Senyum Queency kaku.


Bodoh kau, Queen!! Apa kau saat ini sedang terang-terangan mengundang lelaki ke rumahmu?? Queen mengkrutuki kebodohannya, terlalu mudah terbawa perasaan itu tidak baik! Tapi bagaimana, pesona Nick juga terlalu susah untuk diabaikan.


“Baiklah!” Nick tersenyum manis, membalas senyuman Queency. Membuat jantung Queency langsung menyahut dengan debaran keras dan cepat.


Nick lantas masuk dan berpamitan terlebih dahulu pada semua crewnya. Queency juga menghubungi managernya agar tidak menjemputnya malam ini karena ia akan pulang dengan Nick.


“Kau jangan bikin scandal*, Queen!!*” teriak seorang pria dari balik speaker ponsel Queen, dia Will, manager Queency.


“S—scandal apa?! Nick hanya mengantarku pulang!” Queency menggigit bibirnya yang tebal dan sexy.


“Ingat!! Suru dia pakai pengaman saat bergoyang di atasmu, Darling!! Kau tak ingin karirmu hancur hanya karena melendung duluan, bukan??”


“Hei!!” teriak Queency.


“Oh, ya, Queen. Tanyakan juga apa dia punya kontrak film ke depannya? Filmnya kali ini sukses besar, tentu saja dia akan menjadi sutradara muda terbaik tahun ini. Pasti akan banyak film yang akan diproduksi olehnya, mintalah peran sebagai ganti tubuhmu.” Kikih Will, ia sangat suka menggoda artisnya itu.


“Will!! Hentikan ocehan konyolmu! Aku yang mengajaknya, bukan dia.” Queency menutup matanya sebal.


“Apa?!! Queencyku yang mengajaknya duluan!! Dasar gadis bodoh!! Jangan bilang kau jatuh cinta pada, Nick!” cerca Will.


“Emm ... entahlah.” Queency menutup ponselnya karena Nick sudah berdiri di depannya. Lengkap dengan jaket kulit dan juga helm racing di tangannya.


“Ha ... hallo, Queen?”


Tut ...


Oh, Shit, Queency, dia begitu tampan!! Apa benar kau akan menghabiskan malam berdua bersamanya?! Queency tak bisa mengalihkan tatapannya pada Nick. Dunianya seakan berhenti berputar saat menatap mata pria itu.


“Apa kau siap?” tanya Nick.


Sepertinya aku beneran jatuh cinta padanya!! Oh, for sake of God!! Demi apa debarannya tak mau hilang!! Berhentilah berdebar dasar jantung sialan!!


— MUSE S5 —


Klik!


Pintu apartemen terbuka lalu tertutup kembali. Queency dengan ragu-ragu mempersilahkan Nick masuk ke dalam. Apartemen Queency tidak begitu besar, juga belum bisa dikatakan mewah. Sebagai artis pendatang baru, Queency hanya mendapatkan fasilitas seadanya dari pihak agensi artis.


Hanya ada satu kamar tidur, ruang keluarga yang menyambung dengan pantry dan meja makan.


“Duduklah, Nick. Aku ambilkan minum.”


“OK.” Nick duduk dan mengamati sekelilingnya, prabotan Queency didominasi warna abu-abu dan ungu pastel.


“Kau suka warna ungu?” tanya Nick.


“Iya, kesannya mistis dan seksi.” Queency kembali dengan dua kaleng bir.


“Benar juga.” Nick kembali melihat ke sekeliling, sebuah tiang terletak di sudut ruang tamu.


“Aku terus berlatih untuk mendalami peran.” Queency menghampiri tiang itu, walaupun bukan seorang pole dancer profesional, namun Queency terus berlatih agar perannya sebagai Bella terlihat sangat menghayati.


“Yah, kau memang hebat. Karena itulah aku memilihmu sebagai pemeran Bella. Kalian punya kemiripan, tentang hal dedikasi dan ketekunan.” Nick bangkit, ia menggengam tiang itu.


“Apa dia cantik?” tanya Queency ragu.


“Sangat,” jawab Nick.


Queency mendengus, belum apa-apa dia sudah kalah. Kalah bertarung dengan wanita yang diperankannya.


“Kau mau melihatku menari?” Tiba-tiba Queency melucuti pakaiannya di hadapan Nick. Kini tubuh gadis itu kian polos, hanya mengenakaan pakaian dalam dengan corak zebra. Kait pengikatnya terletak di depan dada, membuat belahannya semakin menonjol.


Nick terdiam, matanya tak beralih dari tubuh seksi di hadapannya. Berbeda dengan Bella yang jauh lebih berisi karena terbentuk oleh olah raga pole dance. Tubuh Queency jauh lebih ramping.


Nick menelan saliva, rencananya dia hanya akan mengantar Queency pulang, mengobrol singkat dan pulang. Tapi kalau begini keadaannya, pria lajang mana yang tidak tergoda!


“Hei, Queen. Bisa kau pakai bajumu lagi?” Nick menggaruk dahinya kikuk.


“Kau tak mau melihatku menari?” Queency sedikit malu, dia sudah membuka bajunya dan Nick menolaknya langsung.


“Bukan begitu. Duh, bagimana ya?” Nick mendengus sebal, tak mungkin dia berkata bahwa gerakkan Queency bakalan menggoda adik kecilnya untuk berdiri tegap. Salah bicara dan Nick bakalan dicap kelewatan batas donk, ya?


Queency tak menghiraukan jawaban Nick, ia memilih untuk berayun pada tiang, memutarinya dengan gerakan perlahan. Sesekali Queency berjongkok lalu bangkit dengan gerakan sensual. Queency tak ragu mengibaskan rambutnya yang panjang dan lurus, membuat Nick tak bisa berkedip karenanya.


“Kau mau menari bersamaku, Nick?” tanya Queency.


Nick mengangguk, ia melepaskan atasannya dan menyusul Queency menari. Berpegangan erat pada tiang, tangan satunya melingkar pada pinggang ramping Queency.


“Kenapa kau menggodaku, Queen?” Nick berayun bersamaan dengan Queency.


“Karena aku juga ingin menjadi Queenmu, Nick. Sama seperti Bella.” Queency meloncat dalam gendongan Nick, mencium dahi Nick, lalu turun ke hidung, dan terakhir melumatt mesra bibirnya. Rasa panas menjalar pada tiap-tiap getaran rasanya. Padahal mereka sudah sering melakukan adegan panas saat syuting film, namun entah kenapa saat seperti ini jauh lebih mendebarkan.


Nick membalas kulluman bibir Queency lebih cepat. Menikmati rasa manis dan hangatnya saliva mereka yang saling tertukar. Tautan lidah Nick dan Queency terasa panas dan menggairahkan, membuat mereka lupa diri.


BRUK!


Terlalu bergairah membuat keduanya tak melihat tepi panggung tiang, keduanya jatuh di atas karpet bulu, Nick meringis menahan rasa sakitnya, sedangkan Queency tertawa karena tak sengaja meniindih tubuh Nick.


“Maaf, maaf,” kikih Queency, ia mengangkat tubuhnya.


Pandangan mereka berdua kembali bertemu, bayangannya saling memenuhi iris mata keduanya. Queency lagi-lagi merasa dunianya berhenti berputar, tiap detiknya berjalan dengan lambat, hanya degupan jantungnya yang terus menyahut dengan cepat.


“Nick,” lirih Queency.


“Ya?”


“Bolehkan aku mencintaimu?” Queency duduk di atas pinggang Nick.


“Hem?” Nick sedikit mengangkat kepalanya.


“Bolehkah aku mengisi hatimu? Menggeser posisi Bella dari dalam sini?” Queency menunjuk dada bidang Nick dengan kuku-kuku cantiknya.


Nick terdiam, dia tak tahu harus menjawab apa pertanyaan Queency. Bukan tak mau membuka hatinya untuk cinta yang baru, namun memang nama Bella terlalu susah menghilang dalam hati Nick. Nick takut, kalau sampai ia setuju lalu nyatanya tetap tak bisa mencintai Queency, bukankah itu berarti Nick hanya memberi Queency sebuah harapan palsu?


“Queency, aku ... ehmp.” Queency menyumpal mulut Nick dengan bibirnya, tak ingin mendengar penolakan keluar dari mulut Nick.


Queency terus mencium bibir Nick. Tak ingin saat melepaskannya bibir itu akan kembali melontarkan penolakan.


“Queency hentikan!” sergah Nick, ia terduduk, membuat tubuh Queen duduk pada pangkuannya.


“Aku takut tertolak.” Isak Queency. Nick mendengus.


“Hei, pandang wajahku, Queen! Mencintai bukan hal yang bisa datang dan pergi sekejap saja.” Nick memberikan Queen penjelasan.


“Kau bisa mencintai Bella hanya dalam sekejap mata! Aku juga bisa mencintaimu dalam sekejap mata! Kenapa kau merasa yakin bahwa aku tak layak kau cintai??” Isakkan Queency semakin keras.


“Kata siapa kau tak layak untuk dicintai? Aku hanya takut, takut tak bisa memberimu cinta, Queen.” Nick menghapus lelehan air mata Queency.


“Jadi sekarang bagaimana?” Queency menghentikan tangisnya, kembali menatap mata Nick dengan sendu.


“Hah, baiklah, aku akan mencoba mencintaimu!” Nick hendak mengelus rambut Queency, namun gadis itu berteriak.


“Yes!! Yes!!” Queency bangkit, ia menari ria di atas Nick, meloncat kegirangan.


“Kau beracting!!!” Nick berseru sebal.


“Benar, Tuan Sutradara. Bagaimana acting menangisku barusan?!” Queency duduk lagi pada pangkuan Nick.


“Hei!! Kau menipuku! Dasar gadis nakal.”


“Tapi berkat air mataku kau mau membuka hatimu bukan?!” Queency melingkarkan lengannya pada leher Nick.


“Ck, dasar!” Nick bergeleng, dengan mudahnya Queency berhasil mengobrak abrik perasaannya.


Queency melekatkan dahinya pada kening Nick, memejamkan matanya, hidung Queency yang mancung mampu menyentuh hidung Nick.


“Kau beneran cinta nggak sama aku?! Jangan-jangan acting juga?!” Nick mengelus punggung Queency.


“Kalau yang itu beneran kau tahu!” Queency mengecup bibir Nick.


“Yah, baiklah. Kita susun langkah selanjutnya.” Nick meraup bibir Queency, membuat Queency berdecis geli.


“Kenapa tertawa?” Nick keheranan.


“Ck, dasar lelaki. Bilang belum bisa mencintai, tapi ciuman saja sudah langsung mengeras begini!” Queency menggoda Nick, tak tahan lagi dengan serangan keras yang mencoba menembus kain tipis yang menutup bagian paling pribadi miliknya.


Wajah Nick langsung berubah, merah dan panas. Ketahuan mesum, dech!!!


— MUSE S5 —


Hai hai hai...


Akhirnya Nick menemukan juga cinta yang baru. Maaf para bucin Nick yang sudah antre, Nick bukan milik kalian... wkwkwkwkwk


Sembari menunggu saya menyelesaikan alur untuk MUSE S6, saya isi dengan ekstrapart berisi kebucinan Nick dan Queency OK!


Love yu gaes.


Like donk ya


Comment donk ya


Vote donk ya!!


Kencengan!