
MUSE S5
EPISODE 37
S5 \~ K & Q
\~Hanya tato kecil yang cantik, namun punya makna yang begitu besar bagi keduanya. Bukan cincin yang mengikat cinta mereka saat ini, namun sebuah inisial yang hanya mereka berdua yang tahu kisahnya.\~
___________________
AUTHOR POV
Bella meloncat masuk ke dalam dekapan Nick. Ia langsung mendaratkan sebuah ciuman lembut di atas bibir kekasihnya itu. Dengan perlahan dan dalam Bella menghisap bibir kenyal Nick. Bella sesekali tersenyum dalam ciumannya.
Mereka duduk sambil menikmati rasa manis yang terkecap pada bibir dan lidah masing-masing. Tangan Nick tak bergeser dari pinggul Bella yang lebar. Turun sedikit saja dan Nick akan menyentuh tonjolan kenyal seindah buah peach pada tubuh Bella itu. Bella mengangkat wajahnya, menghapus sedikit saliva yang tertinggal disudut bibir kekasihnya.
“Kau rakus!” Bella tertawa.
Nick ikut tertawa, ia merebahkan tubuh Bella di atas sofa, tanpa menunggu ia kembali melumatt bibir Bella yang tebal dan sensual itu, mengullumnya dengan begitu dalam. Bella membalasnya dengan menautkan lidah mereka. Sudah lama Bella tak merasakan indahnya berciuman, ia semakin memburu, deep kissingnya semakin panas dan menggairahkan.
“Eump ...!” Bella menggigit bibir bawah Nick.
Cahaya matahari menembus masuk melalui sela-sela tile gorden, menyinari tubuh keaduanya dengan sinar keemasan yang hangat. Nick menyatukan dahi mereka, bersitatap. Nick seakan sedang berbicara lewat tatapan mata dan mengatakan pada Bella bahwa ia begitu mencintainya.
Nick bergegas mencium Bella sekali lagi, pelan namun begitu dalam. Menggairahkan dan terasa begitu panas. Membuat napas mereka menderu tak beraturan. Keringat yang membasahi tubuh indah Bella semakin bertambah karena suhu tubuh Nick yang terus meningkat.
“I love you, My Queen.”
“Me too, My King.”
Nick tersenyum puas, tangannya mengelus wajah Bella dan menelisip masuk ke dalam tengkuknya. Mengusap kasar rambut Bella yang basah karena keringat. Bella melengguh saat bibir Nick mulai berpindah ke arah lain. Mengecup inci demi inci lehernya sampai ke arah tulang selangka.
“Ssshh ...!” Bella mendesaah.
“Jantungku berdetak tak karuan, My Queen, apa benar cinta selalu terasa begitu mendebarkan seperti ini?” Nick sedikit menunduk, menyembunyikan wajahnya yang menghangat, malu karena jantungnya terus melaju dengan cepat. Debarannya membuat darah terus terpompa keseluruh tubuhnya, membuatnya semakin panas dan bersemangat.
“Iya, rasakan milikku, Nick! Rasakan debaran yang sama.” Bella menarik leher Nick turun, membuat Nick menempelkan telinganya di atas dada kiri Bella.
Mendengarkan irama detak jantung Bella yang sama cepatnya membuat Nick semakin menginginkan Bella.
Nick mengecup lagi inci demi inci permukaan kulit Bella yang sedikit lembab karena keringat. Bella sesekali menggeliat merasakan sensasi kecupan yang geli dan merangsaangnya itu. Dari leher, dada, turun ke perut, semakin turun sampai di bawah pusar Bella yang terlihat. Nick menghentikan kecupannya tepat di atas celana ketat oranye yang dipakai Bella saat ini.
“Wanna see?” goda Bella nakal.
“Emp ... if you allow me!” Nick menjawabnya kikuk.
Bella menarik tubuh Nick agar mendekap erat tubuhnya. Ia menggigit pelan pada daun telinga Nick dan membuat wajahnya merah padam.
“Hahaha ... kau pria terkikuk yang pernah ku kenal, Nick. Padahal koleksimu majalah dewasa.” Bella terkikih, ia bangkit dan duduk pada pangkuan Nick.
“Ck, cium saja aku belum pernah.”
“Jadi ini ciuman pertamamu?” Bella syok.
“Iya,” jawab Nick sambil menggaruk kepalanya.
“Ah, aku jadi merasa bersalah.” Bella tertawa renyah.
“Jadi bagaimana? Kau izinkan aku melihatnya tidak?” Nick mengusap wajah Bella dengan punggung tangannya.
“Kau yakin tak akan menyesal, Nick? Aku wanita yang sudah memiliki anak dan juga seorang pekerja malam. Sedangkan kau masih single dan bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih terhormat.” Bella menikmati sentuhan tangan Nick yang hangat.
“Menyesal? Karena memiliki wanita sebaik dan secantik dirimu? Ck, kau bercanda.” Nick mengecup bibir Bella.
“Hahaha ... siapa tahu? Pria terakhir yang mencintaiku membuangku begitu saja. Dia dulu juga berjanji akan mencintaiku seumur hidupnya.” Bella tersenyum kecut.
“Jangan kau bandingkan aku dengannya.” Nick menjujung tubuh mungil Bella dan menggendongnya masuk ke dalam kamar.
“Nick!!” pekik Bella saat Nick melemparkannya ke atas kasur.
“Karena aku bukan dia, Bella.” Nick melepaskan sisa pakaiannya dan menarik kaki Bella.
“Kyahaha ...!” Bella menutup wajahnya dengan tangkupan tangan dan tertawa.
“Milikki aku, Queen!! Aku bisa memberimu lebih banyak cinta dari pada dirinya!” Nick pun melucuti pakaian Bella.
“Pelan-pelan, Nick!” Bella menggigit bibirnya menanti aksi selanjutnya yang akan dilancarkan oleh Nick di atas tubuhnya.
“As you wish, My Queen!” Nick mencium bibir Bella dan melumattnya lembut.
•
•
•
Gerakan tubuh mereka yang sensual.
Bunyi desahhan bercampur dengan rintihan merdu.
Hentakan dan hujaman yang penuh gairah.
Api asmara yang terpecik dan juga pandangan penuh hasrat untuk saling memiliki.
•
•
•
“Say my name, Queen!”
“Argh ...! Nick!”
“Yes, My Queen!” Nick mencium pergelangan tangan Bella sebelum membisikkan sebuah kalimat cinta.
— MUSE S5 —
Seperti biasa, Bella melenggok dengan perfoma luar biasa. Menari pada tiang dengan gerakan yang indah dan juga sensual.
Tarian Bella menjadi semakin bersemangat karena Nick yang tengah memandangnya dengan binaran penuh kekaguman. Setelah perang cinta di antara mereka siang tadi, Nick bahkan tak bisa memalingkan matanya dari sosok Bella.
“Bella!!!” teriak semua fans Bella yang rata-rata adalah para kaum Adam.
“Terima kasih,” ucap Bella sambil membungkukkan badannya.
“Nona, ada yang memberimu bunga.” Seorang pelayan kembali memberikan sebuket bunga besar kepada Bella.
“Dari siapa?”
“Tuan yang kemarin,” tukasnnya sembari berlalu.
Bella meluruskan pandangannya, pria yang sama tengah mengangkat gelasnya untuk Bella. Bella terpaksa tersenyum kaku pada pria itu. Ia menunduk sebelum akhirnya berlalu turun dari atas panggung.
“Mark, dia memberiku bunga lagi.” Bella bergidik ketakutan.
“Terima saja, Bella, orang macam itu tidak menyukai penolakkan.” Mark memberikan jubah satin untuk menutupi tubuh Bella.
“Caranya menatapku membuatku merinding.” Bella memeluk lengannya.
“Jauhi saja, segeralah pulang setelah membersihkan diri.” Mark menepuk pundak Bella. Wanita cantik itu mengangguk paham.
•
•
•
“Nick!! Kau membuatku kaget!!” Bella mengelus dadanya, bayangan ketakutan pada pria berkuasa yang memberinya bunga membuat Bella sedikit paranoid.
“Kenapa sayang?” Nick memandang wajah Bella dengan heran.
Bella akhirnya menceritakan perihal bunga itu pada Nick. Nick mengepalkan tangannya geram. Namun dia tak bisa apa-apa, pekerjaan Bella memang selalu menarik di mata para pria. Apa lagi profesinya selalu di cap buruk oleh segelintir orang. Bagi mereka yang berada di jalur kotor, menjadi tetap bersih merupakan sesuatu hal yang sulit.
“Berhenti saja, Bella!! Aku masih sanggup menafkaimu dan Aiden,” tukas Nick, ada sedikit emosi rasa cemburu di dalam penuturannya.
“Aku terikat kontrak, Nick. Tak bisa keluar begitu saja,” jawab Bella.
“Ck, cobalah kau pikirkan, Bella. Aku tak ingin pria-pria itu sampai mengganggumu, bahkan sampai bekat menyentuhmu.”
“Baiklah, setelah kontrak ini selesai aku akan berhenti.” Bella tersenyum dan menggandeng tangan Nick.
“Janji?”
“Iya janji. Ayo pulang, aku lapar,” ajak Bella.
“Pulang ke rumahku?”
“Baiklah.”
Setelah berpamitan dengan Mark, mereka berdua kembali ke rumah. Menghabiskan malam berdua dengan luapan cinta yang begitu panas.
•
•
•
Fajar mulai menyingsing di ufuk timur. Langit gelap mulai terlihat biru ke abu-abuan, terlihat indah dari dinding kaca di rumah Nick.
Bella menyibakkan rambutnya ke samping. Menaikkan selimut yang menutup tubuh indahnya. Nick masih tertidur pulas di sampingnya.
“Ah, indahnya.” Bella berjalan menuju ke dinding kaca. Berbeda dengan pemandangan indah yang selalu di lihatnya saat berada di apartemen Lucas dulu.
Nick menggerayaangi ranjang di sampingnya untuk mencari sosok Bella, namun tak berhasil mendapatinya.
“Kau sudah bangun rupanya?” Nick mendekap tubuh Bella dari belakang, ia mengecup tengkuk Bella.
“Iya, mataharinya indah. Sayang untuk dilewatkan.” Bella memutar tubuhnya dan memeluk Nick, ia mengangkat sebelah kaki dan mengkaitkannya pada kaki Nick.
“Jangan begini, Bella. Kau membuat adikku bangun lagi.” Nick meletakkan kepalanya pada cerukan leher Bella.
“Hahaha ... dasar!” Bella mengecup bibir Nick dan menghisappnya lembut, “tapi aku tak keberatan kok.”
Nick langsung membalas seringai nakal Bella dengan seringai yang tak kalah menggoda. Ia langsung menggendong tubuh Bella dan kembali melancarkan aksinya.
•
•
•
“Ayo kita cari makan, aku ingin minum es kelapa muda dengan perasan jeruk.” Bella membayangkan segarnya air kelapa muda dan manisnya gula jawa.
“Ayo!!” Nick merangkul pundak Bella dan mengajaknya jalan menyelusuri area pertokoan di dekat pantai.
Beach walk terkenal dengan pusat pembelanjaan mewah, kuliner, oleh-oleh, sampai studio-studio milik seniman tatto.
“Ini, minum yang banyak.” Nick memberikan kelapa utuh pada Bella.
“Ah segarnya!!” Bella menghela lega setelah menghabiskan setengah lebih air kelapa.
“Kau mau makan itu?”
Nick menunjuk pada jajaran tiger prawnfish dan beberapa lobster yang tengah dipanggang dengan bumbu madu. Pedas, manis, dan gurih, sangat menggiurkan. Bella menghirup asap masakan dan membuat perutnya lapar, tentu saja dia sangat menginginkannya.
“Ayo kita beli!” ajak Bella.
Bella dan Nick menikmati seafood bakar. Mereka makan dengan lahap, nasi putih dan sambal segar menemani mereka. Tak lupa sebutir kelapa muda lagi, tentu saja dengan gula jawa dan irisan jeruk nipis kesukaan Bella.
“Belepotan!” Nick menghapus saus yang tercepret di sekitar bibir Bella.
“Hehe, habis enak sekali. Genjotanmu pagi ini membuatku kelaparan!” celetuk Bella.
“Hush!!” Nick menutup mulut Bella dengan menjejalkan udang.
“Hahaha ... kau malu, Nick? Wajahmu imut sekali,” sergah Bella saat melihat wajah Nick memerah,
“Ck, kau itu nggak pake sensor! Mana keras sekali!” Nick bergeleng pelan.
“Tak ada yang tahu, Nick!” Bella membersihkan mulutnya.
“Sudah habis?” Nick heran saat melirik ke arah piring Bella, makannya cepat sekali.
“Sudah, aku cuci tangan dulu.”
“OK.”
Nick mengamati studio tato yang berada di depan restoran. Lalu milirik ke arah Bella.
“Kau mau membuat tato?” tanya Nick.
“Sakit tidak?” tanya Bella balik.
“Entahlah, aku belum pernah mencobanya.” Nick mengangkat bahunya.
“Mau tato apa?”
“K & Q.”
“OK!” Bella berpikir sesaat sebelum akhirnya mengangguk antusias.
Mereka mendatangi studio tatto, menato huruf besar K dan Q pada pangkal ibu jari mereka. Hanya tato kecil yang cantik, namun punya makna yang begitu besar bagi keduanya. Bukan cincin yang mengikat cinta mereka saat ini, namun sebuah inisial yang hanya mereka berdua yang tahu kisahnya.
Tatto Bella and Nick
(Credit pict to owner)
— MUSE S5 —
Muse up
Baca kebucinan Nick yang tak kalah dari papi Arvin..
Wkwkwkkww
Luv yu gaes
Jangan lupa vote, like, dan comment.
❤️❤️❤️