MUSE

MUSE
S7 ~ TEMAN LAMA



MUSE S7


Episode


S7 \~ TEMAN LAMA


Siapa yang memintamu untuk memutuskan Levin??


Ucapan Johana terngiang-ngiang di telinga Leoni. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah Leoni melamun. Yah, memang sudah menjadi keputusannya memutuskan Levin. Bukan salah Levin atau Johana kalau mereka berpacaran.


Leoni memilih untuk berjalan kaki daripada memesan ojek online. Gadis ini ingin membuat pikirannya tenang. Bayangan wajah Levin yang menatapnya dengan dingin membuat hati Leoni sakit. Rasanya seperti di peras dari dalam.


Leoni berdiri di tengah jembatan penghubung antar jalan raya. Melihat hilir mudik kendaraan dari atas cukup membuat dirinya tenang.


“Jangan bunuh diri, sayang masih muda. Ingat sama orang tua.” Celetukan seorang pria membuat Leoni menoleh.


Leoni terperangah, melongo saat melihar sosok teman lama yang sudah lama sekali tak pernah ia lihat. semenjak kejadian balapan liar kala itu Leoni tak pernah lagi berjumpa dengannya.


“Farel??” pekik Leoni.


“Halo, Singa.” Farel tersenyum dan ikut berdiri di samping Leoni.


Keduanya kini berada di tengah jembatan penyebrangan. Melihat ke arah jalan raya yang penuh dengan kendaraan. Suara bising dan juga hawa panas tak membuat mereka jera. Yang ada Leoni dan Farel justru mengobrol berlama-lama seakan mereka benar-benar teman dekat yang sudah lama tak berbagi cerita.


“Kenapa kau ada di sini? Serius ingin bunuh diri?” Goda Farel.


“Enggak lah. Aku cuma pingin menenangkan diri aja. Lagi banyak pikiran jadi dari pada aku nangis bombay kayak orang gila dan yang ditangisin …”


“Sudah punya pacar baru.” Sahut Ferel cekikikan.


“Kok tahu??” Leoni cemberut. Secepat itukah berita perihal hubungan Levin dan Johana menyebar?


“Huft … jangan tunjukan padaku. Dia membuatku kesal.” Leoni menghela napas panjang. Dadanya bergemuruh dengan hebat. Sementara itu Farel hanya terkikih dengan kelakuan Leoni yang tetap saja cemburuan namun tak berani mengatakan pada Levin.


“Ayo aku antar pulang. Jangan bunuh diri di sini.” Farel mengajak Leoni.


“Sialan, siapa juga yang mau bunuh diri?!” Leoni mengerucutkan bibirnya. Farel terkikih lagi, Leoni tetap gadis manis yang imut di matanya sama seperti dulu.


Keduanya bercakap, Leoni baru tahu kalau ternyata Farel sedang mengikuti pameran modifikasi motor di daerah ini. Sekarang itu pekerjaan tetapnya. Dan Farel sudah berhasil punya beberapa cabang bengkel modifikasi. Dia juga sering memenangkan lomba modifikasi dan menjadikan nama Farel cukup terkenal di kalangan pecinta otomotif.


“Aku memanggilmu beberapa kali saat kau lewat di depan bengkel. Karena tidak dengar aku menyusulmu.” Farel menyilut sebatang rokok. Sudah setengah jam mereka berjalan dan menceritakan tentang kehidupan mereka masing-masing.


“Maaf, aku melamun.”


“Hahaha … kenapa putus?”


“Aku yang memintanya. Dan kini aku menyesal. Aku bahkan tak bisa mengingat alasan aku memintanya putus, Rel. Aku sungguh bodoh ya kan??” Leoni mulai berkaca-kaca, namun menghentikan air matanya karena tak mau terlihat lemah.


“Levin setuju kalian berpisah?” tanggap Farel lagi.


“Buktinya dia sudah punya pacar lagi.” Leoni menurunkan bahunya.


“Levin sangat mencintaimukan, Singa. Kau juga tahu itu. Apa kau mau aku membantumu?” Farel merangkul pundak Leoni dan berbisik sesuatu. “Bagaimana?? Kau setuju??”


Mata Leoni membelalak mendengar rencana Farel. Bisakah??


...— MUSE S7 —...


Apa rencana mereka?