MUSE

MUSE
S5 ~ BASAH



MUSE S5


EPISODE 32


S5 \~ BASAH


\~ Aku tambah kecepatannya Bella, kita akan berkelok di ujung sana untuk berbalik arah. Rasakan sensasinya!! Ini akan membunuhmu dengan suka cita! \~


_____________________


AUTHOR POV


Alis Bella menyatu, sepertinya sedang berpikir keras untuk menjawab pertanyaan Nick. Wajah Nick ikut menegang, jantungnya pun berdebar-debar tak karuan. Nick yang biasa di gandrungi seantero wanita di kampus belum pernah mengajak kencan seorang wanita. Nick tak perlu mengajak, mereka sudah antri untuk menawarkan diri.


Nick baru menyadari ternyata jatuh cinta jauh lebih menegangkan dibanding amarah daddy dan mommynya, bahkan jauh lebih mendebarkan dibanding unboxing action figure langka yang didapatnya dengan berebut saat penjualan.


Wah, ternyata mencintai seseorang bisa memacu adrenalin juga, ya?! Nick terus menelan ludahnya sambil berdoa di dalam hati.


Duh, ku mohon, jangan tolak aku!!


“Boleh, kebetulan aku tidak ada kerjaan hari ini. Tunggu aku bersiap dulu, ya!” Bella bergegas memasuki kamarnya.


Hati Nick terasa begitu lega dan berbunga-bunga. Nick kira Bella akan menolaknya, Nick kira hubungan mereka akan menjadi kikuk karena pernyataan cintanya malam lalu.


“Oke, ayo berangkat!” Bella keluar dengan kaos putih lebar bergambar Teddy bear dan celana jeans pendek, lalu totte bag berbahan kanvas, serandal jepit dengan hiasan bunga besar, kaca mata hitam, dan juga topi bundar yang lebar.


“Waw!!! Kau terlihat cantik, My Queen! Tapi apa yang membuatmu berpikir kalau kita akan pergi ke pantai?” Nick tertawa renyah, membuat Bella menurunkan bahunya kecewa.


“Jadi kita nggak pergi ke pantai?!” Protes Bella, padahal outfit-nya sudah cocok untuk jalan ke pantai.


“Hahaha ... sebenarnya aku ingin mengajakmu nonton, tapi berhubung kau ingin ke pantai aku akan menurutinya. Bukankah titah Ratu adalah yang terutama?!” Nick mengambil tangan Bella dan mencium punggung tangannya.


“Jangan gombal, Nick! Nggak cocok dengan karaktermu!” Bella menarik tangannya, wajahnya memerah.


“Aku hanya teringat cara Daddy memperlakukan Mommy setiap hari. Menghujaninya dengan penuh cinta. Aku juga ingin melakukannya kepada wanita yang kucintai.” Nick menarik kembali tangan Bella dan menggandengnya.


“Nick ...!”


“Sudahlah Bella! Aku tak menyuruhmu membalas perasaanku. Aku tahu lukamu dalam, aku tahu kau butuh waktu, aku tahu tak mudah melupakan pria itu. Aku bisa menunggumu.” Nick tersenyum hangat, membuat hati Bella terasa berdegup kencang.


“Meski belum bisa menjadi King setidaknya izinkan aku menjadi Knight untukmu, My Queen,” ucapan Nick sekali lagi membuat jantung Bella berloncatan, sungguhkan pria ini mau menerimanya apa adanya? Mencintainya apa adanya?


— MUSE S5 —


Nick membantu Bella menuruni motor sportnya, motor yang sama yang telah menyelamatkan Bella dulu. Dengan sedikit sungkan Bella berpegangan pada pundak Nick. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk pergi ke pantai. Menikmati mandi sinar matahari dan juga hamparan pasir putih yang lembut.


“Pantai! Ah, walaupun tinggal di dekat sini juga nyatanya tetap menarik untuk di kunjungi!” Bella melentangkan tangannya ke atas untuk menikmati hembusan angin laut.


“Ayo, kita mampir ke tokoku. Kita titipkan tasnya dan pergi bermain.” Ajak Nick, Bella mengangguk.


Setelah mengambil dua buah baju pelampung keselamatan dan juga menitipkan barang-barang mereka. Nick kembali dan membantu Bella memakainya.


“Kenapa kita pakai baju keselamatan?” tanya Bella heran, ditepi pantai saja kok pakai pengaman segala.


“Kan kita mau bermain air!” Nick membuka kaosnya, menampakkan bentuk tubuhnya yang indah. Walaupun tidak besar namun tetap kencang dan terbentuk sempurna. Membuat seluruh gadis yang saat itu bermain di pantai melirik ke arahnya.


“Kenapa buka baju?” Bella ikutan terpana juga dengan bentuk tubuh Nick.


“Biar nggak basah donk!” Nick memakai baju keselamatan dan menggandeng tangan Bella.


Hamparan laut biru, pasir pantai putih, kerumunan manusia dari berbagai macam negara, baju renang dengan berbagai macam warna dan model, para pedagang yang menjajakkan minuman dingin dan air kelapa, juga turis asing dan lokal yang sedang berselancar menjadi pemandangan hebat di mata Bella pagi ini.


“Bli!! Pinjam, ya?!” teriak Nick ke arah pemuda bertato dengan kulit hitam, banyak tindikan menghiasi telinga dan juga bibirnya.


“OK, Bro! Ini kuncinya.” Pemuda seumuran Nick itu melemparkan sebuah kunci.


“Kita mau ngapain, Nick?” tanya Bella keheranan.


“Main air!” Nick tersenyum dan menggandeng tangan Bella menuju ke sebuah motor jetsky berwarna kuning yang terparkir di dok dermaga.


“Gila!!! Aku takut, Nick.” Bella menelan ludahnya.


“Nggak usah takut, Bella. Anggap saja sedang duduk di atas motor.” Nick menaiki jetsky dan mengulurkan tangannya ke arah Bella. Dengan ragu-ragu dan sedikit takut Bella menerima tangan Nick.


“Sumpah, aku takut Nick!!” Bella berteriak saat motor air itu bergoyang karena gerakannya.


“Hahaha!! Jangan tegang, My Queen!!” Nick membawa tangan Bella untuk melingkar pada perutnya.


“Pegangan yang kencang!!” Nick menepuk punggung tangan Bella, Bella mempererat pelukkannya karena takut.


“Ready!! Go!!” Nick memutar gas motor air itu dan melesat cepat ke lautan luas.


“NICK!!” teriak Bella, matanya terpejam karena takut.


“Buka matamu, Bella. Jangan takut!! Ini mengasyikan.” Nick berteriak agar Bella bisa mendengarnya.


“Serius??”


“Iya!!”


Bella membuka matanya, ia merasakan hembusan angin kencang dan cipratan air saat motor jetsky melaju cepat dan sesekali berkelok.


“Bagaimana??” Nick berteriak.


“Asyik!! Ini menyenangkan!!” Bella melepaskan pelukkannya perlahan-lahan dan melenggangkan tangannya menembus angin.


“Aku tambah kecepatannya Bella, kita akan berkelok di ujung sana untuk berbalik arah. Rasakan sensasinya!! Ini akan membunuhmu dengan suka cita!” Nick mengambil ancang-ancang kecepatan. Bella tertawa dan kembali mengencangkan pelukannya.


“Apa kau siap, Ratuku?”


“Tentu saja!! Go, My Hero!!” Bella membalas pertanyaan Nick.


Jetsky melaju kecang menembus hamparan laut yang melaju tenang, sesekali mereka menerjang ombak dan membuat pakaian basah karena cipratannya. Bella terus berteriak karena rasa bahagia yang membuncah, Nick tertawa bahagia saat melihat wajah bahagia Bella.


Nick memperlambat laju motor airnya dan berhenti pada sebuah pulau kecil atau lebih tepatnya hamparan karang besar di tengah lautan. Ada cerukan besar yang membentuk daratan, beberapa orang penduduk lokal terlihat sedang memancing. Nick mengenal mereka karena sudah empat tahun berkutat menjadi penduduk lokal.


“Tempat rahasia,” terang Nick.


“Bohong, banyak orang yang tahu,” sanggah Bella. Bella menunjuk ke arah beberapa pria paruh baya yang asyik bercengkrama sembari menunggu umpannya tersambar ikan.


“Hahaha ...! Biasanya kosong kok.” Nick menambatkan tali jetsky ke batu karang yang menonjol.


“Kemarilah, Bella.” Nick membantu Bella menuruni karang, “awas jangan sampai tergores.”


“Oke.”


Bella dan Nick duduk berdua sambil mencelupkan kaki mereka ke dalam air laut dangkal. Sesekali ombak menyapu dan mencipratkan bergalon-galon air asin ke arah mereka. Kini tak hanya pakaian, rambut Bella pun basah kuyup.


“Bagaimana? Apa kau suka?”


“Suka!!” Bella menghapus air mata yang menetes karena perih terkena air asin.


Mereka berdua mengobrol cukup lama sambil sesekali bercanda. Membuat iri para pemancing yang berkesan menjadi obat nyamuk.


Rambut Bella kacau karena terpaan angin laut, lengket, basah, dan berantakan. Nick melihatnya, ia melepaskan karet gelang yang melingkar pada pergelangan tangannya. Tanpa ragu Nick menguncir rambut Bella.


“Nick?” Bella membelalak.


“Sebentar, biar tak terlalu kusut saat kau pulang nanti.” Nick tersenyum.


“Thanks.” Bella tertunduk, semburat kemerahan kembali memenuhi wajah cantiknya.


“Wah, kulitmu terbakar sinar matahari Nick!” Bella melirik ke arah kulit Nick yang memerah.


“Kau juga Bella.”


“What?? Gawat, besok adalah hari pertamaku bekerja. Padahal aku sudah pakai sun block agak banyakan tadi.” Bella melirik ke arah kulitnya.


“Yah, sorry, aku nggak mikir sampai ke arah itu, Bella. Bagaimana kalau kita kembali?!” Nick membantu Bella bangkit.


Akhirnya mereka berdua kembali ke daratan. Nick mengembalikan jetsky pada pemiliknya. Ia lantas berlari bersama Bella untuk kembali ke toko. Bella melepaskan jaket pelampung, namun bajunya yang basah membuat cap pakaian dalamnya terlihat. Bra broklat berwarna biru navy.


“Hei!! Lihat apa kau?” Nick menutup mata pegawainya.


“Maaf, Boss, Nggak sengaja!”


“Kenapa?” tanya Bella.


“Ugh!! Kenapa tadi kau pakai baju putih sih? Menerawangkan?!” Nick memutar tubuh Bella untuk menghadap dirinya.


“Ck, biasa aja kali, namanya juga main di pantai. Yang lain bahkan hanya memakai bikini kau tahu!” Bella tak ambil pusing, dia bahkan sering memakai baju kelewat sexy saat tampil di panggung.


“Ck!! Itu urusan mereka. Aku tetap nggak terima kalau mereka melihatmu dalam keadaan seperti ini, Bella.” Nick mengambil kaosnya dan memakaikannya pada Bella. Bella tersipu, sudah lama tak ada pria yang memperhatikannya bahkan sampai menaruh rasa cemburu padanya.


“Emm ... lalu kau pakai apa?” Bella memandang tubuh Nick.


“Rumahku di dekat sini. Bagaimana kalau mampir untuk membersihkan diri sebelum aku mengantarmu pulang?” tutur Nick meminta persetujuan.


“OK.”


“Boss kau dapat durian runtuh dari mana? Wah, Akhirnya kau bisa melepas status perjakamu, ya, Boss?!” bisik pegawai Nick.


“KEPO!! Mikirmu jorok amat! Udah sana kerja yang bener! Cariin duit yang banyak!” Nick mengeplak kepala pegawainya pelan.


“Yeee, masa iya cewek secantik itu mau dianggurin, Boss?”


“Diem! Potong gaji kalau cerewet!” ancam Nick. Wajahnya memerah, menanggapi candaan pegawainya membuat jiwa lelaki Nick meronta-ronta.


“Ck, iya, iya,” gerutunya sebal.


Nick kembali pada Bella yang sudah menunggunya di depan pintu toko. Dengan seulas senyuman manis Nick menggandeng Bella untuk berjalan menuju ke rumahnya. Bella menurut saja, gandengan hangat tangan Nick cukup ampuh untuk meredakan rasa dingin setelah bermain air.


— MUSE S5 —


MUSE UP!!


Bella dan Nick basah-basahan. Terus mau apa di rumah? Apa bakalan ada kejadian mendebarkan di antara mereka? Tunggu next episode readers tercinta.. 😘😘😘


LOVE LIKE COMMENT VOTE!! Uhuy!!