MUSE

MUSE
S6 ~ MAINAN BARU



MUSE S6


EPISODE 6


S6 \~ MAINAN BARU


\~Krystal sadar betul hidupnya bergantung pada Gabby dan keluarganya. Namun kali ini, Krystal sudah punya Ivander yang mencintainya, ia tak perlu takut kalau harus berpisah dari Gabby.\~


_______________________


Krystal benar-benar membuat Gabby kehabisan air mata malam ini. Ia terus menangis dalam dekapan Adrian. Adrian mengerti bagaimana perasaan sahabatnya, karena hanya dia yang tahu kebenaran akan cinta Gabby terjadap Krystal . Gabby menghubungi Adrian malam ini, bukan hanya karena Adrian adalah sahabatnya, tapi juga karena Adrian adalah adik dari saingan cintanya.


Gabby penasaran, seperti apa kehidupan pria itu. Kenapa Krystal dengan mudah bisa mencintatainya, bisa masuk ke dalam bujuk rayunya?!


“Padahal aku sudah memperingatkan Krystal untuk menjauhinya.”


“Bagaimana kalau dia hanya mempermainkan perasaan Krystal?” Gabby mengangkat tubuhnya dari dekapan Adrian.


“Itu sudah pasti, Gabby. Ivander hanya bermain-main dengan Krystal. Ia tak mungkin serius.” Adrian bersandar pada sofa.


Apartemen itu kini penuh keheningan. Baik Adrian dan Gabby sama-sama berkutat dengan pemikiran mereka sendiri. Isak tangis Gabby juga sudah menghilang, berganti dengan emosi yang meluap. Tapi Gabby sadar betul, siapa dia sampai bisa mencegah Krystal mencintai Ivander?


“Sudah subuh dan dia belum juga pulang! Awas saja bila terjadi sesuatu pada Krystal, akan aku bunuh Kakakmu!” tutur Gabby.


“Bunuh saja, Gab! Aku tak peduli, aku juga membencinya! Anak Haram itu tak pantas dikasihani,” ujar Adrian santai.


“Anak Haram?!” Gabby kaget.


“Iya, dia beda Ibu denganku. Ayah menghamili sekretarisnya dulu,” desah Adrian.


“Tapi dia mewarisi semua aset dan perusahaan Ayahmu? Bagaimana bisa?” Gabby menusap dahinya, kebanyakan pasti lebih memilih anak dari istri sah dibandingkan anak haram.


“Ya, karena Ivander memang seorang pekerja keras dan juga pintar mengelola perusahaan. Nggak seperti diriku.”


“Jangan berkecil hati Adrian, mungkin karena kau masih kecil, tunjukan pada Ayahmu kau lebih mampu.” Gabby menepuk pundak sahabat lelakinya itu.


“Yah, andai saja aku bisa. Ivander selalu menghalangiku merebut perhatian Papa darinya.” Adrian menelan ludahnya, pahit.


Gabby mengelus lengan Adrian, mereka menghabiskan waktu berdua dengan saling bercerita. Mengeluh kesahkan pikiran dan perasaan masing-masing.


— MUSE S6 —


Krystal terbangun dengan rasa nyeri dan panas pada area kewanitaannya setelah permainan cintanya semalam penuh dengan Ivander. Namun ekspresi ringisan perih segera berganti dengan senyuman kebahagiaan tak kala melihat punggung lebar Ivander ada di depannya.


Krystal menggigit bibirnya, Ivander memang begitu menggoda. Kejantanannya telah berhasil ia buktikan semalam dan Krystal semakin menyukainya.


Ah, mimpikah aku? Terbangun dengan pandangan yang indah ini?


Krystal mengempit selimut pada ketiaknya dan bangun, berjengit-jengit pelan agar tidak membangunkan Ivander. Ia bergegas membersihkan dirinya. Krystal merasa harus terlihat cantik di hadapan Ivander begitu ia bangun nanti.


“Hah!!” Krystal menyelak kaget saat tangan kasar melingkar pada perut rampingnya dan sebuah kecupan bersarang pada pundaknya.


“Kau sudah bangun rupanya!” Ternyata Ivander menyusulnya ke kamar mandi.


“Iya,” jawab Krystal.


Ivander menyesap leher Krystal, ia mencumbu kembali gadis itu dengan penuh nafsu. Memepetkan Krystal pada dinding kamar mandi, membuat tubuh keduanya terguyur air shower yang hangat. Sensasi bercinta dengan seorang gadis perawan membuat Ivander menyukai permainannya dengan Krystal.


“Ma—masa lagi??” Krystal mendorong tubuh kekar Ivander. Mencoba untuk menolaknya, rasanya masih sangat sakit dan perih, setidaknya biarkan Krystal mengistirahatkan tubuhnya sebentar.


“Kau tidak mau?” Ivander menatap wajah cantik Krystal dengan sendu yang dibuat-buat.


“Bu—bukan tidak mau, Van. Rasanya masih sakit dan perih.” Krystal menunduk, ia tak kuasa menolak bila Ivander memandangnya seperti itu.


“Kalau begitu tunggu apa lagi?! Puaskan aku!” Krystal mendelik, bukannya iba, Ivander tetap meminta jatah padanya.


Air shower membasahi tubuh keduanya, aroma lembut sabun memberikan sensasi sensual yang semakin meningkatkan gairah. Ucapan Krystal terbuang percuma, Ivander tak menginginkan adanya penolakkan. Dengan segera ia membopong tubuh Krystal dan melemparkannya ke atas kasur.


“Argh!” rancau Krystal saat Ivander kembali menghujamkan tubuhnya.





Setelah sarapan dan bercakap sebentar Ivander mengantarkan Krystal pulang karena dia harus pergi bekerja.


“Aku akan menghubungimu nanti,” kata Ivander.


“Kau tak menciumku dan bilang I love you?” Lengan Krystal bertengger pada jendela mobil Ivander yang terbuka.


Ivander tersenyum, ia lantas mengecup bibir Krystal dan mengucapkan kata cinta seperti yang di minta olehnya. Membuat hati wanita itu melayang, terombang ambing dalam luapan kebahagiaan.


“See you, Van.” Krystal melambaikan tangannya pada Ivander.


“See you, Krystal.”


Ivander menunggu Krystal sampai wanita periang itu menghilang dari pandangannya. Ivander bersenandung dengan siulannya, hatinya merasa senang karena mendapatkan mainan baru yang sangat menggemaskan. Entah bakalan berapa lama Ivander akan bertahan dengan Krystal, satu hal yang pasti, dia masih menyayangi mainan barunya itu.


— MUSE S6 —


Hati Krystal yang semula bahagia menjadi geram. Selama ini Krystal selalu menahan diri saat Gabby bertingkah posesif layaknya seorang kekasih padanya. Krystal sadar betul hidupnya bergantung pada Gabby dan keluarganya. Namun kali ini, Krystal sudah punya Ivander yang mencintainya, ia tak perlu takut kalau harus berpisah dari Gabby.


“Memang apa urusanmu aku mau pergi ke mana? Kau bukan Ibuku! Kita juga bukan saudara!!”


“Tapi kita sahabat!” tandas Gabby.


“Namun itu bukan alasan sampai kau bisa bebas mencercaku dengan pertanyaan seposesif itu!” tandas Krystal balik.


“Aku begini karena sayang padamu, Krys!”


“Oh, ya? Memang siapa dirimu? Memang siapa kau sampai begitu perhatian pada masalah percintaanku?!”


“Cukup, Kryss!! Ivander bukan lelaki baik-baik! Dia b4jingan!! Aku tak ingin kau terluka karena dirinya.” bentak Gabby, dia hanya ingin memperingatkan pada sahabatnya untuk menjauhi Ivander.


“Kenapa menuduhnya seperti itu? Dari mana kau tahu? Apa kau pernah bertemu dengannya?” Krystal memutar tubuhnya, berkacak pinggang di hadapan Gabby.


“Adrian yang memberitahuku.” Gabby menurunkan nada suaranya, hatinya kembali sakit saat melihat beberapa noda merah kebiruan di leher dan pundak Krystal.


“Ck, dasar mulut ember.” Krystal mencibir Adrian.


“Kumohon, Krys, berpisahlah darinya sebelum semuanya terlambat.” Gabby mengelus wajah Krystal, namun dengan segeran Krystal menampiknya.


“Kau pasti hanya irikan padaku??! Kau pasti iri karena aku mendapatkan pria sempurna seperti Ivander!” tuduh Krystal.


“Krys!!”


“Sudahlah!! Aku lelah!! Aku akan pergi dari sini! Aku akan keluar dari sini!” Krystal membuka lemarinya, mengeluarkan beberapa helai pakaian dan memasukkannya pada koper.


“Kau mau kemana?” cegah Gabby.


“Entahlah!! Yang pasti aku harus pergi darimu, lepas dari bayang-bayangmu! Semua ini memuakkan, Gabby!! Caramu dan tingkah posesifmu!!” Krystal mengacuhkan tangan Gabby yang menghalanginya pergi. Ia kukuh pada pendiriannya dan bergegas keluar dari apartemen.


“Krystal!! Krystal, maafkan aku!! Aku mohon jangan pergi!” teriak Gabby.


“Lepaskan!!”


“Aku berjanji tak akan ikut campur lagi dengan masalahmu.” Gabby memohon.


“Lepaskan!! Biarkan aku pergi.”


“Krys!! Pandanglah persahabatan kita dari kecil, pandanglah orang tuaku.” Gabby semakin menggelayut pada lengan kurus Krystal.


“Karena memandang orang tuamulah aku tak melakukan hal ini dari dulu, Gabby!!” Krystal menghempaskan tangan Gabby.


Gabby jatuh tersungkur, Krystal tak melewatkan kesempatan ini. “Aku ambil sisa barangku besok!” Krystal langsung melingsut pergi dengan sebuah koper, meninggalkan Gabby yang terisak sendirian.


— MUSE S6 —


Sekilas info unfaedah.


Percakapan unfaedah antara Othor Rengginan dan bucinnya. Hal ini terjadi karena terlalu halu Nick dan Gabby yang suka naik motor sport.


OR : Cin, beliin ini donk! 🥺


Bucin : Apaan?


OR : motor sport, ducati. 🤩


Bucin : Berapa duit? 😒


OR : 500-800 juta!


Bucin : elu kate duit tinggal metik kek daun singkong pa?😒


OR : ya udin, beli yang KW.


Bucin : berapaan?😒


OR : 50 jutaan dapet. Ngepet sekali aja udah kebeli.🥺


Bucin : Ya beli aja kalau ada yang nggak pakai kopling.😒


OR : ya mana ada to Cin ... Cin ...😭


Bucin : kalau pake kopling aku nggak mau setir, kamu setir sendiri. Aku bonceng aja. Males, jalanan macet masih kudu mainan kopling. (Bayangin pengen keren diboncengin lakik pake motor gedhe, malah gw yang suru boncengin!! Bucin macam apa kau Kisanak?!)😒


OR : oh baiklah! Saya setir sendiri. 😩(Menyerah)


Bucin : heiyah ... paling juga cuma sebulan, abis itu nganggrok nggak mau pakai, bilang capek soalnya jalanan macet, terus bilang panas ga ada tutupnya, terus ujung-ujungnya bilang ‘dijual aja buat beli skincare!!!’😒


OR : 🙄🙄🙄


Bucin : no naik matic aja, cepet, irit, ga pake ngepet belinya.


OR : 🙄🙄🙄


Sungguh ter—la—lu !!


Jangan lupa dilike trus di comment, terus di vote!!