MUSE

MUSE
S7 ~ AKU JUGA INGIN BAHAGIA



MUSE S7


EPISODE


S7 \~ AKU JUGA INGIN BAHAGIA


Cinta yang terrajut sejak mereka masih orok itu apakah akhirnya akan kandas?? Benar-benar kandas??


__________


Johana melihat Leoni dengan tatapan iri. Leoni punya segalanya, orang tua yang utuh, keluarga, dan juga kekasih yang tampan dan sangat terkenal. Tak ada yang kurang. Tapi Leoni menyia-yiakan kekasihnya begitu saja.


Yah, Johana tentu saja tahu tentang Levin dan juga kisahnya bersama Sang kekasih. Hanya memang saat itu Johana tidak tahu kalau gadis yang menjadi kekasih Levin adalah Leoni.


Oh … Johana juga ingin bahagia, memiliki kekasih dan juga keluarga. Bukankah kali ini adalah sebuah kesempatan untuk memiliki semua hal itu?!! Johana tak ingin melepaskan Levin. Sikapnya yang gantlemen dan juga nilainya yang sempurna sebagai seorang pria sungguh membuat Johana tak mau melepaskan kesempatan untuk juga bahagia bersama Levin.


“Kau pasti berpura-pura sakit agar Levin terus berada di sisimukan?” bentak Leoni. Johana menyeringai. Kesempatan pun tiba, saat Levin datang dengan kursi roda. Johana berpura-pura menjatuhkan dirinya. Memfitnah Leonilah yang telah mendorong Johana.


BRUK!!


Johana tiba-tiba jatuh dan memegangi pergelangan kakinya yang terluka. Leoni kaget, ia bahkan tak menyentuh Johana, kenapa tiba-tiba ia terjatuh?!


“Johana!!” Levin tiba di pintu masuk. Ia langsung bergegas menolong Johana.


Levin menatap tajam ke arah Leoni, Leoni bergeleng pelan. Ia tak melakukan apa pun! Sungguh dia hanya membentak Johana karena gadis itu menyebalkan.


“Leoni!! Apa yang kau lakukan?” Levin membentak Leoni.


“Aku tidak melakukan apa pun!!” Leoni melotot galak ke arah Levin.


Cinta yang terrajut sejak mereka masih orok itu apakah akhirnya akan kandas?? Benar-benar kandas??


“Kau tak percaya padaku?? Kau menuduhku mendorongnya?? Berapa lama kita bersama, Vin? Apa kah kau benar-benar sudah lupa seperti apa diriku sampai kau menuduhku punya sikap seburuk itu??” Leoni melemparkan umpan.


“Apa itu benar, Johana??”


“Ahahaha … aku memang tak sengaja terjatuh karena berjalan mendekati Leoni, Vin. Aku terlalu gembira bisa kembali ke sekolahan.” Johana menggaruk kepalanya sembari menjulurkan sedikit lidahnya agar Levin tidak marah. Johana tak bisa menfitnah Leoni jadi ia pun terpaksa mengikuti alur, yang penting Levin tidak bertemu dengan Leoni lagi.


Leoni merasa kesal bukan main, kenapa Levin bisa dengan mudahnya percaya dengan ucapan Johana yang jelas-jelas berbohong?? Leoni juga kesal, meski sudah menuduhnya Levin juga tidak meminta maaf.


“Maaf ya, Vin. Bikin kalian berdua bertengkar.” bisik Johana, Levin hanya mengangguk.


“Apa ada yang sakit?” Levin mengecek pergelangan kaki Johana. Johana bergeleng sembari tersenyum. Ia memamerkan pada Leoni kedekatan mereka berdua belakangan ini.


“Lain kali hati-hati.” Levin menghela napas lega, ia pun menggendong Johana kembali ke kursi roda.


“Kita pulang saja yuk, Vin. Kakiku sakit sekali karena jatuh tadi.” Johana melirik ke arah Leoni, ia harus menjauhkan Levin dari pandangan Leoni.


“Nggak jadi sekolah?” tanya Levin, Johana pun bergeleng.


“Oke, ayo kita pulang.” Levin mendorong kursi roda Johana dan meninggalkan Leoni sendirian. Leoni hanya bisa menggigit bibirnya sebal, bagaimana bisa Levin menjadi pribadi yang sangat dingin?!


Hiks … tanpa sadar air mata Leoni terurai begitu saja. Deras sekali.


...— MUSE S7 —...