IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Bertemu



"Baiklah.... Ingat jaga pangeran kutub ku, jangan sampai di ambil gadis lain." tegasnya penuh harapan menatap kedua bola mata Alexa. "Aku merasa kita tidak akan bertemu lagi setelah ini" sambungnya dalam hati.


"Siap calon kakak ipar...." ujar Alexa menghibur Sherin


"Bibi.... Sherin pasti akan merindukan kalian." ujarnya memeluk Stevi, "Bibi jaga pangeran kutub Sherin, jangan biarkan gadis lain mendekatinya." bisik-nya pelan


Stevi tersenyum kecil mendengar bisikan Sherin, "Baiklah.... Bibi tentu saja akan menjaganya dan menjauhkannya dari gadis lain. Cepatlah tumbuh besar, agar kau bisa memilikinya." ujar Stevi tersenyum tulus. Ia meninggalkan sebuah kecupan di kening Sherin, anak perempuan yang selama ini diasuhnya.


Mereka kemudian melangkah menuju taksi yang sudah menunggu sedari tadi, "Kami pergi jaga diri kalian baik-baik" ujar Stevi memeluk Dena dengan erat.


"Kalian baik-baik disana" ujar Dena membalas pelukan Stevi tak kalah erat.


Mereka kemudian naik ke taksi, setelah pengemudinya mengangkat barang-barang bawaan mereka.


"Sampai jumpa lagi...." teriak Alexa melambaikan tangannya. Ia bisa melihat ekspresi ketidakrelaan di wajah Dena dan Sherin.


Sementara Stevenson hanya diam duduk di kursi penumpang sembari memasang earphone di kedua telinganya.


Sherina sedih melihat Stevenson tidak melambaikan tangannya untuk terakhir kalinya. Ia menangis tersedu-sedu di dada mamanya, ketika melihat mobil yang di tumpangi Stevi dan putra-putrinya menghilang dari pandangannya.


"Semoga kalian bahagia" batin Dena. Ia kemudian masuk ke dalam rumah sembari mengendong putrinya yang tidak mau berhenti menangis.


Seorang pria menatap sendu kearea rumah yang ditinggali Dena dan Sherin, "Akhirnya...." batinnya.


#


#


Di Bandara


Stevi dan putra-putrinya sudah tiba di sebuah bandara internasional. Mereka melangkah menuju pintu keluar untuk mencari taksi. Tanpa mereka sadari, seorang pria tertegun mengucek-ngucek matanya untuk memastikan penglihatannya.


Sementara Stevi dan putra-putrinya langsung masuk ke dalam taksi yang sudah di pesannya. Mereka membutuhkan waktu selama 3 jam untuk tiba di mansion klan king.


"Sayang.... Istirahatlah, kita masih butuh banyak waktu untuk tiba di mansion daddy." ujar Stevi sembari mengelus lembut kepala putra-putrinya bergantian.


Stevi mengerti, jika putra-putrinya merasa lelah selama 24 jam mengudara. Dia membawa kepala putra-putrinya ke atas pangkuannya berbaring di masing-masing pahanya.


#


#


Steven sedari tadi, duduk termenung di teras balkon kamarnya sembari menatap langit biru. Dia merasa kesepian diantara keramaian, karena tidak ada anak remaja sebayanya yang tinggal di mansion.


Sementara Greyson berdiri di halaman mansion sembari menatap sendu kearah putranya. Dia ikut merasakan apa yang sedang dipikirkan putranya.


Dia terlalu fokus menatap putranya, tanpa sadar jika dua mobil berjalan masuk menuju halaman mansion klan king. Tidak jauh beda dengan daddy-nya, steven juga masih fokus memandang langit biru di atas langit.


#


#


Seorang pria keluar dari kursi kemudi mengangkat semua barang-barang penumpangnya "Letak disana saja pak." ujar Stevi sembari mengendong putrinya yang masih tertidur lelap


"Biar saya yang mengantar mereka nyonya muda." ujar Jack mengangkat tubuh tinggi stevenson


"Daniel angkat barang-barang nyonya muda" ujar Jack sembari mengendong tubuh stevenson.


Tak beberapa lama Jack kembali membawa tubuh Alexa masuk ke dalam mansion. Para pelayan merasa kagum dengan wajah mempesona stevenson dan alexa.


#


#


Setelah melihat putra-putrinya dibawa masuk ke dalam mansion, Stevi kemudian melangkah menuju tempat Greyson berdiri. Dia merasa jantungnya berdetak dua kali lipat lebih kencang dari biasanya.


Dia berdiri di belakang Greyson sembari menatap ke arah tatapan Greyson "Putraku...." lirihnya dalam hati. Ia berdiri 2 meter di belakang Greyson sembari ikut menatap sendu kearah putra pertamanya "Ternyata kamu tumbuh dengan baik." sambungnya dalam hati


"Apa kau tidak merindukanku....


...***Bersambung***...