
"Awas entar jilat ludah sendiri." timpal Michelle menyuapkan sepotong daging ke mulutnya.
"Sudah...sudah.... bukankah tujuan kita kemari untuk makan siang? Kenapa jadi kalian bertengkar begini."ujar Gion menengahi obrolan sepasang saudara kembar itu.
Sementara disisi lain, seorang gadis muda menatap gedung pencakar langit di hadapannya. Seorang penjaga tiba-tiba menghampiri gadis itu dan menanyakan tujuannya datang ke hotel mewah tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" tanya penjaga itu
"Hem... saya berniat mengantarkan makan siang untuk Saudari saya karyawan baru yang baru bekerja hari ini di hotel ini, Pak." ujar gadis itu tersenyum tipis.
"Mohon maaf, Nona. Boleh saya tahu nama karyawan tersebut?" tanya security itu.
"Arabella." balas Amore.
Gadis yang datang ke hotel Royal merupakan Amore. Ia ingin memberikan makan siang sepesial untuk Arabella. Karena hari ini merupakan hari pertama Arabella bekerja di hotel Royal. Amore takut Arabella telat makan. Karena Arabella merupakan tulang punggung keluarga mereka. Sementara Amore tidak bisa bekerja ataupun angkat barang-barang berat.
Amore sedari bayi sudah di rawat di rumah sakit. Amore juga tidak bisa hidup tanpa bantuan alat-alat medis rumah sakit. Jadi, gadis itu tidak terlalu paham dengan dunia kerja. Karena Ia tidak pernah merasakan yang nama sekolah di tempat umum. Penyakitnya membuatnya terkurung di rumah sakit selama bertahun-tahun.
Security itu langsung menghubungi HRD Hotel Royal. Karena security itu belum kenal ataupun pernah bertemu dengan Arabella.
"Mohon ditunggu sebentar ya, Nona. Sebentar lagi orang yang Anda cari akan turun ke lobi." ujar security itu dengan ramah. Amore langsung duduk di kursi dekat lobi sembari menunggu kedatangan Arabella. Gadis itu tidak menyadari tatapan terkejut seorang pemuda dari kejauhan. Dengan tangan gemetaran, Pemuda itu langsung menghubungi seseorang.
"Apa kau sedang bekerja?" tanya pemuda itu kepada seorang pemuda di seberang sana.
[Aku sedang makan siang bersama Michelle dan Michael.] balas pemuda itu sembari menikmati mak siangnya.
[Apa kau gila? Orang yang sudah meninggal dan menjadi arwah mana bisa hidup kembali.] sahut pemuda itu mendengus kesal.
"Tunggu jangan matikan dulu panggilan telepon dariku." ujar pemuda itu penuh peringatan.
Pemuda itu tersenyum tipis ketika melihat seorang karyawan berniat melintas dari sebelahnya.
"Apa kau bisa melihat gadis yang ada disana?" tanya pemuda itu sembari menggenggam ponselnya.
"Ya, saya bisa melihat gadis itu, Tuan muda." sahut karyawan itu dengan gugup. Karena karyawan itu sangat kenal dengan pemuda yang berdiri di depannya.
"Apa kau memiliki indra keenam?" tanya pemuda itu lagi memperjelas pernyataan gadis itu.
"Tidak, Tuan muda." balas karyawan itu dengan ramah.
"Menurutmu.... Apakah gadis yang duduk disana seorang manusia atau arwah penasaran yang sedang gentayangan?" tanya pemuda itu lagi untuk menyakinkan apa yang dilihatnya.
"Gadis itu benar-benar manusia, Tuan muda. Anda juga bisa melihatnya. Gadis itu sedang berbicara dengan karyawan hotel Royal." jawab karyawan itu memperhatikan obrolan Amore dan Arabella.
"Terima kasih. Ini tips untukmu." sahut pemuda itu tanpa sadar menepuk bahu karyawan wanita itu.
Pemuda itu langsung melangkah cepat menuju lobi dan mengobati rasa penasarannya.
"Xaviera!"