
Sementara Dean masih menatap tajam ke arah seseorang yang akan sangat-sangat dia benci di mulai dari hari ini "Sungguh.! bagaimana mungkin kami semua bisa tertipu dengan sikapnya selama ini? apa lagi ketua yang memiliki kelebihan!" batinnya bertanya-tanya. Dean menatap marah dan dingin ke arah penghianat itu.
"Apa kau juga yang membawa wanita itu masuk ke dalam markas Klan King, melewati sistem keamanan Klan King?" tanya Dean dingin. Aura di laboratorium itu seketika berubah menjadi dingin dan menusuk.
"Dean maafkan aku... Aku melakukan ini semua untuk menyelamatkan keluargaku" ujar seorang pria dengan mata berkaca-kaca.
"Jika kau merasa terancam, mengapa kau tidak memberitahu ketua? kau tetap penghianat!!! kau akan menyesal melakukan semua ini!!!" teriak Dean marah.
"Bagaimana jika kau di posisiku Dean? kau juga pasti melakukan hal yang sama!!" ujarnya terbata-bata tidak mau di salahkan terus-menerus. Dia sangat mencintai kedua orangtuanya, bagaimana mungkin dia mengorbankan orangtuanya demi pekerjaan pikirnya.
"Aku tidak akan mengkhianati ketua yang selama ini sangat berjasa di hidupku!! jangan samakan aku dengan dirimu!! karena kita tidak akan pernah sama!!! kau benar-benar brengsek!!!" maki Dean menatap tajam ke arah penghianat Klan King.
"Apa kalian sudah selesai melepas rindu?" gurauan Meyer mendengar percakapan Dean dan tawanannya.
"Kau brengsek!!! sialan!!" teriak Dean. Dia masih berusaha mengulur waktu, dia berharap jet yang di tumpangi Jack cepat tiba di landasan private jet lapangan luas mansion Klan King.
"Apa brengsek? sialan?" tanya Meyer dengan wajah merah padam mendengar teriakan Dean.
"Kau tembak dia!!!!" teriak Meyer emosi kepada tawanannya. Dia kesal berani-beraninya Dean memancing amarahnya pikirnya.
"Cepat!!!" sentak-nya lagi, lalu menyerahkan sebuah pistol ke tangan tawanannya.
Dean tertegun dengan situasi di laboratorium itu, dia tidak bisa bergerak. Mau lari kemana pun dia sudah tidak memiliki celah. Namun dia bersyukur dengan satu hal, setidaknya dia bisa menyelamatkan Stevi. Dia bisa mengubah alur dari peristiwa yang dia lihat ketika masuk ke dalam mesin waktu. Dia senang nyonya mudanya bisa tetap hidup kedepannya.
#
#
Di Fox Kingdom
"Kami akan memberikan sesuatu untuk putramu sebelum kalian kembali!" seru Kaisar menatap istri dan cucunya.
"Mengapa opa tidak memberitahunya sekarang saja? agar aku tahu bagaimana mendidik dan mengawasi mereka di masa depan!" seru Greyson dengan memelas.
"Ini adalah alasan mengapa opa tidak memberitahukannya kepadamu Grey. Mereka menyukai kebebasan!, mereka tidak suka diatur!, dan mereka juga memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar!." serunya dengan serius
"Percayalah mereka akan tubuh dengan baik" sambung Kaisar Agung dengan hangat
#
#
Di Ruangan bawah tanah
Seorang wanita menodongkan pistol tepat di dahi Stevi yang sedang berbaring di atas rumput. Sementara Stevi yang merasa sebuah benda menempel di dahinya langsung terbangun.
Matanya melotot melihat orang yang menodongkan pistol di dahinya "Apa yang kau lakukan?" tanyanya menyembunyikan rasa takutnya
"Hahahaha... Apa kau takut!" tawa wanita itu, lalu tersenyum sinis dan memandang remeh ke arah Stevi.
"Kau... Bukankah kau wanita yang bekerja di laboratorium suamiku?" tanya Stevi memandang takut ke arah dokter muda itu, yang sedang mengarahkan moncong sebuah pistol ke arahnya.
"Iya! suamimu!!" teriak Dena menatap tajam Stevi
"Aku jatuh cinta padanya!! aku yang lebih dulu mengenalnya tapi mengapa kau yang mendapatkannya!!!" teriaknya nyaring ke wajah Stevi
...***Bersambung***...