IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 ~¶~



"Aku tidak akan memaksamu menerima lamaranku Alexa. Kamu boleh menolak ku di depan semua orang. Aku tidak apa-apa. Karena aku tahu, cinta tidak bisa dipaksakan." sambung Paskal. Namun Alexa tidak merespon apa-apa.


Paskal benar-benat merasa sedih melihat Alexa tidak menolak ataupun menerima lamarannya. Ia yakin Alexa benar-benar akan menolaknya di depan banyak orang. Ia menghembuskan napasnya meng sebelum berdiri.


Paskal tiba-tiba tersenyum tipis menatap Alexa. Senyum itu seakan-akan berkata tidak apa-apa Alexa. Kamu bebas memilih pasanganmu di masa depan. Paskal masih berusaha menyembunyikan perasaan sedihnya. Para tamu undangan juga ikut sedih dan kasihan melihat raut wajah Paskal. Mereka semua tidak tahu harus berbuat apa. Karena itu hak Alexa menolak dan menerima lamaran pria yang bisa menjaganya dan menemaninya di masa depan.


Paskal langsung turun dari atas panggung dengan perasaan terluka. Ia mencoba menutupi perasaan sedih dan malunya atas penolakan Alexa di depan orang-orang.


"Are you okey?" tanya Theresia mengenggam tangan putranya.


"Aku baik-baik saja, Ma." kata Paskal tersenyum tegar. Padahal kenyataannya hatinya benar-benar hancur hingga berkeping-keping.


"Jodoh tidak akan kemana, Sayang.... Mungkin Nona muda bukanlah jodoh kamu." nasehat Theresia berusaha menahan air matanya. Ia tahu bagaimana perasaan putranya. Karena Paskal terlahir dari rahimnya. Ikatan batin itu tentu saja ada antara mereka.


"Ma.... Paskal mau melanjutkan pendidikan Paskal keluar negeri setelah bulan purnama besok." ujar Paskal tiba-tiba. Ia sudah memutuskan tawaran kedua orangtuanya beberapa hari setelah kepulangan Alexa.


Theresia tersenyum hangat mendengar ucapan putranya. "Mungkin ini yang terbaik. Mama mendukung keputusan kamu, Nak." ujar Theresia menatap putranya dengan penuh kasih sayang.


Theresia lalu mengalihkan pandangannya menatap kearah suaminya. Ia tersenyum tipis menatap Rain yang juga sedang memandang kearah mereka. Tatapan itu seakan-akan mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja.


"Ah.... dasar gengsian!" ketus Grace menatap kearah saudarinya.


Sementara Greyson dan Stevi tidak bisa berkata apa-apa. Karena sedari awal Alexa juga belum menyetujui permintaannya. Ini mungkin keputusan yang terbaik pikir mereka. Sebagai orang tua, Greyson hanya bisa mendukung keputusan putrinya. Meskipun sebenarnya Greyson sangat mengharapkan Paskal menjadi pendamping hidup putrinya.


"Kalian boleh menikmati hidangan yang tersedia di atas meja sebelah kiri." ujar Greyson mencairkan suasana di acara itu.


Sementara Steven dan Stevenson saling menatap satu sama lain melihat keterdiaman Alexa. Saudarinya tidak bergeming sama sekali. Gadis itu masih diam seperti patung.


"Sepertinya begitu." sahut Sherina termenung lama memikirkan sahabatnya.


"Kak, biarkan Ney yang berbicara kepada Alexa. Kalian pasti ingin melepas rindu dengan putra kalian. Lagian acaranya tinggal acara makan-makan dan ucapan selamat. Kalian bisa menunggu acara selanjutnya di kursi dekat panggung." ujar Stevenson menatap putranya.


"Sayang.... ajak Albiano dan perkenalkan Daddy Stev sebagai Daddynya. Mommy dan Daddy mau menemui Aunty Al terlebih dahulu." timpal Stevenson menatap putranya.


Cup


"Jangan nakal dengan saudaramu." nasehat Stevenson mengecup kepala putranya.


"Sayang.... Mommy mau ikut Daddy menemui Aunty Al. Bermainlah dengan saudaramu." seru Sherina ikut mengecup kepala putranya.


Cup


"Siap Bos!"ujar Gionino tersenyum lebar.


"Kak, titip Gion." pinta Stevenson menatap saudaranya.


"Hem..." gumam Steven menganggukkan kepalanya.


Steven mengalihkan pandangannya menatap putranya setelah kepergian Stevenson dan istrinya.


...***Bersambung***...