IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Happy Ending



Malam hari


Steven tertegun melihat kedatangan Haykal, begitu juga dengan Alexa. Paskal yang melihat tatapan terkejut Alexa dengan cepat mengikuti arah pandangan Alexa.


Semua keluarga besar Douglas yang berkumpul disana cukup penasaran dengan kedatangan Haykal. Terkecuali Dean yang sudah tahu maksud dan tujuan Haykal datang kesana.


"Hem.... mohon maaf menganggu waktu kalian semua. Kedatangan saya datang bertamu kesini untuk mempererat tali kekeluargaan kita sekaligus meminta maaf akan kesalahan orang tua saya dimasa lalu." ujar Haykal dengan berani.


"Dan saya juga berniat mengundang keluarga besar Douglas dan William datang ke acara resepsi pernikahan saya. Lokasi acara bisa dilihat di surat undangan. Besar harapan saya kalian datang menyambut kebahagiaan keluarga saya." lanjut Haykal.


Stevi tersenyum mendengar perkataan Haykal, wanita paruh baya itu dengan tangan terbuka menghargai niat baik Haykal. Bagaimanapun, Stevi ikut merasa memiliki hutang budi kepada pemuda itu. Karena Haykal dengan besar hati merawat, mengasuh Albi dan memberikan kasih sayang seorang ayah kepada Albi.


"Kami pasti datang, nak. Albi juga pasti senang hadir ke acara pernikahan Papinya."ujar Stevi tersenyum tipis.


"Mom..." Greyson dan Steven menatap Stevi dengan raut wajah tak senang.


"Jika kalian tidak ingin datang tidak usah datang. Mommy pasti datang ke acara pernikahan Haykal. Bagiamana pun Haykal merupakan orang yang sudah merawat dan mengasuh Albiano dengan penuh kasih."jawab Stevi dengan tegas melihat tatapan tak suka putra dan suaminya.


"Papi!" panggil Albiano tiba-tiba keluar dari dalam lift.


"Papi, kapan datangnya?" tanya Albiano langsung duduk di pangkuan Haykal.


"Baru saja."jawab Haykal mengelus kepala Albiano.


"Kenapa Papi enggak bilang datang ke mansion Opa dan Oma?" tanya Albiano mencebikkan bibirnya.


"Sayang, jangan ngambek begitu dong. Kasihan Papi baru sampai sudah kamu marahin." nasehat Livia menatap lembut kearah putranya.


"Sayang...."


"Jangan perhatian kepada pria lain." tegur Steven cemburu melihat istrinya perhatian dengan Haykal, Pria masa lalunya.


"Haykal cuma masa lalu ku. Dan kamu adalah masa depanku." tegas Livia menatap lembut suaminya.


"Sudah-sudah...." Dean memotong obrolan mereka.


"Kita tidak bisa memutar waktu. Jadi, biarkan masa lalu menjadi masa lalu. Karena masa depan indah sudah menanti kita."


"Jadikan masa lalu sebagai pelajaran berharga untuk kita semua." nasehat Dean menatap satu persatu keluarganya.


"Lagian sekarang kita sudah berkumpul lagi seperti dulu. Bukan hanya empat kepala yang hadir di tempat ini. Sekarang sudah hadir keluarga baru disini, yaitu putra-putri dan cucu-cucu kita." lanjut Dean.


"Ya, aku sependapat dengan perkataan Dean." celetuk Meyer menatap putrinya.


"Kami pasti datang ke acara resepsi pernikahan kamu, Nak. Jangan takut, kami sudah melupakan dendam masa lalu." kata Dean sembari menggenggam tangan Olivia.


"Terima kasih sudah menjaga dan melindungi putri dan cucuku." lanjut Dean penuh harapan.


"Aku menjaga dan melindungi mereka, karena aku menyayangi mereka." jawab Haykal membuat darah Steven tiba-tiba mendidih. Steven mengira kalau Haykal masih memiliki perasaan kepada istrinya.


Akhirnya Steven bisa tenang mendengar perkataan istrinya.


Yang lain hanya bisa diam dan menjadi pendengar obrolan mereka.


"Baiklah. Meskipun ingatan masa lalu masih membekas. Kami akan memaafkan dan mengikhlaskan kejadian masa lalu. Sekarang Dean sudah kembali." tutur Greyson dengan wajah datarnya.


"Aku hanya ingin menikmati hari tuaku dalam kebahagiaan. Bersama istri, anak, menantu dan cucu-cucu ku." Greyson terlihat menghela napas panjang.


"Kami para orang tua ini sudah tidak lagi muda. Sudah saatnya kita menikmati hari-hari bahagia kita tanpa dendam dari masa lalu." lanjut Greyson menatap ketiga anggota klan king kepercayaannya.


Greyson mengalihkan pandangannya menatap Haykal. "Kau boleh menginap disini. Aku akan meminta pelayan menyiapkan sebuah kamar tamu untukmu."


"Baiklah. Kalian boleh istirahat di kamar kalian masing-masing. Karena sedari tadi aku melihat wajah-wajah tidak sabaran dari pengantin baru kita."


Greyson tersenyum hangat menatap putri dan menantunya.


"Nak, kalian juga sudah boleh istirahat. Karena besok pesawat jet pribadi kita akan membawa kalian honeymoon ke Hawai." kata Greyson mengulurkan tangannya ke arah istrinya.


Stevi langsung menerima uluran tangan suaminya.


Grace dan Albara tentu saja terkejut mendengar perkataan Greyson. Mereka belum packing keperluan pribadi selama honeymoon di Hawai.


"Dad, tapi kami belum packing bawaan yang harus kami bawa kesana." sela Grace dengan muka memelas.


"Daddy sudah menyiapkan semuanya. Jadi, kalian hanya perlu berangkat." balas Greyson menatap hangat putrinya.


"Pulang dari sana kalian harus membawa kabar bahagia untuk kami." lanjut Greyson mengandeng tangan istrinya melangkah menuju lift.


"Daddy setuju dengan ucapan terakhir mertua mu. Kalian harus membawa kabar bahagia pulang dari honeymoon." ulang Dean tersenyum lebar menatap putranya.


"Itu udah pasti, Pa." balas Albara tersenyum lebar.


Satu persatu dari mereka mulai masuk ke kamar masing-masing. Begitu juga Haykal, seorang pelayan membawa Haykal menuju sebuah kamar.


Di Kamar Stevi dan Greyson


"Sayang, terima kasih sudah hadir dalam hidupku. Mungkin tanpa kehadiran kamu, aku bakalan tetap seperti dulu. Dingin, kejam dan sombong." kata Greyson menggenggam tangan Stevi.


"Semua yang terjadi dalam hidup kita atas kehendak Tuhan. Jadi, kamu hanya perlu berterima kasih kepada Tuhan. Berterima kasih telah diberikan kesempatan untuk tetap hidup dan merasakan kebahagiaan ini." balas Stevi memeluk Greyson.


Greyson tersenyum hangat mendekap tubuh istrinya.


"Aku sangat mencintaimu." bisik Greyson mempererat pelukannya.


"Me Too." balas Stevi tersenyum tipis.


...***End***...