
"Boleh sayang. Habiskan dulu susunya, baru kita naik ke lantai atas melalui lift." ujar Stevi. Karena tidak ada akses menuju lantai atas makannya Jack membawa kedua anaknya menuju kamar lantai satu.
"Yeay...." sorak Alexa. Ia langsung meneguk habis susu yang diberikan Stevi.
Sementara Stevi bahagia melihat wajah bahagia putrinya.
"Sayang.... Apa kamu ikut tidur bersama mommy dan daddy?" tanya Stevi melihat wajah datar dan dingin putranya.
"Tentu, Mom." ujarnya. Mana mau dia tidur sendiri di bawah, sementara Alexa diijinkan tidur bersama orangtuanya.
"Baiklah. Mari kita ke atas."ucap Stevi sembari mengambil gelas kosong di tangan putra-putrinya.
#
#
Tok....Tok
Cklek
"Sayang...." panggil Stevi sembari membawa makan malam dan segelas susu untuk putranya.
Stevi mengamati interior kamar putranya "Ternyata Ia menyukai interior warna gold." monolognya. Ia merasa kagum dengan interior klasik dan elegan di kamar putranya.
Cklekk
Pandangan Stevi beralih ke arah pintu kamar mandi yang di buka putranya.
"Kamu baru selesai mandi?" tanya Stevi tersenyum hangat kepada putranya. Ia melangkah menuju meja makan yang sudah tersedia di kamar putranya. Fasilitas di kamar Steven tidak jauh berbeda dengan fasilitas kamar suaminya.
"Sayang.... Makanlah, Mommy sudah menyiapkan makan malam dan susu untuk mu." Ujar Stevi sembari meletakkan napan di atas meja.
Steven sama sekali tidak merespon ucapan Stevi. Ia melanjutkan langkahnya menuju ruangan ganti.
Stevi menahan air matanya untuk tidak keluar karena putranya tidak merespon perkataannya.
"Apa kamu mau mommy suapi?" tawar Stevi membalikan tubuhnya untuk melihat aktivitas putranya. Ia tidak akan menyerah sebelum mendapatkan hati putra sulungnya.
#
#
Tak beberapa lama suasana di kamar itu mendadak hening, Steven terdiam beberapa saat menunggu perkataan bujukan yang keluar dari mulut mommy nya. Namun Steven tidak lagi mendengar suara mommynya.
"Apa mommy sudah keluar?" monolognya termenung beberapa saat.
Ia kemudian melangkah ke meja makan untuk memastikan ucapnya. Ia terdiam lama menatap apa yang dilakukan ibunya di atas tempat tidurnya.
"Mommy tertidur." monolognya.
Steven menatap sendu kearah meja makan, Ia merasa bersalah sudah mengabaikan niat baik mommynya. Steven lalu mendudukkan tubuhnya di atas kursi. Dia menikmati makan malamnya dengan tenang.
Stevi tersenyum kecil melihat tingkah putranya. Ia sebenarnya sedari tadi hanya pura-pura tidur untuk memastikan apa putranya akan memakan makanan yang dia bawa atau tidak.
#
#
Tak beberapa lama, makanan yang Stevi bawa sudah ludes masuk ke perut putranya. Steven juga langsung meneguk susu yang hampir dingin di atas meja. Baru kali ini Ia makan malam dengan porsi cukup banyak sampai perutnya terlihat membuncit.
Stevi sangat senang melihat putranya mau menikmati makanan yang sudah Ia bawa tadi. Satu hal yang dia ketahui dari sifat putranya. Putranya ternyata memiliki rasa gengsi dan rasa pengen di perhatikan. Tapi Stevi belum tahu bagaimana sifat sebenarnya yang benar-benar melekat pada putranya.
"Maaf, Mommy sampai ketiduran disini. Kasur di kamar kamu terasa empuk." ujar Stevi. Ia pura-pura merenggangkan tangannya seperti orang sehabis bangun tidur.
Steven merasa sedikit malu mendengar ucapan Mommy-nya. Ia menatap lama piring kosong yang ada di depannya. Ia tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana.
Stevi merasa sedih putranya belum mau merespon perkataannya. Ia menghela napas pelan sembari menatap lembut kearah putranya.
"Mommy...."
...***Bersambung***...