IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Kasino



"Tuan apa Anda hanya akan menatapnya dari kejauhan? apa Anda tidak ada niat menghampirinya?" tanya Richard kepada Stevenson.


"Belum saatnya, Rich." ujar Stevenson. Pria itu lalu masuk ke dalam mobil setelah memastikan keadaan Sherina.


Richard mengikuti langkah Stevenson masuk ke dalam mobil. Kendaraan roda empat itu melaju menuju Hotel Royal.


Stevenson melamun menatap keluar jendela, sementara Richard sesekali menatap raut wajah tak terbaca Stevenson dari kaca spion di atas kepalanya.


"Rasa gengsi Anda akan memperumit segalanya." batinnya. Selama lima tahun menjadi asisten Stevenson, Richard belum pernah sekalipun melihat wajah bahagia Tuannya. Terkadang Richard berpikir jika Tuannya terlihat seperti robot dan kanebo kering, kaku tanpa ekspresi.


#


#


Di luar Kasino


"Apa kau serius mau masuk kedalam?" tanya Alexa menatap serius sahabatnya. Terselip nada khawatir di ucapannya.


"Serius. Ini sudah menjadi resiko ku sebagai mata-mata." ujar Sherina sembari mengenakan wig rambut panjang pirang di kepalanya.


"Davin, kau temani Sherina masuk ke dalam. Aku akan membajak CCTV dan memantau kalian dari CCTV" ujar Alexa sembari mengetik sesuatu di layar komputernya.


"Gunakan kartu VIP ini agar kalian diperbolehkan masuk ke dalam." sambung Alexa menyerahkan masing-masing satu kartu kepada Sherina dan Davin.


"Hati-hati, kali ini jangan sampai gagal. Jangan lupa Intercom kalian. Dan...."


"Sherina untuk kali ini tidak usah menggunakan kacamata pengintai. Aku sudah menyiapkan softlens pengintai untukmu." ujar Alexa kepada sahabatnya.


Sherina langsung memakai softlens yang di berikan sahabatnya


"Thanks Belle. Ini akan mempermudah pergerakan ku." ujar Sherina tersenyum kecil menatap sahabatnya


"Apa kau tidak akan menggenakan gaun seksi lagi Sherin?" tanya Davin dengan tatapan mesumnya.


"Stop bercandanya! sekarang saatnya kita serius. Aku ingin kembali bekerja di balik layar." seru Alexa menghentikan ucapan dan tatapan mesum Davin. Mereka tahu Davin hanya bercanda mengenai perkataan dan tatapannya.


Sherina dan Davin lalu keluar dari dalam mobil. Mereka berakting seperti sepasang kekasih pada umumnya. Pria itu melingkarkan tangan kirinya di pinggang ramping Sherina.


Sementara seorang pria memotret adegan romantis yang pria itu lihat. Kemudian pria itu mengirimnya ke nomor bosnya.


#


#


Ponsel Stevenson berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk ke ponselnya. Pria itu melirik sekilas layar ponselnya, ada sebuah pesan masuk dari anak buah asistennya.


Stevenson hanya menatap datar pesan masuk itu tanpa berniat membukanya. Pria itu kemudian melanjutkan pekerjaannya memeriksa laporan kinerja perusahaan.


#


#


Di luar Kasino


Alexa menatap teliti situasi dari setiap CCTV yang muncul di layar komputernya. Gadis itu menandai beberapa wajah bodyguard targetnya.


[Hati-hati di tiap sudut ruangan kasino, beberapa petugas sedang mengawasi pergerakan kalian.] ujar Alexa dari Intercom yang terpasang di telinganya.


Mata Alexa membesar melihat Steven juga berada di tempat yang sama


"Ngapain kakak di California?" batinnya. Gadis itu kemudian memperbesar gambar yang muncul di layar komputernya.


#


#


Sementara Steven 10 menit lebih dulu tiba di kasino sebelum tim Alexa. Pria itu ingin bertemu dengan teman lamanya. Kebetulan teman lamanya merupakan pemilik kasino itu.


"Hai Steven. Lama tidak bertemu sobat." ujar Kevin mengulurkan tangannya ke hadapan Steven. Mereka merupakan teman semasa kuliah di Spanyol dulu sebelum Steven melanjutkan kuliahnya di Inggris.


"Hai Kevin. Bagaimana kabarmu sobat?" tanya Steven membalas uluran tangan Kevin.


"Apa kau tidak melihatnya?" tanya Kevin sembari memperlihatkan tubuh kekarnya.


"Kau juga terlihat semakin tampan dan berkharisma semenjak mengantikan posisi Daddy mu sebagai ketua klan king." ujar Kevin memuji Steven.


Steven hanya tersenyum kecil mendengar ucapan temannya.


"Apa kau sudah mendengar kabarnya?" tanya Kevin menatap intens sahabatnya.


Deg


......***Bersambung***......