
"Aku kebetulan seorang investor yang ingin mensurvei peternakan milik tuan Robert." ujar Josua. Ia tidak ingin gegabah dalam berucap, disaat wanita di depannya tidak mengenali dirinya sama sekali. Wanita yang diyakininya sebagai adik iparnya.
"Oo.... Kalau begitu saya duluan Pak. Saya harus buru-buru makan siang dan kembali bekerja." ujar Stevi. Ia kemudian berlalu dari sana setelah melihat anggukan dari Josua. Ia ingin secepatnya bertemu dengan putra-putrinya setelah setengah hari penuh bekerja.
"Apa Stevi amnesia?" batin Josua bertanya-tanya. Ia menatap kepergian Stevi semakin menjauh dari pandangannya.
***Flashback off****
"Itu yang aku dengar dari cerita kak Silvia, setelah ingatanku kembali setahun yang lalu." ujar Stevi. Ia menatap sendu ke arah suami dan putra-putrinya.
#
#
"Lalu....?" Tanya Greyson. Pria itu cukup penasaran dengan kelanjutan cerita istrinya. Ia penasaran siapa kira-kira yang mengirim pesan WhatsApp 6 tahun yang lalu.
"Keesokan harinya kak Silvia datang lagi ke peternakan dengan suaminya. Namun hanya kak Silvia yang menghampiri kami. Saat itu....
Flashback On
Stevi dan Dena memutuskan untuk mengambil cuti selama satu hari untuk berkumpul dengan anak-anak mereka. Stevi memutuskan berjalan-jalan di area peternakan sementara Dena memutuskan untuk bermain di taman depan rumah mereka.
Saat sedang menikmati rumput hijau luas peternakan tuan Robert. Tiba-tiba seorang wanita asing datang menghampirinya dan putra-putrinya. Stevi yang mendengar pertanyaan wanita yang tiba-tiba muncul di depannya langsung menatap kearahnya.
Dari pertanyaan wanita itu, Stevi merasa jika wanita itu seperti mengenal dirinya.
"Hello.... Apa kau yang bernama Stevi?" tanya wanita itu.
"Iya, Nona." jawab Stevi. Ia mengamati dengan teliti wajah wanita di depannya hingga membuatnya tertegun.
"Perkenalkan namaku Silvia Lorens.... Opzz salah, maksudku Silvia Thomson." ujar Silvia salah tingkah.
Stevi bisa melihat ekspresi salah tingkah dari wajah wanita di depannya. Dan sorotan mata wanita itu terlihat seperti seseorang yang sedang menyembunyikan sesuatu.
"Mencurigakan." batin Stevi. Stevi melihat pandangan Silvia lalu mengarah kearah putra-putrinya.
"Wah.... Mengemaskan" ujar wanita itu. Stevi melihat ekspresi kagum dan binar antusias di kedua sorotan mata Silvia.
"Siapa namanya?" tanya Silvia tanpa mengalihkan pandangannya dari kedua anaknya.
"Ini putraku, namanya Stevenson Neymar yang lahir lebih dulu 2 menit dari putriku. Dan ini adalah putriku bernama Alexandria Belle, adik dari putraku" Ujar Stevi sembari mengelus kepala putra-putrinya saat mendengar pertanyaan antusias Silvia.
"Bolehkah kamu menambah nama Lorens di belakang nama mereka?" saran Silvia penuh harapan
"Mengapa saya harus menambahkan nama Lorens, di nama belakang kedua anak saya?" tanya Stevi menatap Silvia penuh curiga.
Siapa pun akan merasa curiga mendengar perkataan wanita di depannya. Baru saja kenal beberapa menit yang lalu namun langsung meminta nama belakang untuk putra-putrinya di ambil dari nama belakangnya.
"Suatu hari kau akan tahu Stevi...." lirihnya pelan. Stevi tertegun melihat raut kesedihan pada raut muka wanita itu. Entah mengapa Stevi juga ikut sedih melihat raut kesedihan di wajah Silvia. Entah mengapa di hati kecilnya, Ia merasa begitu dekat dengan Silvia. Stevi berulangkali meneliti wajah kakaknya dengan intens untuk memastikan perasaan nyaman melihat wajah yang tidak asing di matanya.
"Sepertinya dia mengenali ku." batinnya memperhatikan dengan teliti ekspresi dan body language Silvia.
...***Bersambung***...
...Note: ingatkan di last season 1 apa yang Josua ceritakan kepada istrinya? Dan apa yang dilakukan Silvia saat bertemu adiknya. Jangan berpikir negatif tentang Josua entar di babat keluarga Thomson 🤭...
...Terima kasih untuk kalian yang masih setia menunggu Update dan masih setia membaca karya Author ❤️ meskipun jam updatenya terkadang terbang-terbang 😂....