IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Pintu Di Ujung Lorong



Meskipun masih ada sedikit keraguan di hatinya, Ibu muda itu tetap patuh mengikuti langkah Rain. Mereka melewati sebuah lorong lembab, pencahayaan minim dan sedikit bau amis. Perasaan cemas sekaligus takut semakin menghantui Livia.


"Jangan takut, kami tidak akan mencelakai mu." ucap Rain menyakinkan Livia.


Mereka melangkah pelan-pelan mengikuti lorong tersebut. Semakin masuk ke dalam lorong, semakin jelas pula pencahayaan dalam lorong tersebut.


Ngeong


Ngeong


Ngeong


Suara mengeong hewan terdengar semakin jelas di dalam telinga Livia. Seketika itu juga bulu-bulu halus dikulitinya langsung berdiri. Detak jantungnya memompa dua kali lebih cepat. Keringat sebiji kacang tanah juga mulai membanjiri tubuhnya.


"Suara apa itu?" tanya Livia dalam hati, menggosok-gosok kulit tangannya, menghilangkan rasa takutnya.


"Apa dia sudah kau beri makan?" tanya Rain setibanya di ujung lorong. Di ujung memang ada sebuah pintu keluar dari lorong itu.


"Sudah, Tuan. Hanya saja sepertinya dia masih lapar." ujar penjaga itu.


"Mengapa kau tidak memberinya makan? atau apa kau mau daging mentah tadi, aku ganti dengan tubuh mu untuk di santap hewan kesayangan Tuan?" tanya Rain bercanda.


"Ti-tidak, Tuan. Saya sebenarnya takut, kalau hewan kesayangan Tuan muda terlalu kenyang." dalih penjaga itu. Sebenarnya Ia takut masuk ke dalam kandang cheetah kesayangan Greyson. Karena anak cheetah itu terlihat lebih ganas dari induknya. Ia takut tiba-tiba diterkam kalau terlalu dekat.


"Bilang saja kau takut." sindir Rain. Mereka mengobrol beberapa saat, hingga suara hentakan sepatu pentopel seseorang menarik atensi mereka.


TAK


TAK


TAK


"Sepertinya itu Tuan muda." ujar Rain menghentikan obrolan mereka.


"Sebenarnya mengapa meraka membawaku kemari? apa yang ada di dalam sana?" ucap Livia dalam hati.


Semakin lama, bayangan pemilik suara hentakan sepatu pentopel itu semakin mengecil. Ternyata memang benar, pemilik suara hentakan pentopel itu adalah Greyson.


"Tuan...." sapa Rain dan penjaga itu.


Sementara Livia hanya diam saja, karena Ia merasa mulutnya tiba-tiba terkunci. Greyson memaklumi sikap Livia.


"Sudah, Tuan. Hanya saja, saya belum mengabari Jack." ucap Rain.


"Baiklah. Setelah rencana ini usai, aku memiliki sebuah tugas untukmu." ucap Greyson dengan wajah serius.


Rain menyeritkan dahinya mendengar perkataan Greyson. Andrew "Apa lagi yang akan Tuan rencanakan?" tanya Rain bergumam dalam hati.


"Buka pintunya!" perintah Greyson kepada penjaga.


"Baik, Tuan." sahut penjaga itu membuka pintu keluar lorong itu.


CKLEK


KREK


Greyson kemudian melangkah masuk ke dalam pintu. Diikuti oleh Livia, Rain, dan beberapa anggota klan king. Sementara penjaga itu tetap tinggal di tempatnya, sembari berjaga-jaga.


Ngeong


Ngeong


Ngeong


Suara meong semakin terdengar jelas di dalam telinga mereka, termasuk Livia. Tubuh Livia tiba-tiba terasa kaku mendengar suara meong itu. Karena suara itu, mampu membuat bulu kuduknya berdiri.


2 menit kemudian mereka tiba di sebuah halaman yang dibatasi dengan jeruji besi. Di balik jeruji besi itu, terdapat halaman asri yang cukup indah dan terawat. Kaki Livia terus melangkah mendekati jeruji besi itu. Ia cukup penasaran, rahasia apa yang tersimpan dibalik jeruji besi itu.


Greyson mengelus lembut bulu loreng kepala hewan tersebut. Suara mengemaskan hewan itu terkadang membuat putra-putri Greyson terpesona. Karena setahu banyak orang, hewan itu merupakan salah satu predator yang sangat menakutkan. Hewan itu juga salah satu hewan buas yang ditakuti hewan lainnya. Karena hewan itu tidak segan-segan mengoyak tubuh mangsanya dengan taring tajamnya.


Ngeong


Ngeong


Ngeong


Greyson tersenyum manis melihat kepekaan cheetah kesayangannya. Hewan itu ternyata langsung mengenali yang mana Tuannya.


...***Bersambung***...