IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Sherina



Sehari sebelumnya


Di Bandara San Fransisco California


Seorang wanita dikawal oleh beberapa pria berpakaian serba hitam. Mereka melangkah keluar dari pintu kedatangan internasional bandara.


[Target sudah melangkah menuju pintu keluar bandara.] ujar Sherina sembari memindai targetnya menggunakan kaca mata pengintainya.


Gadis itu menggunakan alat-alat teknologi pengintai yang lengkap di Indra penglihatan dan telinganya. Sherina menggunakan kaca mata pengintai yang sudah di lengkapi dengan Spy kamera. Tanpa lupa sepasang intercom panggilan terpasang di kedua telinganya. Intercom itu langsung terkoneksi dengan rekannya.


[Kerja bagus Sherina." ucap Alexa tersenyum puas menatap layar komputernya.


[Bagaimana denganmu Davin?] tanya Alexa sembari memperbesar CCTV pengintai di layar komputernya.


[Aku sedang mengikuti mobil target dari jarak 3 meter.] ujar Davin sembari mengemudikan mobilnya mengikuti mobil target.


[Aku akan membajak GPS mobil yang mereka kendarai. Hati-hati jangan sampai kehilangan jejak.] ujar Alexa kepada Davin


[Mobil yang mereka kendarai mengarah ke arah jalur selatan. Sepertinya mereka menuju sebuah Club.] sambung Alexa kepada Sherina dan Davin.


[Baiklah. Aku langsung bergegas kesana.] ujar Sherin menaiki motor balapnya.


[Sherin cantik Abang menunggumu.] ujar Davin menggoda Sherin.


Alexa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar godaan Davin. Mereka sudah terbiasa dengan perkataan pria Italia itu.


Brum Brum


Suara kenalpot motor yang dikemudikan Sherin terdengar nyaring di pendengaran orang-orang yang berlalu-lalang di sekitarnya.


Sementara Alexa dan Davin tersenyum kecil mendengar suara motor kesayangan Sherina.


"Seperti biasa." batin mereka


#


#


Di Club KK


"Aku yang akan masuk ke dalam Vin. Kau tunggu saja di luar." ujar Sherin sembari mengenakan pakaian yang menggoda dan cukup seksi.


"Kau terlihat sangat menggoda dengan pakaian seperti ini Sherin." ujar Davin menatap tubuh menggoda Sherin dengan tatapan mesumnya.


"Berhenti menatapku dengan tatapan mesum mu! Kalau tidak mau matamu dicongkel Alexa!" sentak Sherin dingin.


"Ya ya.... Aku hanya bercanda sayang." cetus Davin mendengar ancaman Sherin. Tentu saja pria itu takut dengan ancaman Sherina.


Sherin kemudian melangkah masuk ke dalam Club. Para pria hidung belang yang berlalu-lalang menatap lapar dan mesum melihat tubuh seksinya. Namun Sherin terus melanjutkan langkahnya dan mengabaikan tatapan mesum orang-orang di sekitarnya. Gadis itu fokus meneliti meja-meja yang di tempati para pelanggan untuk mencari keberadaan targetnya.


Sherin kemudian melangkah menuju lantai khusus untuk tamu-tamu VIP. Setibanya di lantai atas, matanya membesar melihat kegiatan mesum yang dilakukan targetnya. Sepasang kekasih yang sedang menikmati permainan panas di atas sofa panjang seperti kasur yang sudah tersedia di ruangan itu.


"Nasih jomblo ngenes!" kesalnya dalam hati. Sherin kemudian melangkah menuju meja bartender.


"Minuman non alkohol." ujarnya tanpa mengalihkan pandangannya dari targetnya.


Sementara bartender itu tersenyum kecil mendengar pesanan pelanggannya. Bartender itu dengan cepat meracik segelas minuman sesuai pesanan Sherin.


#


#


Sejam kemudian


"Sial pakai lama lagi." batin Sherin menatap tajam ke arah sebuah meja dikelilingi beberapa sofa. Namun tak beberapa lama Sherin melihat kekasih dari pria yang menjadi targetnya melangkah menuju toilet.


Sherina bergegas melangkah menuju meja targetnya sembari mengeluarkan tatapan yang menggodanya.


"Hai" ujar Sherin dengan suara dibuat-buat seseksi mungkin.


Pria itu menatap wajah cantik Sherin dengan tatapan mesum. Pria itu meneliti penampilan Sherin dari ujung kaki hingga ujung kepala. Ia menatap ukuran bongkahan dada dan bokong gadis yang berdiri di depannya.


"Lumayan." batin pria itu menatap lama area pribadi Sherin.


"Hai honey...." ujar pria itu berdiri dari duduknya. Pria mana yang mau menolak sapaan dari gadis cantik, seksi dan menggoda seperti Sherin.


"Duduklah." seru pria itu mengenggam tangan Sherin. Pria itu lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping Sherina.


"Sial! sial! pria brengsek. Berani nya kau menyentuh wanitaku!" kesal seorang pria dalam hati. Pria itu menatap tajam adegan mesra antara Sherin dan targetnya dari kejauhan.


#


#


Sherina merasa risih mendapatkan sentuhan agresif dari pria di depannya. Namun untuk menjalankan misinya, gadis itu cepat-cepat menempelkan GPS dan alat perekam suara di tengkuk pria itu.


Dari kejauhan Sherin melihat kekasih dari pria itu berjalan semakin mendekat ke arah mereka.


"Sepertinya aku harus pergi. Kekasihmu sudah kembali." ujar Sherin sembari berdiri dari duduknya.


Ia kemudian memberikan kiss bye dari jarak 2 meter sembari mengedipkan sebelah matanya.


Tingkah nakal Sherin tentu saja membuat gairah pria itu semakin naik. Pria itu kemudian menarik tubuh kekasihnya menuju ruangan VIP yang ada di Club KK.


[Misi selesai] ujar Sherin sembari melangkah menuju toilet. Terselip senyum menyeringai di wajah putihnya.


#


#


Sementara Alexa yang mendengar perkataan sahabatnya, langsung menambah volume suara speaker yang ada di mobilnya. Matanya membesar mendengar suara-suara percintaan tersambung langsung ke speaker mobilnya.


"Sial!! Sial!!" gerutu Alexa panas dingin mendengar suara kenikmatan yang terdengar dari speaker mobilnya. Alexa langsung mematikan volume rekaman suara itu.


"Dasar Sherina!" umpat Alexa kesal.


Sementara Davin tertawa terbahak-bahak mendengar suara percintaan dan suara umpatan Alexa yang terdengar nyaring di telinganya.


#


#


Sherina melangkah melewati sebuah lorong kamar VIP menuju toilet Club. Namun tanpa sengaja seorang anggota klan king yang melintas di samping tubuh Sherin, mendeteksi alat teknologi canggih di sekitarnya. Pria itu lalu menghentikan langkahnya


"Berhenti!" ujarnya


Sherina yang mendengar ucapan penjaga itu langsung berlari menuju lift. Sementara penjaga itu melotot melihat Sherin berlari masuk kedalam lift khusus ketua klan king.


"Sial. Hari ini ketua akan berkunjung lagi." umpatnya dalam hati berlari mengejar Sherin. Namun pintu lift sudah tertutup rapat.


"Apa yang kau lakukan? apa ada masalah?" tanya Steven yang baru saja tiba di Club kekuasaan klan king.


"Tidak bos. Silahkan." ujar nya menundukkan kepalanya. Ia kemudian menggeser sedikit tubuhnya agar Steven bisa masuk ke dalam lift.


#


#


Setibanya di lantai atas, Sherina mencari-cari ruangan kosong untuk bersembunyi namun tanpa sengaja Ia menyenggol bahu seorang pria.


"Maaf....Maafkan saya tidak sengaja, Tuan." ujarnya sembari membereskan alat-alat penyadap yang baru saja Ia dapatkan.


"Stop...." ujar Steven menatap dingin kearah alat-alat yang berhamburan dari tas Sherina.


"Siapa yang mengizinkanmu masuk ke sini? apa kau seorang mata-mata?" sambung Steven menatap tajam ke arah Sherina.


Perkataan Steven tentu saja membuat Sherin menghentikan gerakan tangannya. Gadis itu menepuk-nepuk gaun yang dikenakannya untuk membersihkan tangannya.


"Anda salah paham Tuan. Saya hanya sedang bekerja." ujarnya menatap datar wajah Steven. Gadis itu melanjutkan pergerakannya membereskan alat-alat pengintainya.


Saat Steven ingin menyela perkataan Sherin namun Sherin dengan cepat berlari menyelinap menuju kamar pribadinya yang sudah dibuka asisten Steven. Steven hanya menatap datar kepergian Sherina yang mulai menghilang dari pandangannya. Steven lalu melanjutkan langkahnya menuju ruangannya tanpa berniat mengejar Sherina.


... ......***Bersambung***.........