IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Part 16 Flashback Off



Meyer menghembus napasnya pelan sebelum keluar dari kamarnya dan istrinya.


"Baiklah.... Papa menyetujui keinginan kamu." ujarnya menatap hangat putrinya.


"Benarkah?" tanya Sherin dengan wajah bahagia.


"Tentu saja." ujar Meyer meyakinkan putrinya.


"Besok kamu akan diantar menggunakan jet pribadi kita." sambung Meyer kepada putrinya.


Dengan semangat Sherin berlari menuju kamarnya. Ia memasukkan beberapa pasangan pakaian dan barang-barang yang akan Ia butuhkan saat di London nanti. Setelah selesai membereskan barang-barangnya. Sherina berlari keluar menghampiri putranya.


"Hey boy. Mommy sangat senang hari ini...."


"Besok Mommy akan menemui Daddy mu. Dan Mommy akan membawanya dan mengenalkan mu padanya." ujar Sherin mengecup berulang kali wajah terlelap putranya.


Sementara Dena dan Meyer meneteskan air mata mendengar ucapan putrinya.


"Pria itu memeluk pinggang istrinya. "Semua akan baik-baik saja." ujarnya berusaha menenangkan hati istrinya.


#


#


Setibanya di London Inggris


Sherina menyeret kopernya masuk ke dalam bangunan apartemen yang dulu mereka tinggali. Ia sudah tidak sabar bertemu dengan suaminya.


Sherina menekan beberapa kode sandi pintu apartemen Stevenson.


Cklek


Pintu itu langsung terbuka. Ia melihat apartemen itu sudah kosong. Tidak ada lagi foto pernikahan mereka yang sedari awal sudah mereka pajang di ruangan tamu.


Ia mencari-cari keberadaan Stevenson namun pria itu tidak ada. Sherina juga bergegas datang ke universitas mereka mencari keberadaan Stevenson. Namun teman sekelasnya berkata kalau Stevenson sudah menyelesaikan studinya beberapa bulan yang lalu.


Sherina tertegun mendengar ucapan teman kampusnya itu.


"Apa kau tahu Ia melanjutkan studinya dimana?" tanya Sherin penuh harapan.


"Stevenson masih menempuh pendidikan di universitas ini. Pria itu juga melanjutkan S2 nya. Namun Ia ikut kelas daring. Aku dengan pria itu sudah menjadi CEO sekarang." ujar teman sekampusnya tersenyum tipis menatap Sherina.


"Benarkah? apa kau tahu dimana perusahaanya?" tanya Sherin lagi penasaran.


"Hotel Royal. Perusahaan bergerak di bidang perhotelan." cetus temannya itu.


Sherina langsung melanjutkan langkahnya meninggalkan teman kampusnya setelah mengucapkan terima kasih.


#


#


Di Hotel Royal London


"Permisi Nyonya apa ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang resepsionis kepada Sherina.


"Apa CEO Hotel Royal bernama Stevenson Neymar Lorens?" tanya Sherin penasaran.


"Benar Nyonya. Namun Tuan Muda sudah tidak datang ke Hotel ataupun perusahaan akhir-akhir ini. Namun menurut gosip di grup para manajer, beliau sudah pindah tugas ke cabang hotel dan perusahaan yang ada di California." ujar resepsionis itu.


Sherina lagi-lagi tertegun mendengar perkataan resepsionis itu. Ia lalu meninggalkan hotel itu setelah mengucapkan terima kasih kepada resepsionis itu.


#


#


California Amerika serikat


Saat akan keluar dari bandara, Sherina seperti melihat seseorang yang sangat Ia kenal.


"Alexa" lirihnya.


Ia dengan cepat menghampiri gadis yang menurutnya sangat mirip dengan Alexa.


Sementara gadis itu menyeritkan keningnya mendengar panggilan Sherin.


"Apa benar kau bernama Alexa?" tanya Sherin antusias. Wajah Alexa tidak jauh berbeda dengan wajah Stevenson. Wajah Alexa merupakan gambaran Stevenson versi wanita.


"Ya benar. Nama saya Alexa." sahut wanita itu menatap dalam mata biru Sherin.


"Wait...." ujar Alexa menatap teliti wajah Sherin.


"Sherina?" lirihnya pelan.


"Iya.... Kau benar Alexa. Aku adalah Sherin teman masa kecilmu." ujar Alexa memeluk Alexa hangat.


"Benarkah?" tanya Alexa belum percaya. Gadis itu lalu membalas pelukan sahabatnya. Mereka berpelukan sembari melompat-lompat mengekspresikan kebahagiaan mereka.


"Apa kau tinggal di negara ini?" tanya Alexa melepaskan pelukannya.


"Aku sedang mencari seseorang." ujar Sherin pelan tanpa memberitahu Alexa mengenai hubungannya dengan saudara kembar sahabatnya itu.


"Kebetulan sekali. Aku masih kuliah di sini mengambil jurusan IT. Kita bisa tinggal bersama di apartemenku." ujar Alexa.


"Ayo masuk ke taxi." sambung Alexa menarik tangan Sherin.


#


#


Di Apertemen Alexa


Sherina memerhatikan Alexa mengotak-atik keyboard laptopnya. Gadis itu sedari tadi hanya sibuk dengan dunianya.


"Apa kau juga bekerja Alexa?" tanya Sherin penasaran.


"Iya.... Kau benar. Aku bekerja dibalik layar sebagai CIO muda." ujar Alexa.


"Pekerjaan apa?" tanya Sherin penasaran


"Agen rahasia." bisik Alexa pelan.


Mata Sherin melotot mendengar ucapan sahabatnya.


"Apa itu tidak berbahaya untuk seorang wanita seperti mu Alexa?" tanya Sherin mencemaskan keadaan sahabatnya.


"Tentu saja tidak. Apa kau mau menjadi bagian tim ku?" tanya Alexa menawarkan sebuah pekerjaan berbahaya kepada Sherina.


"Aku tidak bisa melakukan itu. Aku memilih gangguan kecemasan." sahut Sherin lirih.


"Aku akan membantumu belajar mengendalikannya." bujuk Alexa.


"Benarkah?" tanya Sherin menatap serius Alexa.


"Tentu saja. Kau juga bisa sekalian mencari orang yang sedang kau cari." ujar Alexa. Gadis itu tidak mau bertanya lebih jauh tentang masalah pribadi sahabatnya. Karena Ia bukanlah tipikal gadis yang kepo dengan masalah orang lain. Kecuali bila sahabatnya butuh pertolongan dan meminta bantuannya.


Sherina menyetujui ucapan sahabatnya itu. Bukankah sebagai anggota CIA Ia juga bisa menemukan keberadaan Stevenson dengan mudah pikirnya. Sherin juga tahu pria itu pasti sibuk dengan dunia kerja dan kuliahnya. Tentu akan sulit baginya mencari keberadaan pria itu di negara besar seperti California. Sherin dan Alexa menghabiskan waktu mereka berkerja di bawah naungan CIA. Setelah satu tahun Alexa melatih Sherin bekerja sebagai mata-mata.


#


#


Sementara Stevenson menjalani hari-harinya dengan perasaan hambar. Setiap kali Rachel menemuinya dan mengajaknya keluar. Pria itu akan mencari alasan berkata sibuk agar wanita itu menyerah dengan ambisinya. Namun bukannya menyerah, wanita itu malahan semakin menjadi-jadi. Namun Stevenson selalu memiliki cara lain untuk jauh dari jangkauan wanita itu. Syukur ada Richard yang selalu standby membantunya.


Setelah dua tahun setengah disana. Stevenson memutuskan pindah ke California agar semakin jauh dari Rachel. Pria itu mengambil S2 nya dengan sistem daring. Karena saat itu, Stevenson sudah memiliki tanggungjawab besar mengelola perusahaan yang diwariskan oleh Oma dan Opa-nya kepadanya.


...***Flashback off****...


"Wow...." ujar Alexa bertepuk tangan


"Aku sangat terkejut mendengar cerita masa lalu tersembunyi kalian."


"Apa seseorang yang selama ini kau cari adalah Stevenson? saudara kembar ku sendiri?" ujar Alexa menatap tak percaya kearah Sherin.


...***Bersambung***...