
"Apa kau sudah melupakan perbuatan mu beberapa tahun yang lalu?" sambung Kevin menatap datar wajah tanpa ekspresi Steven.
"Come on Vin, kejadian itu sudah berlalu. Kita bertemu untuk melepas rindu setelah beberapa tahun tidak bertemu. Bukan bernostalgia dengan masalah yang terjadi di masa lalu." ujar Steven menyembunyikan rasa amarah di hatinya.
Kevin mengeluarkan sebuah map coklat dari laci meja kerjanya, lalu menyerahkannya kepada Steven.
"Lihatlah...."
"Dari informasi ini, kau akan mengetahui dampak apa yang terjadi akibat tindakan mu di masa lalu." ujar Kevin
Steven menatap lama map coklat yang di serahkan Kevin kepadanya.
"Aku melakukan semua ini, karena aku sudah menganggap mu sebagai keluargaku." sambung Kevin menatap wajah datar tanpa ekspresi Steven.
"Baiklah...."
"Terima kasih untuk ini." ujar Steven menunjuk ke arah map diletakkan Kevin di atas meja. Steven lalu mengenggam map itu.
"Btw.... Berapa lama kau akan tinggal disini?" tanya Kevin memecahkan obrolan sebelumnya.
"Besok kemungkinan aku akan kembali." ujar Steven. Besok pria itu mau pergi ke Spanyol memantau bisnis klan king lainnya.
"Kalau begitu...." ucapan Kevin terhenti ketika melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya
"Kita bisa bernostalgia sembari makan siang di luar." sambung Kevin sembari berdiri dari kursi kebesarannya.
"Baiklah. Aku juga sudah tidak memiliki pekerjaan lagi." jawab Steven.
Mereka kemudian melangkah keluar dari ruangan kerja Kevin. Beberapa bodyguard dan pengawal dari anggota klan king mengikuti langkah Steven dan Kevin dari belakang.
#
#
Di dalam Kasino
Para tamu datang ke sana bersama dengan gadis-gadis cantik dan berpakaian cukup seksi. Tak seperti penyamaran sebelumnya, kali ini Sherina mengenakan dress agak tertutup namun masih bisa di kategorikan sebagai pakaian yang elegan dan mewah, selayaknya seorang pelanggan ingin masuk ke dalam Kasino. Sementara Davin menggunakan tuksedo cukup formal berwarna hitam.
[Sherina ingat apa tujuan kalian disana. Katakan kepada Davin, jangan terlalu menghayati acting-nya.] ujar Alexa dari Intercom.
"Jangan lupa tujuan kita kemari" bisik Sherina pelan ke telinga Davin sembari tersenyum malu-malu menatap orang-orang yang duduk di sekeliling meja.
Alexa menatap CCTV yang memperlihatkan Steven dan beberapa pengawalnya melangkah menuju restoran yang ada di bangunan yang sama namun di lantai yang berbeda.
"Mungkin itu temannya" batinnya. Alexa baru pertama kali mengenal ataupun melihat pria yang berjalan sejajar bersama kakaknya.
#
#
Kembali ke Sherina dan Davin, mereka melirik ke kiri dan ke kanan untuk memastikan keadaan sekitar. Dari lirikan mereka melihat seorang pria bertubuh besar, berotot dan berwajah sangar menatap tajam ke arah meja mereka.
[Kalian akan bermain Blackjack ketika masuk ke dalam. Ingat trik yang kemarin kalian pelajari. Softlens yang Sherina pakai akan sangat berguna membantumu untuk melihat kartu apa yang dipegang pemain lain, Davin.] ujar Alexa mengamati situasi di dalam ruangan yang digunakan rekannya bermain Blackjack dari rekaman CCTV.
"Apa kalian sudah siap?" tanya Dealer kasino menatap keempat pemain yang duduk di meja bundar 54 inci itu secara bergantian.
Mr Park mengangkat tangannya menahan Dealer agar memberinya sedikit waktu untuk berbicara kepada pengawalnya. Pria matang itu kemudian membisikan sesuatu kepada pengawalnya yang berdiri di belakangnya. Tanpa memalingkan tatapnya dari wajah cantik Sherina.
"Berhubung Anda adalah pelanggan tetap di kasino kami. Apa Anda akan menggunakan sistem gambling dalam permainan kali ini Mr Park?" tanya Dealer kasino kepada Mr Park.
"Jika mereka berani saya akan menggunakan sistem gambling." seru Mr Park menata satu persatu para pemain.
"Mulai" ujar Davin dan pemain lainnya saat mendengar saran dari Dealer kasino. Mereka tentu saja sangat bersemangat saat melihat taruhan yang di tawarkan para pemain di atas meja.
Dealer kasino mulai membagikan dua kartu tertutup kepada setiap pemain. Sherina tersenyum kecil menatap kartu yang di bagikan Dealer. Kemudian Dealer meletakkan satu kartu pertama yang sudah terbuka di depannya.
Alexa dan Sherina sama-sama menyeringai melihat gambar di kartu masing-masing pemain. Sementara Davin melirik sekilas ke arah Sherina untuk membantunya.
......***Bersambung***......