IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Sampel Tes DNA



Saat kembali dari laboratorium, Alexa melihat Haykal keluar dari kamar rawat inap Albiano. Alexa langsung mempercepat langkahnya menuju kamar Albiano selagi ada kesempatan.


Cklek


Alexa melangkah mendekati ranjang yang di tempati Albiano.


"Maafkan aku sudah lancang mengambil sampel rambutmu sayang...." batinnya menatap wajah pucat pasi Albiano.


Alexa menggunting sedikit ujung rambut Albiano dan memasukkannya ke dalam plastik klip ukuran 10x7. Alexa kembali menatap intens wajah Albiano.


"Siapa kau sebenarnya?" gumamnya dalam hati. Gadis itu mengecup lama kening hangat Albiano.


"Cepat sembuh." bisiknya pelan.


Rintihan Albiano mengehentikan langkah Alexa saat ingin keluar dari kamar inap Albiano.


"Mommy...."


"Mommy..."


"Albiano rindu." gumamnya mengangkat kedua tangannya seakan-akan anak itu sedang memeluk leher ibunya.


Alexa tersentuh mendengar gumaman anak itu, tanpa sadar setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya.


Alexa melanjutkan langkahnya saat tidak lagi mendengar gumaman Albiano. Gadis itu juga takut semakin lama Ia didalam, semakin besar kemungkinan Haykal menemukannya ada di dalam.


Alexa langsung melangkah menuju laboratorium menyerahkan sampel DNA tadi. Setelah menyerahkan sampel itu, Alexa kembali keluar dari rumah sakit. Ia ingin secepatnya tiba di apartemen dan beristirahat. Ia cukup lelah seharian mencari sampel untuk menyelidiki rasa penasarannya.


#


#


Setibanya di apartemen, Alexa lalu melangkah menuju kamar mandi. Ia merasa tubuhnya sudah sedikit bau keringat. Setelah selesai mandi Alexa menggunakan produk skincare yang biasa gadis itu gunakan di malam hari.


"Ha-Hallo Mr Edward?" tanya Alexa terbata-bata. Ia sudah menduga kali ini Mr Edward akan bertanya-tanya mengenai kematian Mr Park.


[Bagaimana? apa kau sudah menemukan siapa yang membunuh Mr Park?]


"Belum Mr Edward! saya masih menyelidikinya hingga saat ini." jawab Alexa menetralkan suaranya.


[Aku merasa kau sudah menemukan siapa pelakunya. Karena setahuku kau memiliki kemampuan diatas rata-rata. Apa lagi kau memiliki khodam di tubuhmu! apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku?] tanya Mr Edward dari balik sana. Pria itu memiliki insting yang kuat, dari tekanan dan nada suara seseorang. Ia juga bisa membaca kebohongan orang saat sedang berbicara dengannya.


"Saya berbicara Sebenarnya Mr Edward! saya masih menyelidikinya sampai sekarang." ujar Alexa berusaha menyakinkan Mr Edward.


[Baiklah. Besok kau harus memberikan hasil penyelidikan relevan seperti yang aku harapkan!] perintah Mr Edward sebelum mengakhiri panggilannya.


Tut


Sementara Alexa menghela napas panjang mendengar perintah Mr Edward. Gadis itu merasa bingung dengan keputusan apa yang akan Ia ambil.


Alexa tidak mungkin memberitahukan yang sebenarnya kepada Mr Edward. Tentu saja itu akan membahayakan Sherina dari incaran bandara narkoba kelas kakap lainnya. Apa lagi keluarga saudara kembarnya baru saja berkumpul kembali setelah berpisah lima tahun. Alexa tidak mungkin tega melihat keluarga kecil itu berpisah lagi.


"Apa aku harus berkorban kali ini?" tanyanya dalam hati memikirkan perkataan Mr Edward dan keamanan Sherina.


Alexa termenung lama hingga keputusan final pun gadis itu ambilnya.


Gadis itu melangkah mendekati ranjang setelah mengambil laptopnya di atas nakas. Alexa mendudukan bokongnya di atas kasur sembari meletakkan laptopnya di pangkuannya.


Alexa lalu masuk ke situs web tersembunyi para mafia dan pengedar narkoba kelas kakap. Kesepuluh jemari tangan Gadis itu bergerak lincah menari-nari di atas keyboard laptopnya. Ia me-restart jaringan web tersembunyi pengedar narkoba kelas kakap.


"Berhasil!!" teriak Alexa tersenyum puas melihat hasil kinerjanya.


...***Bersambung***...