
"Bagaimana mungkin? mengapa aku tidak bisa mengingat apapun?bukankah kemarin malam kami hanya tidur tanpa melakukan apapun." gumam Alexa. Alexa menyibakkan selimut untuk memastikan semuanya. Ia juga bisa mencium jejak percintaan di atas tempat tidur.
Alexa mengalihkan pandangannya melihat ponsel Paskal di atas nakas. Alexa langsung meraih ponsel itu dan mencari informasi ciri-ciri kondisi seseorang setelah melepas keperawanannya.
Alexa turun dari tempat tidur lalu melangkah dengan hati-hati.
Nyeri dan ngilu
Itulah yang dirasakan Alexa dibawah sana. Namun ada satu pertanyaan besar yang mengganjal di hati dan pikirannya. Bagaimana bisa mereka melakukannya dalam keadaan tidak sadar?
Hiks
Hiks
Hiks
"Mengapa bisa seperti ini?" Alexa tiba-tiba menangis tersedu-sedu bersandar di samping tempat tidur.
Cklek
Paskal keluar dari kamar mandi mengenakan kimono. Ia terkejut melihat Alexa menangis tersedu-sedu di samping tempat tidur.
"Nona muda...." panggil Paskal dengan suara pelan.
Alih-alih menyahuti panggilan Paskal, tangisan Alexa malah semakin menjadi.
"Hua!!!"
Hiks
Hiks
Hiks
Paskal langsung melangkah mendekati Alexa. Ia takut keluarga Alexa berpikir yang tidak-tidak tentangnya. Paskal langsung mendekap tubuh bergetar Alexandria.
"Aku akan bertanggung jawab. Jangan menangis lagi. Aku tidak tahu apa yang terjadi semalam. Karena aku dalam pengaruh alkohol." kata Paskal dengan jujur.
"Andaikan aku tidak mengonsumsi alkohol, kejadian ini tidak akan terjadi." gumam Paskal merasa bersalah.
"Kau pria bajingan!" maki Alexa menghapus air matanya. Alexa langsung berdiri dan berniat keluar dari kamar Paskal.
"Nona muda.... aku tidak bermaksud---"
"Stop! kau tidak usah menjelaskan apapun lagi." kata Alexa menghentikan langkahnya.
Padahal Paskal mengira Alexa menangis tersedu-sedu karena perbuatannya sudah keterlaluan. Jika Alexa sudah tidak tin-ting lagi, berarti dirinya juga sudah tidak perjaka lagi.
Bukankah Paskal harusnya ikut menangis juga seperti Alexa. Karena melakukan hubungan itu sebelum ada ikatan pernikahan. Atau ada seseorang yang berencana menjebak mereka berdua?
"Anda tidak mungkin keluar dengan tubuh polos seperti itu, kan?" ujar Paskal dengan wajah polosnya. Namun ada desiran aneh dalam dirinya ketika melihat tubuh polos wanita itu.
"Apa kau kemaren mengeluarkannya di dalam?" tanya Alexa mengganti topik pembicaraan mereka. Ia sebenarnya malu melihat tubuh polosnya, Alexa akan semakin malu, bila selangkah saja melangkah keluar dari pintu. Karena terlalu emosi, Alexa sampai tidak sadar dengan tubuh polosnya.
Paskal berinisiatif sendiri melangkah dan membalut tubuh polos itu dengan selimut. Lagi-lagi sepasang manusia beda jenis kelamin itu merasa desiran aneh di tubuh mereka.
"Mengapa sekarang jantungku malah berdebar di dekat pria ini." teriak Alexa dalam hati.
"Aku pikir rasa cintaku semakin lama akan semakin besar kepadamu. Hal ini membuatku semakin tidak rela meninggalkan mu." gumam Paskal dalam hati.
Paskal tiba-tiba mendekap tubuh Alexa, hingga membuat tubuh wanita itu menegang.
"Alexa... mari kita menikah... aku akan menjagamu dan mencintaimu seumur hidupku. Tapi..."
Paskal melepaskan dekapannya. Ia menatap dalam kedua bola mata Alexa.
"Bolehkah aku memantaskan diri menjadi pendamping hidupmu. Aku tidak memiliki apa-apa untuk dibanggakan. Aku juga ingin melanjutkan pendidikanku diluar negeri. Apa kamu mau menemaniku berjuang dari nol. Mendukungku di saat suka maupun duka." sambung Paskal dengan lembut.
"Aku tidak pernah menyangka kalau aku akan jatuh cinta kepada seorang Nona muda. Aku terkadang inscure melihat kehidupan dan kedudukan kita bagaikan langit dan bumi. Bukan hanya karena hal itu, aku juga takut tidak bisa melindungi mu di masa depan."
"Aku tidak bisa menjanjikan apapun. Namun aku akan memperlakukan mu dengan baik, dan memberikan yang terbaik kepadamu."
Paskal tidak lagi menggunakan panggilan nona muda kepada Alexa. Mungkin di masa depan, Paskal akan memanggil Alexa dengan panggilan sayangku atau Istriku.
"Mandilah terlebih dahulu. Aku akan menyiapkan pakaian untukmu. Kamu juga tidak perlu menjawabnya sekarang. Aku tunggu jawaban kamu nanti malam, sebelum bulan purnama tiba." ujar Paskal mengelus lembut rambut panjang Alexa.
...***Bersambung***...