
21+++
Merasa tidak ada lagi pergerakan di atasnya, pria itu lalu keluar dari tempat persembunyiannya dengan hati-hati. Dia melihat Stevi sudah tertidur lelap dengan napas teratur. Dengan lembut dia mengelus pelan kedua pipi Stevi. Pria itu lalu mengalihkan pandangannya ke arah bibir merah muda yang sedikit terbuka. Pria itu mengelus pelan bibir indah itu. Bibir yang selalu membuatnya ketagihan untuk terus menyentuhnya lagi dan lagi. Tanpa sadar dia mendekatkan bibirnya ke arah bibir Stevi. Dia mengecup pelan bibir itu.
Cup
"Manis, seperti sebelumnya"gumamnya pelan terus memandang wajah terlelap Stevi
Tindakannya itu sama sekali tidak menggangu tidur Stevi, Dia tidur seperti orang yang sedang pingsan. Sifat licik pria itu tidak akan pernah hilang π€
Pandangannya lalu mengarah ke arah perut Stevi yang sudah terlihat membuncit. Dengan lembut dia mengelus perut itu "Hai Boy. Daddy sangat merindukanmu. Maafkan Daddy yang baru datang sekarang. Daddy sangat mencintaimu" ujarnya lalu mencium perut buncit itu
Stevi yang merasa tendangan kuat bayi di perutnya sedikit meringis, Dia merasa kedua kelopak matanya terasa sulit untuk di buka. Merasa tidak ada lagi pergerakan bayinya, Stevi melanjutkan tidurnya, dia juga bisa merasakan elusan lembut di perutnya.
Greyson yang mendengar ringisan Stevi mengelus pelan perut Stevi "Tidur ya sayang. Kasian Mommy capek. Hmm" bisik Greyson tepat di depan perut Stevi lalu mengecup lama perut buncit itu. Tangan Greyson lalu berpindah mengelus kepala Stevi dengan lembut "Terima kasih sudah hadir di dalam hidupku" bisiknya pelan lalu mengecup pelan dahi Stevi, kemudian berpindah ke bibir merah Stevi.
Cup
Cup
Dengan perlahan Greyson membaringkan tubuhnya di samping Stevi. Greyson menarik pelan kepala Stevi dan memasukkannya ke dalam dekapannya. Greyson lalu meletakkan dagunya di atas kepala Stevi.
"Maafkan aku" gumam Greyson pelan. Greyson bisa merasakan keberada kedua buah melon empuk milik Stevi. Hembusan hangat napas Stevi yang menerpa kulit Greyson membuat sesuatu di bawah sana langsung terbangun lagi.
"Aish.. Kenapa Lo nggak bisa lihat situasi sih" kesalnya di dalam hati, sebab di bawah sana terong ungu nya sudah mengembang.
Dengan perlahan Greyson menurunkan sedikit tubuhnya dan melonggarkan dekapan nya hingga memberikan sedikit jarak antara tubuhnya dan Stevi. Perlahan Greyson menurunkan tali daster itu ke samping, lalu mengeluarkan kedua buah melon yang semakin terlihat lebih besar daripada sebelumnya. Melihat kedua buah melon empuk itu, Greyson langsung menghisap rakus satu persatu pucuk ceri merah Stevi dan Greyson tak lupa meremas lembut kedua buah melon Stevi.
Greyson apa kau nggak takut Stevi terbangun? Ngapain takut Stevi akan terbangun. Itu tidak akan pernah terjadi karena anak buahnya tidak akan pernah lupa dengan karakter tuannya. Greyson melakukannya pemanasan selama 30 menit. Dia merasa hasratnya semakin naik jika terus meneruskan melakukan pemanasan di kedua buah melon itu.
"Nak Daddy jenguk ya?" gumam Greyson bertanya, dia tidak bisa menahan hasratnya lagi.
Merasa sawo Stevi sudah siap melakukan pertempuran ketiga, Greyson lalu melakukan penyatuan dengan pelan. Sudah beberapa bulan adik kecilnya berpuasa, Sekali buka puasa langsung ganas. Pertemuan itu terus berlanjut hingga Greyson melakukan pelepasan sebanyak 3 kali.
"Hah.. Terima kasih" gumamnya ngos-ngosan lalu mengecup pelan kening Stevi.
"Apa kau senang sayang Daddy mengunjungimu?" bisik Greyson tepat di atas perut Stevi. Greyson bisa melihat pergerakan bentuk kaki kecil tercetak jelas di kulit perut Stevi . Greyson bahagia bisa melihat pergerakan itu secara langsung. Sudah dari beberapa bulan lalu senyum itu menghilang, Namun sekarang senyum itu telah hadir kembali.
Greyson lalu melepaskan penyatuan mereka. Dengan tubuh telanjang Greyson mengambil beberapa tisu basah di atas meja rias Stevi. Dengan hati-hati Greyson membersikan seluruh tubuh Stevi. Dia tidak ingin Stevi mengetahui ataupun menyadari keberadaannya.
Setelah melihat semuanya seperti semula, Greyson perlahan melangkahkan kakinya ke arah kasur. Greyson lalu memakai kembali pakaiannya, Setelah berpakaian dia sedikit menundukkan kepalanya lalu mengecup pelan perut buncit Stevi "Jangan rewel di perut Mommy, Daddy akan datang disaat kamu lahir! hm" bisik nya lalu menegakkan tubuhnya kembali. Greyson memandang wajah Stevi yang terlihat sudah segar kembali.
"Aku akan datang lagi di saat anak kita sudah lahir" bisik nya di telinga Stevi. Greyson lalu meninggalkan sebuah kecupan di dahi Stevi.
Dia lalu berlalu keluar dari kamar itu. Dia memiliki beberapa urusan di Desa ini. Desa terpencil yang amat sangat dia kenal. Setibanya Greyson di luar rumah Stevi, disana sudah ada Asistennya yang selalu setia mendampinginya.
"Mari kita berangkat" ujar Greyson lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang.
...π·π·π·π·...
...***Bersambung***...
...^^^Udah empat bab π€£ bonus dari author karena kemaren enggak update π Jangan cuma ngintip aja readers^^^...
...Like, Komen dan Vote dong β€οΈ Kata ponakan kalau pelit kuburannya sempit π€ Canda sempit π€£...
...Udah nonton berita yang lagi viral belum? atit π eh tentang Pelakor, Perselingkuhan, KDRT dan Sifat serakah bertebaran di mana-mana....
...Tetap semangat dan selalu tebarkan kasih dan kebaikan ke semua orang. Selamat beraktifitas β€οΈ...