IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Keingintahuan Jack



"Daddy sudah tidak memiliki rahasia apapun dengan Mommy mu. Jangan bercanda, Son. Nikmati saja hukumanmu. Setahun tidak akan membuat si joni mati suri." sambung Greyson


"Kita lihat saja nanti, Dad." ucap Steven tepat kekeh dengan ancamannya.


Kedatangan seseorang menghentikan obrolan mereka. Mereka melihat Jack melangkah kearah mereka.


"Bagaimana Jack, apa kedua orangtuaku dan mertuaku sudah tiba?" tanya Greyson melangkah keluar dari kandang cheetah kesayangan.


"Sudah, Tuan. Seorang wedding organizer dan karyawan lainnya juga sudah tiba. Mereka membawa serta perias pengantin dan juga dekorasi." ucap Jack berbisik-bisik ditelinga Greyson.


"Bagus, Jack. Bagaimana dengan putriku dan putra Rain? apa mereka sudah kembali?" tanya Greyson dengan wajah serius.


"Belum, Tuan. Mereka belum kembali sampai sekarang. Saya benar-benar masih penasaran dengan kejadian 13 tahun yang lalu. Bagaimana bisa khodam pendamping Tuan muda kedua bertransmigrasi menjadi bayi kecil." celetuk Jack tiba-tiba membuat Steven dan Livia menyeritkan kening mereka.


"Setelah bulan purnama, kau akan tahu semuanya, Jack. Ayo kita kembali ke mansion utama. Aku ingin bertemu dengan orangtuaku dan mertuaku." ucap Greyson.


"Tapi sebelum itu, kau harus melakukan sesuatu untukku." sambung Greyson tersenyum menyeringai.


"Dekatkan telingamu, Jack." pinta Greyson.


Jack dengan patuh mendekatkan telinganya ke wajah Greyson.


"Bius putra dan menantuku. Masukan mereka ke kamar tamu di mansion belakang. Dosisnya jangan terlalu banyak." bisik Greyson.


"Aku duluan. Jangan sampai gagal." ujar Greyson lagi mengingatkan anak buahnya.


Greyson melangkah menuju pintu lorong. Namun sebelum keluar dari lorong itu, Greyson mengingatkan penjaga agar jangan lupa menutup dan memberi makan cheetah untuk dua hari ke depan.


#


#


Disisi lain


Jet pribadi yang ditumpangi Stevenson, Sherina dan juga Gionino baru saja mendarat di bandara. Mereka lalu masuk ke dalam helikopter jemputan dari mansion klan king.


"Tuan, Nona muda dan Tuan kecil." sapa anggota klan king yang menjemput Stevenson dan keluarganya.


"Hem" gumam Stevenson tanpa ekspresi.


Tak beberapa lama helikopter itu terbang menuju mansion klan king.


"Wow...." Gionino berdecak kagum melihat pemandangan hutan lebat dari atas langit.


"Apa kamu menyukainya?" tanya Stevenson mengelus kepala putranya.


"Tentu, lihatlah pohon itu tumbuh tinggi." celetuk Gionino tersenyum lebar.


"Sebentar lagi, kamu akan melihat pohon yang lebih tinggi di mansion Opa dan Oma." ucap Stevenson tersenyum hangat.


"Benarkah? aku sudah tidak sabar melihatnya." ucap Gionino tersenyum lebar.


Tiga puluh menit kemudian,.mereka melihat mansion klan king dari ketinggian 20 meter.


"Wow.... apa itu mansion Opa dan Oma?" tanya Gionino menatap keluar jendela helikopter.


"Iya, kamu benar. Itu mansion Oma dan Opa. Sebentar lagi kita akan mendarat, kamu harus bersikap sopan kepada Opa dan Oma." pesan Stevenson mengacak-acak rambut putranya.


"Gionino tidak akan nakal kalau tidak ada sebabnya, Dad." celetuk Gionino tiba-tiba.


"Cih! tidak usah mengelak! kau memang sangat nakal! aku selalu melihat kau menjahili para pelayan." tukas Xaviera


Gionino tidak mengindahkan perkataan anak kecil itu, Ia mengalihkan wajahnya kesamping.


Sepuluh menit kemudian helikopter yang ditumpangi mereka, mendarat di lapangan mansion klan king.


"Tuan, Nona muda dan Tuan kecil, kita sudah sampai di mansion klan king. Kalian bisa melanjutkan perjalanan kalian menggunakan mobil yang terparkir. "ucap anggota klan king.


"Barang-barang bawaan kalian sudah dipindahkan ke dalam mobil." sambung anggota klan king.


Stevenson langsung melangkah menuju mobil menurut arahan anggota klan king.


"Terima kasih" ucap Sherina melangkah mengikuti suaminya.


"Sama-sama, Nona muda." ujar anggota klan king.


...***Bersambung***...