
Setibanya di kantor, Arabella dengan cepat memeriksa schedule Gion hari ini. Tak beberapa lama, terdengar langkah sepatu pantofel seseorang. Siapa lagi kalau bukan Gion, selaku CEO muda hotel Royal.
Arabella tiba-tiba menghentikan pekerjaannya dan menghampiri Gion. Gadis itu mengikuti langkah Gion dan menginformasikan agenda Gion hari ini.
Setibanya di ruangannya, Gion langsung duduk dan menatap Arabella dingin. "Apa kau tidak ada niat berterima kasih sekaligus meminta maaf padaku?" tanya Gion dengan wajah dingin dan menakutkan.
Arabella tiba-tiba terdiam setelah mendengar perkataan Gion. Ia tentu saja tahu kemana arah pembicaraan Gion. Namun, Arabella pura-pura budeg dan tidak mengerti maksud perkataan Gion.
"Aku bisa saja menjebak mu dalam kasus itu. Hanya saja aku masih ingin memastikan sesuatu." kata Gion dengan wajah dingin.
Tak beberapa lama seorang pria masuk ke dalam ruangan Gion. Ia melirik sekilas kearah Arabella sebelum bicara. Namun, Gion sepertinya mengijinkan Arabella mendengar informasi yang akan disampaikan pria itu kepadanya.
"Saya sudah menyuap kedua petugas itu, Tuan. Mereka tidak akan berani mengusik Anda, karena ada merupakan ketua klan king yang ditakuti dan disegani."
Arabella terkejut mendengar informasi yang disampaikan pria itu. Ia tidak menyangka kalau kekuatan dan kekayaan seseorang mampu membungkam mulut para instansi penegak hukum seperti mereka.
"Kau sudah boleh keluar. Panggil aku lima menit sebelum rapat." ujar Gion melirik sekilas wajah terkejut Arabella dari ekor matanya.
Dengan terpaksa Arabella keluar dari ruangan itu.
Setelah melihat Arabella sudah tidak ada lagi di ruangan itu. Pria itu langsung menyampaikan informasi penting yang ingin ia sampaikan.
"Tuan, saya juga sudah menemukan sedikit titik terang mengenai gadis yang menurut Tuan muda Albi sangat mirip dengan nona muda."
"Informasi seperti apa itu?" tanya Gion dengan wajah serius.
"Ternyata mereka lahir di rumah sakit yang sama, Tuan. Anda bisa membaca dokumen kelahiran nona muda dan gadis itu. Gadis itu merupakan gadis yang Anda tolong beberapa bulan yang lalu." jelas pria itu dengan wajah serius.
"Baik, Tuan muda." sahut pria itu dengan cepat.
"Kalau begitu saya undur diri." tambah pria itu membalikkan tubuhnya.
"Tunggu!" tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas di otak cerdas Gion.
"Aku ingin memberikan tugas tambahan untukmu."
Pria membalikkan tubuhnya menatap Gion penuh keinginan tahuan.
"Cari salah satu sampel yang bisa digunakan untuk menguji kecocokan DNA kami."
"Aku rasa dengan begitu tugas mu akan semakin cepat selesai. " saran Gion dengan wajah datar.
Mendengar saran dari Gion, pria itu tiba-tiba tersenyum lebar. Ia langsung melangkah keluar tanpa berpamitan dengan Gion.
"Dasar tak tahu berterima kasih." ketus Gion dengan muka kesal.
Sementara diluar ruangan Gion, Arabella memperhatikan wajah pria itu dengan teliti.
"Siapa pria itu, aku belum pernah bertemu dengannya sebelumnya." gumam Arabella tanpa mengalihkan pandangannya dari langkah pria itu.
Sementara Gion memperhatikan arah tatapan gadis itu dari dalam ruangannya. Karena kebetulan kaca di ruangan Gion itu merupakan kaca satu arah. Kita hanya bisa melihat kondisi luar ruangan dari dalam ruangan Gion. Sementara orang yang ada diluar ruangan Gion tidak akan bisa melihat kondisi di dalam ruangan Gion.