
Mereka memasuki rumah megah itu bersama-sama, Greyson melangkah sembari mengandeng sebelah tangan Stevi. Greyson mengendong putranya yang masih tertidur di dekapannya. Mereka bersikap seperti layaknya suami istri untuk menyakinkan kedua orang tuanya bahwa mereka benar-benar pasangan yang saling mencintai.
"Stevi.." seru Nyonya Lorens melangkah cepat ke arah Stevi sedangkan yang lain hanya memandang penasaran dengan kedatangan Stevi membawa serta seorang pria bersamanya namun tidak dengan Josua yang sudah mengenal siapa Greyson.
"Mama.." lirih Stevi melihat nyonya Lorens menuruni tangga, Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. Dengan cepat dia melepas pegangan tangan Greyson kemudian berlari ke arah Nyonya Lorens
"Mama.. Stevi rindu..." seraknya air mata mengalir deras dari kedua matanya di dalam pelukan ibunya.
Mendengar ucapan putrinya Nyonya Lorens mengecup kepala Stevi berulangkali "Kenapa tidak mengabari kami kalau kamu sudah melahirkan" tanya Nyonya Lorens dengan mata sembab melepaskan pelukan mereka, Nyonya Lorens menatap kedua bola mata putrinya.
Stevi hanya diam mengalihkan pandangannya, dia tidak tahu harus memulai bicara dari mana. Nyonya Lorens yang tahu putrinya belum siap menceritakan semuanya, seketika mengalihkan ucapanya "Mana cucu mama?" tanya nyonya Lorens dengan antusias
Greyson yang mendengar ucapan mama Stevi berinisiatif sendiri berjalan ke arah mereka "Mama mertua.." ucapnya pede sembari mengulurkan tangannya
Nyonya Lorens yang baik hati dengan ramah menerima uluran tangan Greyson "Apa kabar Mama mertua" ucapnya dengan tersenyum kaku
"Mama mertua?" tanyanya sembari melepaskan jabatan mereka, Nyonya Lorens meneliti Greyson dengan seksama, lalu pandangannya beralih ke arah Stevi, melihat cincin couple melingkar di jari manis mereka membuat Nyonya Lorens langsung mengerti.
Stevi yang mendengar ucapan pria yang menjadi cinta pertama dalam hidupnya seketika menangis sesenggukan. Hanya beberapa ayah yang mau menerima keadaan putrinya hamil di luar nikah sepertinya dulu. Karena di daerahnya sendiri hamil diluar nikah merupakan sebuah aib.
"Jangan menangis.. hmm.. Papa ikut bahagia dengan keputusan yang kamu ambil" ucapnya mengelus puncuk kepala putrinya. Siapa pun akan tahu maksud kedatangan putrinya membawa serta seorang pria bersama nya. Tanpa dijelaskan pun seorang ayah yang bertahun-tahun tinggal seatap dengan putrinya akan cepat menyadari tujuan seorang pria datang ke rumah. Dia cukup bangga dengan ayah cucunya yang gentleman dan tanpa takut membawa mereka kembali bersamanya.
Semua yang berada di ruangan itu ikut merasakan kesedihan "Apa kau tidak merindukan saudaramu ini?" tanya Silvia dengan mata sembab yang sedari tadi menyaksikan drama haru keluarganya.
Stevi yang mendengar ucapan saudaranya, seketika melepas pelukannya dari Tuan Lorens, Stevi memeluk Silvia yang berada di samping Tuan Lorens "Kak..." lirihnya dengan mata sembab
"Ternyata dia tampan juga" bisik Silvia pelan di telinga Stevi, godanya itu membuat wajah Josua berubah menjadi merah "Hmm.. Yank" gumamnya pelan menahan rasa cemburunya
"Ayo kita berkumpul di ruangan tamu supaya lebih nyaman untuk mengobrol" ujar Josua mengendalikan rasa cemburunya. Sebagai Tuan rumah dia juga seharusnya sedari tadi mengajak keluarga baru itu mengobrol dengan nyaman di ruangan tamu. Namun suasana haru itu membuyarkan semuanya.
...***Bersambung***...
...Dukungan terus karya Author ❤️ Jangan Bosan nunggu Update dari Author...