
Arabella dan Gion sedari tadi menunggu kedatangan rekan kerja mereka di restoran hotel royal. Tak beberapa lama seorang pria paruh baya datang bersama sekertaris nya yang berpenampilan cukup seksi.
"Apa Anda menunggu terlalu lama Tuan muda Douglas?" tanya pria paruh baya itu tanpa rasa bersalah sedikitpun. Ia tidak peduli jika rekannya sudah menunggu terlalu lama disana.
"Kami baru saja tiba, Tuan Mario." sapa Arabella berdiri dan mengulurkan tangannya kearah tuan Mario. Sementara Gion menatap pria itu dengan wajah datar.
"Sekertaris Anda ternyata berwajah cantik dan sangat ramah tuan muda Douglas." kata tuan Mario menerima uluran tangan Arabella. Pria itu juga mengedipkan sebelah matanya menggoda Arabella.
"Cih! Bersikaplah profesional Tuan Mario jika tidak mau perusahaan mu bangkrut!" ancam Gion tidak suka melihat tangan sekertaris nya terlalu erat di genggaman si tua bangka itu.
"Baiklah tuan muda Douglas. Maafkan saya." ucap pria itu dengan cepat duduk dan memberikan instruksi kepada sekertaris nya untuk menyerahkan proposal kerja sama dari perusahaan mereka.
"Bukankah pulau ini merupakan pulau sengketa yang masih tidak jelas sampai hari ini?" tutur Gion mengamati beberapa bukti dokumentasi view alam pada gambar yang ada di proposal kliennya.
"Jangan khawatir tuan muda Douglas! Pemerintah di kota itu sudah menyetujui pembangunan hotel di lokasi tersebut. Dan masyarakat sekitar akan kami pindahkan ke kota lain. Kami juga sudah menyiapkan kompensasi untuk para warga yang tinggal di daerah sekitar."
"Lokasi ini sangat cocok untuk pembangunan cabang hotel royal selanjutnya. Keindahannya tentu saja akan menarik minat para pengunjung."
"Baiklah. Berapa keuntungan yang kau tawarkan ke perusahaan kami?" tanya Gion pada akhirnya. Meskipun ia tidak yakin 100 % dengan ucapan pria itu.
"40% : 60% celetuk pria itu dengan maa berbinar."
"Bukankah itu hanya akan menguntungkan sebelah pihak! Sementara aku harus mengeluarkan investasi ratusan juta dolar untuk pembangunan hotel itu." kata Gion dengan tatapan tajam.
Tuan Mario terlihat menimang-nimang perkataan Arabella dan Gion.
"Kami akan memikirkannya kembali Tuan." jawab tuan Mario pada akhirnya. Ia merasa kesepakatan itu sedikit merugikannya.
"Baiklah. Kami tidak akan memaksa Anda Tuan Mario. Saya akan memberikan waktu beberapa hari untuk Anda berpikir." kata Gion berdiri dari duduknya dan keluar dari restoran. Arabella dengan cepat merapikan berkas-berkasnya dan mengikuti langkah Gion setelah berpamitan dengan tuan Mario dan sekertaris nya.
Setelah kepergian Gion dan Arabella tuan Mario terus mengumpat kesal.
"Apa dia bilang! merugikan sebelah pihak! Bukankah tawaran mereka juga sangat merugikan kita!" ketus pria tua itu dengan wajah kesal.
Sang sekertaris langsung menggoda pria itu dengan sentuhan lembutnya di bawah sana.
"Dari pada mengumpat lebih baik kita bersenang-senang hari ini tuan Mario. Kebetulan pertemuan kita telah usai." goda gadis itu tiba-tiba berhasrat saat melihat bagaimana tampannya tuan muda dari keluarga Douglas. Melihat tubuh kekar pria itu saja sudah membuat intinya berkedut.
Tuan Mario langsung menarik tangan sekertaris nya menuju resepsionis untuk check-in.
"Ckckck... dasar tua bangka berdebat!" gerutu Gion melihat tingkah tuan Mario di dalam lift yang sedang asik bercumbu dengan sekretaris pria tua itu.
"Apa Anda baik-baik saja Tuan muda?" tanya Arabella mengikuti langkah Gion.
"Tidak usah pedulikan aku. Perhatikan saja langkah mu!" ketus Gion melengos begitu saja keluar dari dalam hotel.