IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Taman bermain



Haykal dan ayahnya duduk di kursi sembari memperhatikan Albiano dan ibunya. Mereka sedang bermain perosotan dari jarak 3 meter dari tempat duduk mereka.


"Apa kalian besok jadi berangkat ke Spanyol?" tanya ayah Haykal tanpa mengalihkan tatapannya dari istri dan cucunya.


"Iya yah. Sudah lama kami tidak mengunjungi Albina." sahut Haykal menahan perih di hatinya.


"Apa kau masih mencintainya?" tanya ayahnya mengalihkan pandangannya menatap putranya.


"Entahlah." jawab Haykal menatap ayahnya.


"Ayah tahu apa yang kau rasakan. Belajarlah mengikhlaskan nya." pesan ayah Haykal mengingatkannya.


"Hah.... Papi! Albi ingin bermain ayunan dengan papi! Grandma sudah lelah dan capek bermain dengan Albi!" teriak Albi berlari kearah mereka.


Haykal dan ayahnya langsung mengalihkan pandangan mereka saat mendengar teriakan Albiano.


"Apa kamu belum merasa lelah seperti Grandma?" tanya Haykal mengelap peluh keringat yang membanjiri wajah putranya menggunakan tisu.


"Albi ingin bermain ayunan! terus terakhir Albi ingin bermain kuda jungkir itu." tunjuknya ke arah taman bermain.


"Baiklah setelah ini kita ke mall beli oleh-oleh untuk Mommy." ujar Haykal mengangkat tubuh putranya.


"Hahaha...."


"Hore!!!"


"Siap Papi!" teriak Albiano kegirangan. Mereka lalu melangkah mendekat ke arah taman bermain.


Sementara kedua orang tua Haykal tersenyum tipis menatap kebahagiaan Albiano dan putranya.


"Aku terkadang kasihan melihat cucu kita." lirih ibu Haykal menatap sendu ke arah Albiano dan Haykal.


"Mungkin ini sudah suratan takdir. Kita hanya bisa memberikan kebahagiaan sesuai kemampuan kita. Kita cukup mendoakan yang terbaik untuk putra dan cucu kita." ujar ayah Haykal memeluk istrinya.


"Tapi aku merasa semakin lama wajah cucu kita terlihat seperti wajah seseorang. Warna mata mereka juga tidak jauh berbeda." sambung ayah Haykal menatap intens wajah cucunya dari kejauhan.


"Siapa?" tanya ibu Haykal.


"Apa kamu tidak mau jalan-jalan menikmati jajanan anak kecil di pinggir jalan taman bermain? mari kita jalan-jalan sembari mengenang kenangan masa remaja dulu." sambung ayah Haykal memutuskan obrolan mereka. Ia takut istrinya terlalu banyak bertanya mengenai masa lalunya.


#


#


Di Mall


Setelah dari apartemen Stevenson, mobil yang ditumpangi Alexa melaju menuju arah mall. Gadis itu ingin refreshing menjernihkan pikirannya dari pekerjaan dan masalah yang akhir-akhir ini muncul di sekelilingnya.


Alexa langsung memarkirkan mobil sportnya di parkiran VIP. Gadis itu tidak peduli dengan biaya parkir mall yang lumayan mahal. Yang penting mobil kesayangannya aman dan tidak lecet.


Alexa melangkah masuk ke dalam mall melewati orang-orang yang berlalu lalang keluar masuk mall.


Alexa merasa perutnya sedari tadi sudah keroncong, gadis itu lalu masuk ke dalam Starbucks. Ia memesan beberapa menu makan berat dan makan manis-manis. Saat sedang dalam keadaan mood buruk, Ia akan memakan es krim untuk mengembalikan moodnya.


Tak beberapa lama setelah duduk di kursinya, telinga tajamnya mendengar suara rengekan anak kecil dari luar Starbucks.


"Papi! aku mau Es krim." rengek anak kecil itu penuh harapan menatap ayahnya. Ia menatap pamflet menu Starbucks itu dengan mata berbinar-binar.


"Apa perut mu masih muat memakan Es krim sebesar itu?" tanya pria itu menatap wajah putranya.


Hati Alexa tiba-tiba berdesir mendengar suara pria itu. Ia merasa sangat familiar dengan suara pria itu.


"Tentu saja" ujar anak itu langsung masuk ke dalam Starbucks. Sementara kedua orang tua pria itu tersenyum kecil mendengar ucapan cucunya.


Kedua orangtuanya langsung masuk ke dalam Starbucks mengikuti langkah cucunya meninggalkan keterpakuan putranya.


Alexa cukup penasaran dengan suara familiar yang didengarnya, Ia lalu membalikkan tubuhnya. Mata gadis itu membulat melihat wajah seseorang yang melintas di depannya.


"Wajah itu...."


...***Bersambung***...


...Dukung terus karya Author dengan like, komen dan vote ❤️Kalau vote kalian nganggur vote ke author aja 🤭...