IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Dugaan Alexa



Sementara di California Amerika


Setelah keluar dari rumah sakit. Alexa melangkah menuju parkiran umum. Namun langkahnya harus terhenti saat mengingat kondisi Davin. Ia kembali masuk ke dalam rumah sakit. Namun tanpa sengaja pandangannya melihat sekilas wajah seseorang yang cukup familiar di matanya.


"Siapa pria itu?" batinnya menatap pria paruh baya yang baru saja keluar dari rumah sakit.


Karena terlalu bergelut dengan pikirannya tanpa terasa kakinya sudah tiba di depan ruangan rawat inap Davin. Ia menatap sekilas suasana di dalam dari kaca pintu.


Alexa mengurungkan niatnya masuk saat melihat seorang wanita menangis tersedu-sedu duduk di samping ranjang Davin.


"Mengapa kau tidak bisa melihat cinta besar dari wanita itu Dav." lirihnya menatap sendu punggung bergetar wanita itu.


Alexa memundurkan tubuhnya dan kembali melangkah keluar dari rumah sakit.


Alexa mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen saudara kembarnya. Alexa berniat bertanya langsung kepada Sherina tanpa mau menduga-duga.


Namun setibanya disana ternyata mereka sudah berangkat tadi siang ke kolombia. Alexa bertanya langsung kepada penjaga apartemen itu.


Alexa terdiam sebentar duduk di depan kemudi tanpa menghidupkan mobilnya. Ia menghela napas panjang memikirkan dugaan sementaranya.


"Bagaimana jika yang membunuh Mr Park adalah Sherin?" monolognya bertanya pada dirinya sendiri.


"Tentu ini sangatlah beresiko."


"Sherina dan keluarga kecilnya akan menjadi incaran bandara narkoba yang lain." sambungnya mengigit pelan bibir bawahnya.


Drettt drettt drettt


Tiba-tiba suara dering ponselnya membuyarkan pikirannya.


"Hallo" jawabnya


[Alexa apa kau datang ke apartemen ku?] tanya Stevenson dari seberang sana.


"Iya benar. Penjaga berkata kalian sudah pergi ke kolombia." jawab Alexa menatap lurus ke depan.


"Apa Sherina ada di sampingmu?" sambung Alexa bertanya.


[Iya. Kami baru saja selesai makan malam. Kami sementara berkumpul di ruang tamu.] ujar Stevenson menatap istrinya.


"Bisakah aku berbicara sebentar dengannya? ada yang ingin aku tanyakan padanya. Ini sangat penting." ujar Alexa penuh harapan.


Alexa ikut mendengar perkataan saudara kembarnya dari ponselnya.


[Hallo.... Alexa ada apa kau mencari ku?] tanya Sherina melangkah menjauh dari keluarganya.


"Apa kau yang membunuh Mr Park?" tanya Alexa langsung.


Deg


Sherina terkejut dengan pertanyaan sahabatnya. Ia lupa jika Alexa memiliki otak cerdas dan analisis yang tepat.


[Kau mengetahuinya?] gugup Sherina melirik ke kiri dan ke kanan untuk melihat situasi disekitarnya.


"Iya, aku mengetahuinya. Apa kau tidak memikirkan konsekuensi dari tindakanmu ini. Kau bisa saja


menjadi incaran bandara kelas kakap lainnya." ujar Alexa serius.


[Aku terlalu dendam padanya sehingga aku langsung membunuhnya. Darahku mendidih jika mengingat pria bajingan itu masih hidup.] jawab Sherina mendengar perkataan Alexa.


Sementara Stevenson terdiam lama mendengar perkataan istrinya. Pria itu cukup terkejut dengan keberanian Istrinya. Ia saja belum pernah sama sekali membunuh orang. Karena Mommy nya selalu berpesan agar mereka jangan menumbuhkan benih-benih kebencian di hati orang lain. Stevi takut tragedi mansion klan king terjadi lagi.


"Aku akan menjadi garda terdepan melindungi mu." batin Stevenson berlalu dari sana.


"Apa Sherina masih mengobrol dengan saudara kembar mu?" tanya Dena menatap menantunya.


"Iya Ma. Sepertinya mereka sedang membicarakan hal yang penting. Biarkan aku yang mengangkat putra kami ke kamarnya." ujar Stevenson


"Sebaiknya malam ini, kalian tidur bertiga di kamar Sherina. Biasanya Gion akan tidur bersama kami. Sekarang sudah ada kalian maka biarkan Ia tidur di kamar atas bersama kalian."


Stevenson menganggukkan kepalanya mendengar perkataan ibu mertuanya.


Stevenson melangkah menuju lantai atas mengikuti langkah seorang pelayan sembari menggendong putra-nya. Gion tidur nyaman di dekapan Daddy-nya.


Tiba di depan pintu sebuah kamar, seorang pelayan langsung membukakan pintu kamar itu untuk Stevenson.


Cklek


"Tuan muda. Ini kamar Nona muda. Silahkan masuk." ujar pelayan itu lalu berlalu dari sana.


......***Bersambung***......