IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Kejahilan Alexa



Di Markas rahasia agen CIA


"Bagaimana apa kau mendapatkan informasinya Belle?" tanya Mr Edward menatap serius bawahannya.


"Saya minta maaf Mr Edward, ada sedikit kesalahan teknis saat kami menggali informasi yang berusaha kami cari." ujar Alexa.


"Mengapa kinerja mu tidak sebagus saat kau berada di balik layar Belle?" kesal Mr Edward menatap tajam Alexa.


Memang selama ini Alexa bekerja sebagai CIO di balik layar. Namun entah mengapa setibanya di California, gadis itu di tempatkan di bagian agen mata-mata dan keakuratan data informasi yang mereka dapatkan atau dari agen mata-mata lainnya. Sebenarnya Alexa juga lebih suka bekerja di balik layar, tanpa harus menunjukkan wajah aslinya di depan umum.


"Kami akan bekerja keras mendapatkan informasi yang di butuhkan Mr Edward. Jika Mr berkenaan, Mr bisa mendengarkan rekaman suara yang kami dapatkan dua hari yang lalu." ujar Alexa. Gadis itu tersenyum misterius setelah menyerahkan rekaman suara yang tim-nya dapatkan.


"Kalau gitu saya permisi Mr Edward. Semoga hari Anda menyenangkan." ujar Alexa. Gadis itu melangkah keluar dari ruangan atasannya, terselip semirik kecil di bibir merahnya.


Tak beberapa lama terdengar suara teriakan dari dalam ruangan atasannya.


"Belleeeeee!! awas kau!" teriak Mr Edward dari dalam ruangannya.


Sementara Alexa tertawa terbahak-bahak mendengar suara teriakan atasannya.


"Apa kau memberikan rekaman suara itu kepada Mr Edward?" tanya Davin penasaran


"Tentu." ujar Alexa tersenyum kecil


"Cabut, gue udah lapar." ujar Alexa kepada Davin


Mereka kemudian melangkah menuju restoran langganan mereka.


#


#


Sementara Sherina melajukan kendaraan roda duanya menuju restoran langganan timnya. Suara kenalpot motor sport yang dipakainya terdengar nyaring di pendengaran orang-orang yang berlalu lalang di jalan raya.


BRUM BRUM


Sepuluh menit kemudian Sherina tiba di parkiran restoran memarkirkan motor sportnya. Gadis itu melepaskan helm yang terpasang di kepalanya.


Sementara seorang pria tersenyum kecil mengamati apa yang di lakukan Sherina dari kejauhan.


"Tidak pernah berubah." batinnya menatap sendu ke arah Sherina.


Sherina langsung melangkah masuk ke dalam restoran mencari keberadaan rekannya tanpa menyadari seseorang menatap sendu ke arahnya.


"Apa kalian sudah lama menunggu?" tanya Sherin mendudukan tubuhnya di samping Alexa sehingga membelakangi pintu masuk.


"Apa pesanan kalian seperti biasa?" tanya Alexa menatap kedua rekannya.


"Sure." jawab Sherina dan Davin.


Tak beberapa lama pesanan mereka diantar oleh seorang pelayan pria. Pria itu menatap intens wajah cantik Alexa dan Sherin. Namun perkataan Davin memutuskan tatapannya.


"Apa kau akan terus berdiri disitu tanpa mengantar minuman pesanan kami?" tanyanya memandang sinis pelayan pria itu.


"Ma-maafkan saya tuan." ujar pelayan itu membungkuk sedikit kepalanya


"Sudahlah. Jangan lupa minuman pesanan kami" ujar Alexa merespon permintaan maaf pelayan itu.


Pelayan itu kemudian berlalu dari meja yang di tempati Alexa dan rekannya. Tak beberapa lama pelayan itu kembali lagi mengantarkan minuman pesanan mereka.


"Terima kasih" ujar Alexa dan Sherina bersama. Mereka tersenyum kecil menatap ekspresi cemberut Davin.


"Apa kalian tergoda dengan tatapannya?" tanya pria Italia itu menatap Alexa dan Sherin secara bergantian.


"Come on Davin, jangan cemberut seperti itu dong." ujar Alexa membujuk rekannya. Mereka tahu Davin cemberut karena mereka tidak membelanya di depan pelayan tadi.


"Ayo makan. Aku sudah lapar." potong Sherin. Gadis itu langsung menyantap makanan yang sudah tersaji di atas meja.


"Dasar" ujar Alexa


"Apa kau tahu, kau sudah membuat kesalahan dua hari yang lalu. Rekaman suara yang kau dapatkan bukan berisi informasi penting. Tapi berisi suara percintaan sepasang kekasih yang sedang menuntaskan hasratnya." ujar Alexa menatap tajam Sherina.


Sementara Sherina yang mendengar kalimat terakhir sahabatnya langsung tersedak dan terbatuk-batuk. Tanpa sadar Davin langsung menepuk-nepuk pelan punggung Sherin membuat seseorang yang sedari tadi berdiri di seberang restoran menjadi panas dingin.


Uhuk Uhuk


Sherina langsung meneguk air putih dingin yang ada di hadapannya.


"Apa kau serius?" tanyanya kepada sahabatnya


"Apa kau ingin mendengarkannya juga?" tanya balik Alexa tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya. Alexa tersenyum misterius menatap wajah merah Sherin.


"Mungkin karena saat itu aku sedikit menggodanya, jadi mereka harus berakhir diatas ranjang." jelas Sherin cengengesan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Alexa menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan ucapan sahabatnya.


"Ayo makan lagi kita harus mendapatkan informasi yang dibutuhkan Mr Edward secepatnya." tandas Alexa lagi.


......***Bersambung***......