IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Bab 77



Di dalam kamar


Stevi gemetaran mendengar suara dari luar sana, dia tidak tahu siapa yang menggedor-gedor kaca jendela balkon kamar, yang di tempati-nya dan suami-nya. Dia merasa cemas, sekaligus bingung dengan situasi yang sekarang ada di depannya. Suami-nya dan putranya juga sedari tadi tidak menampakkan diri, perasaan khawatir, cemas dan takut melingkupi perasaannya.


"Nyonya Muda!! Nyonya Muda!!" teriak Dean dari luar sembari menggedor-gedor kaca jendela balkon.


"Apakah itu anggota klan king.... ?"


Stevi takut-takut melangkah menuju balkon. Dia melihat diluar sana sudah mulai banyak kabut yang menyelimuti mansion Klan King.


"Kenapa di luar sana gelap? apa yang terjadi sebenarnya...?"


Stevi lalu mengintip dari kaca jendela, di luar sana seorang pria terus berusaha memecahkan kaca jendela.


Di luar, Dean merasa sedikit lega melihat Stevi masih ada di dalam "Nyonya Muda! Buka Kunci Pintu Balkon!" teriak Dean, dia menunjukkan-nunjuk kearah pintu balkon sembari memberikan beberapa isyarat.


Stevi yang paham dengan bahasa isyarat Dean langsung berlari dan membuka pintu balkon..


"Ah. Nyonya, mari kita ke ruang rahasia, di luar sana sedang terjadi masalah. Bawa barang yang ingin nyonya bawa, karena Klan King akan membutuhkan waktu yang lama untuk membereskan masalah ini"ucap Dean. Dia harus secepatnya membawa Stevi ke dalam ruang rahasia. Karena beberapa menit lagi mansion Klan Klan King kemungkinan akan di kepung saat asap semakin tebal. Apalagi Ketua Klan King sedang tidak ada.


"Apa yang terjadi? mengapa kabut ini terasa bau?" tanya Stevi mencium aroma terbakar dari luar sana


"Nyonya, kita tidak bisa berlama-lama, cepat ambil apa yang ingin anda bawa" tegas Dean tanpa menjelaskan apa yang sedang terjadi. Mendengar ucapan tegas Dean, Stevi langsung berlari mengambil beberapa barang yang akan dia bawa. Ketika Stevi tidak terlihat lagi di pandangnya, Dean langsung menghubungi Jack yang sedang berada di Indonesia.


"Bos.... Ketua sedang tidak ada di mansion, mansion sekarang di serang! saya belum tahu siapa yang menyerang mansion! tapi saya mencurigai seorang dokter muda yang bekerja di laboratorium Klan King" jelas Dean menunggu jawaban Jack dari seberang sana.


"Lindungi nyonya muda, bawa dia ke ruang rahasia, dan juga amankan mesin waktu agar tidak di ambil orang lain! Aku akan segera berangkat ke sana!" tegas Jack berlari keluar dari ruang meeting, tanpa memperdulikan tatapan heran semua orang yang ada di ruangan itu. Bagaimanapun keturunan Douglas dan klan king merupakan prioritasnya sekarang. Uang bisa di cari namun nyawa tidak bisa di kembalikan.


#


#


Di waktu yang sama namun dimensi berbeda, Greyson dan Steven menginjakan kakinya di sebuah istana yang megah. Ciri khas kerajaan dan rubah ekor sembilan sangat melekat pada interior bangunan megah itu.


"Sayang apa kau lihat bangunan di depan sana" ujarnya menatap putranya yang juga sedang menatap tajam ke bangunan bentuk kerajaan itu.


"Siapa kau?" tanya seorang pria mengenakan pakaian kerajaan


#


#


#


Di mansion Klan King


Dean berusaha membantu Stevi turun dari kamar Greyson menggunakan kain panjang yang sudah di ikat dengan kuat "Nyonya hati-hati...." serunya mengamati dengan teliti pergerakan Stevi menuruni balkon.


"Hahaha." seseorang tertawa dibalik asap tebal itu


"SIAPA KAU? KELUARLAH BAJINGAN!!" teriak Dean tanpa mengalihkan pandangannya dari pergerakan Stevi.


...***Bersambung***...


...Author Crazy Up ❤️...


######################################


Author Mau Promosi Karya Baru Author 🤭😄



Prolog


Sheren Leonardo adalah seorang artis Hollywood yang sangat terkenal, itu yang dikenal banyak orang. Aku memulai debut ku sejak berusia 7 tahun. Aku tidak pernah ingin menjadi seseorang yang terkenal dan dikenal banyak orang. Namun keadaan mengharuskan ku bekerja menjadi tulang punggung keluarga sejak kecil.


Perceraian orangtuaku benar-benar membuatku frustasi, depresi, dan merasa kehilangan hal berharga dari hatiku. Perpisahan orangtuaku membuatku harus kehilangan perhatian dari Papaku. Aku merasa kesepian, aku juga merasa tidak ada seorangpun yang benar-benar mengerti dan memahami ku.


Aku melampiaskan rasa sakit, frustasi dan kesepian ku dengan Clubbing dan making love sebelum menikah. Berulang kali aku harus konsultasi dengan dokter psikolog untuk melakukan terapi. Terapi berkepanjangan itu terus aku lakukan untuk membuatku lebih tenang menghadapi dunia yang penuh kepalsuan.


"Lihatlah dia seorang artis, namun kau bisa lihat tubuh kurus nya!"


"Ya kau benar, dia benar -benar terlihat terlalu kurus.


"Aktingnya cukup bagus tapi mengapa dia juga ikut masuk ke dunia music? Aku merasa suaranya tidak terlalu bagus. Apa kalian juga setuju denganku"


"Beberapa bulan ini dia terlihat semakin gendut, Apa dia tidak memperhatikan tubuhnya?"


"Aku muak dengan pertemanan ini. Dia selalu bersikap ceroboh dan cerewet. Apa dia tidak bisa menjaga privasi kita? tanpa harus mempublikasikan semua kegiatan kita, saat bersamanya?" tanya seorang wanita dengan wajah arogan


Aku menangis mendengar ucapan teman-temanku. Ternyata selama ini tidak ada satupun yang tulus berteman dengan ku. Aku termenung lama di depan pintu sembari menghapus air mataku "Dunia memang kejam Sheren, come on kamu pasti bisa" gumam ku menyemangati diriku sendiri.


Aku masuk ke dalam rumah salah satu temanku, yang sudah ku anggap sebagai sahabat selama ini. Setiap weekend, kami akan menghabiskan waktu bermain dan nonton film keluaran terbaru di rumah masing-masing secara acak.


Tidak seperti biasanya, hari ini aku lebih banyak diam, jika ada temanku bertanya, aku hanya akan tersenyum tipis. Aku menyembunyikan kesedihan yang meliputi hatiku. Aku tidak pernah menyangka, jika mereka selama ini hanya memperalatku.


#


#


Beberapa hari yang lalu


"Mari kita putus. Aku tidak suka berada di lingkungan pertemanan mu yang beracun"


"Apa kamu serius Gabriel?" tanyaku menahan air mata agar tidak terjatuh


"Ya" ujarnya membuang muka kesampaian


"Apa selama ini tidak ada cinta di hatimu untukku?" tanyaku lirih. Air mata sudah menggenangi kedua mataku


"Ya aku mencintaimu dulu maupun sekarang! Tapi aku juga bosan dengan hubungan monoton dan pertemanan beracun mu!" sentak-nya menatap datar padaku


"Baiklah.. Ini terakhir kalinya kita berhubungan. Tidak ada kata balikan suatu hari nanti" ujarku meneteskan air mata.


Aku hanya bisa memandang kepergiannya dari tempatku berdiri. Aku lelah menjalani hubungan beracun ini dengannya. Berulang kali dia menyakitiku dan menjalin hubungan dengan artis atau model setiap kali kami putus.


#


#


"Aku pernah bilang, hati-hati dengan orang-orang di lingkungan pertemanan mu. Mereka hanya mau mendapatkan popularitas dari mu. Come on Sheren buka matamu" ujar Davina tegas namun aku selalu menghiraukan ucapannya. Hingga suatu hari kesalahan paham menghancurkan persahabatan kami.


#


#


Beberapa tahun kemudian Dokter mendiagnosa satu penyakit yang benar-benar membuatku berhenti berharap untuk hidup.


"Sheren Leonardo... Anda mengidam sebuah penyakit yang sangat berbahaya. Jika ingin melakukan operasi, kita sangat membutuhkan transplantasi organ untuk menggantinya dengan organ yang cocok dan sehat"


Aku tertegun mendengar ucapan Dokter pribadiku, Aku tidak bisa menahan tangisnya lagi meratapi nasib malang ku.


#


#


Aku berjalan di sepanjang trotoar, air mata tidak berhenti mengalir dari sudut mataku. Aku merasa hidupku benar-benar sudah berantakan "Apa lebih baik aku mati saja?" batinku menatap ke arah aliran sungai di pinggir trotoar


Tanpa aku sadari kakiku terus melangkah kearah pembatasan trotoar, dibawah sana air sungai terlihat jernih. Aku memejamkan mataku dan merentangkan kedua tanganku "Jika aku harus menderita untuk kedua kalinya! Untuk apa aku terlahir dan hidup di dunia ini? Tuhan maafkan aku... aku menyerah" batinku melompat ke dalam sungai.


"Jika suatu hari aku hidup kembali, aku hanya ingin dikelilingi oleh orang-orang yang mencintaiku sepenuh hati" batinku memejamkan mata


#


#


"NO... SHEREN.." teriak seorang pria menatap sedih tindakan Sheren. Air mata bercucuran mengalir dari kedua kelopak matanya "Apakah kau tahu, selama ini aku menantimu, menantimu sadar akan keberadaan ku" gumamnya menatap aliran arus air sungai.


Dia kemudian ikut melompat masuk ke dalam air, dia mencari-cari keberadaan Sheren, namun Sheren sudah tidak ada disana, "SHEREN ANDAIKAN KITA LEBIH DULU BERTEMU! KAMU TIDAK AKAN MENGALAMI SEMUA INI!!" teriaknya


"Tuhan bolehkah engkau memberinya kesempatan?" gumamnya meneteskan air mata


Ini adalah kisah perjalanan dan perjuangan Sheren untuk tetap hidup. cerita ini lebih ke tema #Wanita_Kuat #Teen #Kesempatan_Kedua #Cinta Sejati


...JANGAN LUPA BACA GUYS...


...LOVE LOVE ❤️❤️❤️🔥...