IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Extra Part 16



Pria itu dengan cepat melangkah keluar dari perusahaan Gion. Ia tidak mau keberadaannya diketahui oleh orang lain. Pria itu langsung menjauh dari lobi perusahaan. Ketika melihat Albiano turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam perusahaan.


Sejam kemudian, pria itu tiba di depan halaman rumah Arabella. Ia memantau keadaan kediaman Arabella dan Amore dari dalam mobil.


Sementara di dalam rumah, Amore menghela napas panjang menatap langit cerah di luar sana. Ia benar-benar bosan dengan aktivitasnya.


"Sepanjang hari harus berdiam diri di dalam rumah tanpa melakukan apapun sungguh membosankan." gumam Amore melangkah mendekati jendela. Ia mengalihkan pandangannya menatap keadaan sekitar luar rumah.


"Cih! ternyata ada penguntit!" gumam Amore tersenyum menyeringai.


Amore kemudian menutup gorden dan menonton drama Korea sepanjang hari di dalam rumah. Saat melihat langit sudah mau gelap. Amore bergegas mandi sebelum Arabella pulang.


Setelah selesai mandi, Arabella bergegas ke dapur dan membuatkan makan malam untuk mereka berdua. Tak beberapa lama, Arabella kembali dengan wajah lelah.


"Apa atasan Kakak memberikan pekerjaan yang sangat melelahkan?" tanya Amore melihat Arabella duduk di meja makan dengan raut wajah lelah.


"Apa aku harus ikut bekerja juga. Agar Kakak tidak perlu lembur dan pulang malam lagi."


"Tidak perlu. Jangan khawatir. Setidaknya gaji Kakak cukup untuk biaya hidup kita ke depannya."jawab Arabella tersenyum tipis. "Kakak hanya minta kamu istirahat di rumah dan jangan lakukan kegiatan berat yang melelahkan. Karena hanya kamu yang Kakak miliki di dunia ini." tambah Arabella tersenyum hangat.


"Baiklah..."jawab Amore sembari menghela napas.


Tak beberapa lama Arabella beranjak dari meja makan dan melangkah ke kamar mereka. Selang beberapa menit kemudian, Arabella kembali dengan wajah yang lebih segar. Mereka makan malam tanpa mengobrol.


Keesokan harinya, Arabella bangun pukul 5 subuh. Ia langsung melangkah ke dapur dan menyiapkan sarapan pagi. Tak lupa Arabella juga menyiapkan dua bekal makan siang.


Sementara di luar rumah, seorang pria begadang sepanjang hari mengamati aktivitas orang-orang yang tinggal di dalam rumah dari luar rumah. Saat merasa hari sudah mulai terang. Pria itu melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Arabella dan Amore.


"Kak, bolehkah Amore pergi ke sebuah perpustakaan nanti siang?" tanya Amore tiba-tiba sudah duduk di meja makan.


"Boleh saja. Asalkan kamu tidak melakukan aktivitas yang banyak menguras energi mu." jawab Arabella sembari membersihkan dapur.


"Baiklah." balas Amore. Jawaban Arabella menandakan bahwa ia boleh pergi ke perpustakaan. Asalkan tidak melakukan aktivitas yang berat.


Tanpa sengaja tatapan Amore mengarah ke arah dua kotak bekal yang ingin dimasukkan Arabella ke dalam paper bag. Dengan sedikit rasa penasaran. Amore lalu berkata kepada Arabella. "Tumbenan kakak membawa dua bekal ke kantor. Apa kakak sudah memiliki teman akrab di kantor?"


Arabella terdiam mendengar pertanyaan Amore. Ia lalu menatap kedua bekal makan siang itu dengan seksama. Lalu mengalihkan pandangannya menatap adiknya. "Seseorang meminta ku membuatnya. Setidaknya pekerjaan tambahan ini bisa menghasilkan tambahan uang saku belanja kita." jawab Arabella tersenyum kecil.


"Wow, apa atasan Kakak meminta Kakak membuatkan makan siang untuknya?" tanya Amore lagi-lagi penasaran.


"Ya." jawab Arabella dengan singkat. Ia lalu mengalihkan pandangannya kearah jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Sudah jam enam kurang. Kakak mau bersiap-siap sebelum berangkat ke kantor. Kamu lanjut sarapan saja."


Arabella melangkah menuju kamar dan bersiap-siap sebelum berangkat ke kantor.