IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Keposesifan Stevenson



Di Apartemen Stevenson


Sherina mengemasi pakaian suaminya dan memasukkannya ke dalam koper. Ia tidak perlu membawa pakaian lagi. Karena disana Ia sudah memiliki banyak pakaian.


"Sayang...."


"Apa kamu sudah selesai?" ujar Stevenson mengusap-usap rambutnya menggunakan handuk. Pria itu baru saja keluar dari kamar mandi mengenakan pakaian lengkap.


"Sudah" sahut Sherin tanpa mengalihkan pandangannya dari koper pakaian suaminya. Ia berusaha menekan-nekan koper itu agar bisa dikancing.


"Biarkan aku yang menutupnya." ujar Stevenson menawarkan bantuan kepada istrinya.


"Baiklah. Aku mau keluar sebentar belanja sayu di supermarket bawah." ujar Sherina berdiri dari duduknya.


Stevenson langsung mengalihkan pandangannya kearah istrinya. Ia meneliti penampilan istrinya dari ujung kaki sampai ujung kepala melihat pakaian yang dikenakan Sherina.


"Kamu enggak usah keluar. Aku yang akan turun ke bawah." ujar Stevenson tidak mau dibantah. Pria itu lalu mengancing koper miliknya dengan cepat. Mana rela pria itu membiarkan isterinya belanjaan sendirian kebawah dengan penampilan mempesona dan memikat seperti itu.


"Sayang, cuma dekat dibawah." ujar Sherin menatap wajah cemburu suaminya.


"Ganti pakaian kamu kalau mau kebawah sendirian. Gunakan celana olahraga panjang dan jacket parasut yang ada di lemariku." ujar Stevenson menatap wajah istrinya.


"Atau kamu memang memiliki niat menggoda pria lain di luar sana, seperti saat di Club! Iya?" sambung Stevenson menatap tajam wajah memelas istrinya.


"Astaga ini pria kenapa bisa berubah seperti ini?" monolog Sherin dalam hati.


"Ini tandanya suami sayang dan cinta sama istrinya. Bukankah aku terlihat seperti pria idaman jika bertindak waspada dengan mata jelalatan pria lain di luar sana." ujar Stevenson berusaha menahan gerumuh dan cemburu dihatinya.


Pria itu cukup terpesona dengan penampilan istrinya. Sherina mengenakan baju atasan model sabrina dan rok mini jins di atas lutut. Namun pria itu tidak akan rela jika pria lain juga ikut menikmati penampilan istrinya.


"Kalau kamu enggak kasih aku keluar. Aku potong jatah kamu selama 1 bulan." ancam Sherina melangkah keluar dari kamar.


Tut Tut Tut


[Hallo Tuan] jawab Richard dari seberang sana.


"Rich panggilkan beberapa pengawal wanita untuk mengawal istriku belanja ke supermarket di bawah apartemen." ujar Stevenson menatap kepergian Istrinya.


[Baik Tuan.] ujar Richard mematikan panggilannya. Ia langsung menghubungi beberapa bodyguard wanita yang selama ini bekerja dibawah naungan klan king.


15 menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar apartemen. Sherina mendengus kesal mendengar suara ketukan itu. Ia lalu melangkah menuju pintu keluar untuk melihat siapa yang bertamu pagi-pagi seperti ini.


Cklek


"Selamat pagi Nyonya." sapa seorang wanita berpakaian serba hitam berdiri di depan Sherina.


"Selamat pagi" sahut Sherin tersenyum tipis. Ia meneliti penampilan wanita itu dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Kami ditugaskan Tuan Richard mengawal anda belanja ke supermarket Nyonya." jawab bodyguard itu tersenyum ramah.


"Ney!!" teriak Sherin memanggil suaminya.


"Kenapa?" sahut Stevenson tersenyum puas. Pria itu tahu kalau istrinya sedang kesal dengan tindakan berlebihannya.


"Tunggu sebentar." ujar Sherina meninggalkan bodyguard itu.


Ia melangkah tergesa-gesa menuju kamar yang tadi mereka tempati.


CKLEKK


BRAK


Sherina membuka pintu kamar mereka dengan cukup keras hingga membuat Stevenson terkejut.


"Apa kau yang menyuruh beberapa bodyguard mengawal ku ke supermarket? ini sangat berlebihan Ney!" kesal Sherin.


"Aku tidak mau mata pria diluar sana jelalatan melihat penampilanmu." dengus Stevenson cuek. Pria itu lalu mengalihkan pandangannya ke ponsel yang ada di genggamannya.


"Baiklah...."


"Aku juga akan memotong jatah mu selama 1 minggu."


"Oh tidak.... Itu terlalu singkat...."


"3 bulan!!" tegas Sherin keluar dari kamar.


Mata Stevenson melotot mendengar perkataan tegas istrinya.


"Sayang aku tidak mau puasa selama itu. Adik ku tidak akan sanggup!!" teriaknya nyaring


BRAK


Suara banting pintu terdengar nyaring di pendengaran Stevenson. Pria itu menggeleng-gelengkan kepalanya mendapati kekesalan istrinya.


"Aku keturunan Prince Greyson Douglas sayang...."


"Tentu saja kelicikan Daddy ku tumbuh subur di tubuhku. Banyak ide licik yang bisa aku lakukan kalau aku ingin." ujarnya menyeringai tipis.


"Kau tentu saja tidak akan menduganya." sambungnya melangkah menuju ruangan kerjanya.


......***Bersambung***......