IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Alexa, Haykal dan Albiano



Albiano menghentikan langkahnya saat pandangannya sekilas melihat seorang wanita muda menatap dalam ke arahnya.


Albi mengarahkan pandangannya ke arah Alexa. Ia tersenyum tipis menatap wajah melongo gadis itu.


Alexa semakin tertegun melihat senyuman itu. "Bagaimana bisa aku melihat wajah yang sama pada waktu yang berbeda?" serunya dalam hati.


Albiano melanjutkan langkahnya saat melihat kakek dan neneknya melangkah ke arahnya. Anak kecil itu mendudukkan bokongnya di kursi Starbucks.


Alexa lagi-lagi tertegun melihat wajah seorang dari sepasang suami istri itu. Ia menepuk-nepuk pelan pipinya memastikan penglihatannya.


"Ini nyata! aku harus menyelidiki semuanya. Aku merasa sangat familiar dengan wajah mereka. Apa mereka pernah menikah dengan salah satu keluarga Douglas sehingga menghasilkan keturunan yang cukup mirip?" gumamnya dalam hati.


Lagi-lagi Alexa tambah terkejut melihat Haykal melangkah kearah anak kecil dan sepasang suami-istri paruh baya yang Alexa lihat.


"Apa mereka keluarga pria itu?" tanyanya Alexa dalam hati. Namun kedatangan seorang pelayan mengalihkan pandangannya. Pelayan itu meletakkan menu pesan Alexa di atas meja.


"Terima kasih" ucap Alexa tersenyum tipis menatap pelayan itu.


Pelayan itu tersenyum tipis membalas ucapan terima kasih Alexa.


#


#


"Pi...."


"Apa pesanan Albi masih lama?" tanya Albi sembari melirik punggung Alexa.


"Tunggu sebentar lagi. Mereka sedang membuatnya."


"Setelah ini kita pulang ke rumah. Besok kita akan berangkat menjenguk Mommy di rumah sakit." ujar Haykal mengelus kepala putranya.


"Siap bos!" sahut Albi tanpa mengalihkan pandangannya dari punggung Alexa.


Haykal dan kedua orangtuanya mengikuti arah pandangan mata Albiano. Haykal menyeritkan dahinya melihat arah tatapan putranya. Mengapa putranya sedari tadi menatap kearah meja wanita muda yang membelakangi meja mereka pikirnya. Sementara kedua orang tua Haykal saling melirik melihat arah tatapan cucu mereka.


Namun tak beberapa lama seorang pelayan mengantarkan es krim pesanan Albiano. Sementara Haykal dan kedua orangtuanya ikut memesan jus buah.


Sementara Haykal lagi-lagi merasa bingung dengan arah tatapan putranya.


"Apa kau mengenal wanita itu?" tanya Haykal pada putranya.


Albino hanya menggelengkan kepalanya tanpa mengalihkan pandangannya. Ia tidak tahu mengapa, matanya merasa tertarik dengan aura yang keluar dari tubuh Alexa. Bukan hanya aura Alexa saja, namun Albiano juga merasa nyaman melihat tatapan sekilas Alexa tadi.


Drettt drettt drettt drettt


Tak beberapa lama terdengar suara dering ponsel Haykal. Pria itu langsung merogoh kantong celananya, lalu melihat sekilas layar ponselnya.


Haykal langsung mengangkat panggilan teleponnya ketika melihat nama seseorang yang sering pria itu hubungi.


"Hallo"


[Hallo Tuan muda]


[Tuan muda saya ingin memberitahukan hal penting. Apa anda tidak sibuk sekarang?] tanya seseorang dari seberang sana dengan perasaan gusar.


"Saya sedang diluar! tapi kalau itu penting, maka bicaralah. Aku akan mendengarkannya!" ujar Haykal penasaran dengan wanita yang Ia tugaskan untuk mengawasi keadaan mantan kekasihnya.


[Nona....]


[Nona muda....]


Wanita itu tidak mampu meneruskan perkataannya karena Ia takut mendengar kemarahan Haykal.


"Bicaralah dengan jelas! kenapa dengan nona muda!" tanya Haykal berbisik namun terdengar nada ketegasan di dalamnya.


[Nona muda menghilang tuan! kami tidak tahu mengapa nona muda bisa keluar dari rumah sakit! padahal kami sudah menjaganya secara berganti seperti biasanya.]


Ucap wanita itu bernapas lega mengeluarkan kalimat yang sedari tadi takut keluar dari mulutnya.


"Apa!!"


...***Bersambung***...