IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Curahan hati Greyson



Deg


Greyson merasa jantungnya berdetak dengan cepat mendengar suara seseorang yang sangat dirindukannya.


"Apa aku berhalusinasi lagi...." lirihnya. Ia berniat melangkah masuk ke dalam mansion melalui pintu samping.


"Apa kau tidak merindukanku sama sekali." ujar Stevi lagi melihat Greyson berniat melangkah masuk ke dalam mansion


Deg


Lagi-lagi Greyson merasa seperti mendengar suara seseorang yang sangat dirindukannya. Jantungnya berdetak dengan kencang, "Apa aku harus memeriksa kesehatanku lagi? pendengaran dan detak jantungku sepertinya dalam keadaan kurang baik." ujarnya memeriksa detak jantungnya yang sedari tadi berdetak dua kali lipat dari biasanya.


"Baiklah.... Aku akan pergi jika kau tidak membalikkan tubuhmu dalam hitungan ke tiga!" ujar Stevi menahan air matanya. Ia sedih melihat tubuh kurus suaminya.


"Satu...."


"Dua...."


"Du-a setengah...."


"Ti-ga...." serak Stevi mengakhiri hitungannya. Dia tidak mampu lagi membendung rasa rindu yang sudah menumpuk di hatinya. Stevi melangkah cepat kearah Greyson, air mata mengalir deras dari pelupuk matanya.


Dug


Stevi mendekap erat tubuh kurus suaminya, dia tidak mampu lagi menahan tangis kerinduannya, "Apa kau tidak makan dengan teratur....?" lirihnya menyembunyikan tangisnya di punggung kurus Greyson


"A--ku sangat merindukanmu...." lirih Stevi terbata-bata. Ia mendekap erat tubuh suaminya, sedari tadi diam tak bergeming membelakangi-nya.


#


#


"Apa aku sedang bermimpi?" tanyanya dalam hati seakan tidak percaya. Tanpa sadar tangannya menyentuh tangan Stevi yang melingkar di depan dadanya.


"Ini nyata...." lirihnya dalam hati


Greyson berusaha melepaskan tangan Stevi yang melingkar di pelukannya. Ia kemudian membalikkan tubuhnya hingga mereka saling berhadapan. Mereka saling menatap, air mata tak berhenti mengalir dari pelupuk mata mereka. Tatapan penuh kerinduan itu terlihat jelas di mata sepasang suami-istri itu.


Greyson langsung memeluk tubuh Stevi dengan penuh kerinduan "Aku sangat merindukanmu...." lirihnya menangis sesenggukan.


"Saat aku beranjak ke peraduan tidur, aku mengingatmu yang selalu tidur di sampingku. Aku tidak bisa tidur nyenyak setiap malam, karena merasa kehilanganmu. Saat terbangun di pagi hari, kilasan bayangan, saat kau beraktivitas di kamar kita melintas di mataku. Aku terus memikirkan mu, selama kau tidak ada di sampingku dan putra kita" lirih Greyson sesenggukan.


Hiks hiks hiks


"A--pa kau tahu.... Aku merasa sangat kehilanganmu beberapa tahun ini. Aku juga tidak pernah lelah menantimu kembali. Aku tetap setia mencintaimu dan menjaga cintamu di hatiku. Aku tidak pernah lelah berharap, jika Tuhan pasti akan mempertemukan kita kembali. Aku merindukanmu..... sungguh aku sangat merindukanmu...."


Greyson memperdalam pelukannya, dia mengecup pucuk kepala Stevi berulangkali. Dia bahagia istrinya kembali pulang ke pelukannya.


Sementara Stevi merasa tersentuh mendengar ungkapan suaminya. Dan rasa bersalah tetap menghimpit sanubarinya. Andaikan dia tidak amnesia, mungkin keluarga mereka akan hidup bahagia, dari beberapa tahun lalu. Tapi Tuhan belum menghendakinya, mereka di beri ujian hidup untuk memperkuat cinta mereka. Satu hal yang mereka dapatkan dari perpisahan itu, jika ujian dan waktu benar-benar sudah mendewasakan mereka.


...***Bersambung***...