
Keesokan harinya tepatnya pukul 5 pagi
Stevi merasakan sebuah sentuhan hangat di kulitnya. Perlahan Stevi membuka kedua bola matanya, Stevi melihat wajah Greyson terlihat pucat dan keringat membasahi dahinya.
Stevi langsung memeriksa suhu tubuh Greyson "Panas" gumamnya lalu mengalihkan pandangannya ke arah tangan Greyson yang terbungkus perban.
Dengan perlahan Stevi melangkah ke arah ruangan kesehatan mencari obat yang bisa dia gunakan untuk menurunkan suhu tubuh Greyson. Stevi menemukan beberapa obat dan beberapa plester kompres.
Stevi lalu meletakkan plester kompres di atas dahi Greyson, Dengan lembut dia merapikan rambut memanjang Greyson ke belakang "Bagaimana mau keluar kamar, aksesnya hanya dia yang tahu?" gumamnya pelan sembari memandang wajah Greyson.
Greyson yang merasa di tatap oleh seseorang, Greyson lalu membuka kedua kelopak matanya. Greyson memandang bingung ke arah Stevi yang duduk di sampingnya sembari menatapnya "Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanyanya dengan suara serak
"Aku ingin keluar dari ruangan ini, namun untuk akses keluar masuk ruangan, aku tidak memilikinya" ujarnya dengan wajah serius
"Apa kau ingin pergi?" lirihnya pelan
Stevi yang melihat sikap Greyson seperti itu merasa aneh. "Apa pria ini memiliki kepribadian ganda?" tanyanya dalam hati
"Aku hanya ingin ke dapur" ujarnya menatap aneh Greyson
"Ooo, dapur ada di sebelah ruangan GYM" ujar Greyson sembari memegang dahinya seperti ada sesuatu yang menempel disana "Apa dia yang melakukannya? Dia terlihat perhatian juga" lirihnya menyentuh lama plester kompres di dahinya, lalu Greyson kembali memejamkan matanya.
Dia merasa sakit di seluruh tubuhnya "Apa karena dia sekarang muncul lagi? Atau karena dia ingin keluar dari tubuhku?" gumamnya dalam hati
#
#
Stevi kemudian berlalu melangkah menuju dapur. Stevi tidak menyangka bila kamar Greyson sudah di lengkapi dengan fasilitas lengkap tanpa harus turun ke bawah lagi.
Stevi membuatkan sarapan untuk dirinya sendiri dulu, karena bagaimanapun dia harus banyak makan makanan yang sehat dan bergizi untuk memperbanyak hasil ASI untuk putranya. Khusus untuk Greyson, Stevi memasak semangkuk bubur ayam dan air putih hangat.
#
#
Stevi melangkah ke arah tempat tidur sembari membawa semangkuk bubur dan segelas air hangat diatas napan. Stevi lalu meletakkan napan yang dia bawa tadi diatas nakas di samping kasur "Grey makanlah bubur ini, kemudian minumlah obat penurun demam!" ujar Stevi membangunkan Greyson
"Ayolah Grey sebentar lagi Steven akan bangun!" serunya menarik tangan Greyson
Greyson yang mendengar ucapan Stevi, langsung terbangun dari tidurnya. Greyson lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kasur.
"Suapin" ujar Greyson manja membuka mulutnya sembari memandang ke arah mangkuk yang ada di tangan Stevi
Lagi-lagi Stevi merasa aneh dengan sikap manja Greyson, Greyson yang dia kenal tidak memiliki sifat seperti pria di depannya ini.
"Baiklah" ujar Stevi mengarahkan sendok berwarna emas itu ke mulut Greyson. Greyson menerima suapan Stevi dengan cepat. Hanya keheningan yang menemani mereka hingga bubur di mangkuk itu tandas tak tersisa.
Stevi kemudian menyerahkan Paracetamol dan Vitamin ke telapak tangan Greyson "Minumlah dengan air hangat ini" ujarnya mengarahkan air hangat ke arah Greyson. Setelah selesai mengurus Greyson, Stevi membersihkan piring kotor bekas bubur tadi. Ketika berniat melangkah ke arah dapur, Greyson berkata lirih "Terima kasih" gumam Greyson pelan memandang Stevi dengan mata berkaca-kaca.
Stevi menghiraukan ucapan Greyson, entah kenapa hanya kekosongan yang dia rasakan ketika mendengar ucapan Greyson.
...***Bersambung***...
...Hari ini Senin loh guys 😁Jangan pelit kasih vote 🌷🌷🌷kek atau Like, Komen...
...Biar Author semangat Updatenya...
...😁✌️🤭...