
Satu Tahun pun berlalu
Stevi semakin hari semakin mencintai Greyson, dia tidak lagi membatasi perilakunya di depan suaminya. Putranya juga sudah bisa merangkak dan merespon ucapan orang-orang di sekitarnya. Putranya juga mulai ingin tahu tentang segala sesuatu yang dilihatnya. Namun yang membuatnya penasaran adalah entah kenapa tatapan putranya selalu terfokus kearah ruangan yang belum pernah Stevi masuki sebelumnya. Greyson pernah berkata kalau ruangan itu merupakan tempat penyimpanan khusus untuk senjata dan teknologi Klan King.
"Pa...pa brebrem" ucap Steven sembari mengeluarkan air liur dari mulutnya, tanpa lupa menggeleng-gelengkan kepalanya menatap tajam ke arah jendela.
"Papa? Ma..ma" ujar Stevi sembari memutar kepala Steven sehingga berhadapan dengannya
"Ma..?" tawanya
"Apa kamu hanya sayang dengan Daddy?" ujar Stevi cemberut menatap Steven, Steven hanya tertawa melihat ekspresi lucu Mommy nya.
#
#
Akhir-akhir ini Greyson sangat sibuk di Lab penelitiannya. Dia jadi jarang menghabiskan waktunya bersama keluarganya. Dia juga melarang Stevi dan putranya melihat dunia luar tanpa bersamanya. Dia tahu apa yang dia lakukan akan membuat Stevi merasa terkekang, namun itu semua dia lakukan untuk keselamatan mereka.
Setahun yang lalu
Tanpa sengaja Greyson tergelincir disebuah batu besar di dalam gua. Greyson terkejut melihat setetes darah yang mengalir dari sikunya menetes di atas jejak telapak kaki hewan yang pernah anggotanya lihat. Jejak kaki itu bersinar terang ketika darah itu menetes diatasnya, "Apa hanya tetesan darah yang bisa membuka gerbang itu" gumamnya melangkah ke dalam sebuah gerbang besar
Di dalam gerbang itu terdapat lemari-lemari besar berjejeran membetuk huruf Z berisikan buku-buku tua dan usang. Greyson membaca setiap cover judul dari buku-buku yang ada di lemari itu. Tatapannya terpaku pada sebuah buku tua dan usang yang sedikit terbakar. Melihat buku itu membuat ekspresinya berbinar bahagia.
"Akhirnya aku menemukanmu" gumamnya sembari menepuk-nepuk debu yang ada di cover buku usang itu.
#
#
Di Lab penelitian
"Ketua.. lihat Red Diamond nya bersinar" seru Tom mengarahkan jari telunjuknya ke arah Red Diamond
"Apa ada yang berniat mencobanya?" tanya Greyson meneliti semua ilmuwan yang sudah bekerja keras
"Panggil Dean" ujar Greyson kepada salah satu anak buahnya yang sedang berjaga di pintu masuk lab penelitian.
"Ada apa Ketua?" tanya Dean gugup melihat tatapan tak biasa yang terpancar di wajah Greyson
"Apa kau mau mencoba mesin ini?" tanyanya menyembunyikan senyum semirik-nya
"Apa yang bisa dilakukan mesin ini Ketua?" tanyanya penasaran melihat red diamond di tengah mesin itu terlihat mengambang.
"Apa saja bisa kau minta, Apa yang ingin kau minta?" tanya Greyson bersemirik
"Saya mau liburan di Hawaii melihat gadis-gadis seksi" ujarnya berpikir mesum
Sementara seorang wanita yang mendengar ucapan Dean hanya menampilkan wajah malas "Cih cabul" gumamnya dalam hati
"Berdirilah di tengah mesin itu" ujar Greyson sembari melipat kedua tangannya di dada
Dean yang memang selalu percaya dengan ucapan Greyson langsung saja melangkah ke tengah mesin itu. Para ilmuwan yang melihat Dean melangkah ke tengah mesin waktu itu, tidak bisa untuk tidak tertawa.
"Bodoh" gumam doktor muda itu lagi menatap punggung gagah Dean
"Apa kau yakin dengan keputusanmu untuk mencobanya?" tanya Greyson ulang untuk memastikan jawaban Dean
...****Bersambung****...