
Sementara dari lorong sebelah kanan seorang perawat melangkah menuju ruangan UGD.
Cklek
Perawat itu masuk ke dalam ruangan Sherin lalu melangkah mendekati ranjang rawat. Ia mengambil sedikit darah dari lengan Sherin. Namun tak beberapa lama, perawat itu mendengar suara rintihan Sherin.
"Arg!!!" ringis Sherin. Ia merasa perutnya cukup nyeri dan panas.
"Apa anda baik-baik saja Nona?" tanya perawat yang memeriksa keadaan Sherin. Ia lalu menekan tombol gawat darurat.
"Suster perut saya sangat nyeri...." lirih Sherin. Wajahnya terlihat semakin pucat dari sebelumnya.
"Tunggu sebentar Nona. Saya sudah memanggilkan dokter. " ujar perawat itu.
#
#
Stevenson merasa aneh melihat dua dokter dan beberapa perawat berlari menuju ruangan UGD. Dan pria itu semakin terkejut melihat dokter dan perawat itu masuk ke dalam ruangan istrinya.
Bukankah tadi dokter mengatakan jika pendarahan Istrinya sudah berhenti pikirnya.
Dengan cepat Stevenson berdiri dari kursi lalu melangkah menuju ruangan UGD untuk memastikan keadaan Istrinya.
30 menit kemudian seorang dokter muda keluar dari ruangan UGD.
"Tuan sepertinya kami tidak bisa menyelamatkan bayi Anda. Kami tidak lagi mendengar detak jantung bayi Anda."
"Kami akan melakukan kuret untuk mengeluarkan bayinya." sambung dokter muda itu.
"Tolong tanda tangan dokumen persetujuan ini." ujar dokter itu menyerahkan selembar kertas kepada Stevenson.
Stevenson terdiam lama mendengar perkataan dokter itu. Ia merasa jantungnya berhenti berdetak mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut dokter itu. Ia merasa gagal menjadi seorang suami sekaligus calon ayah untuk bayinya. Tetesan air mata mengalir di kedua pipinya. Ia menatap lama dokumen itu lalu menandatanganinya.
Ia lalu pergi dari sana menenangkan hati dan pikirannya.
#
#
Subuh pukul 5 pagi Stevenson kembali ke rumah sakit membawa parsel buah kesukaan Istrinya. Namun obrolan seorang dokter dan seorang perawat menghentikan langkahnya.
"Bagaimana hasil tes darah pasien?" tanya dokter itu.
"Kandungan misprostol...." gumam dokter itu.
"Panggilkan suami pasien ke ruangan saya." sambung dokter paruh baya kepada perawat itu. Dokter itu lalu melangkah menuju ruangannya.
Tok tok tok
Tak beberapa lama suara ketukan pintu terdengar di pendengarannya.
"Silahkan masuk." sahut dokter itu.
Stevenson masuk ke dalam ruangan dokter dengan aura dingin.
"Silahkan duduk Tuan." ujar dokter itu.
"Sebenarnya.... Tujuan saya memanggil Anda kemari mau memberitahukan kondisi terkini istri Anda. Namun sebelum itu saya ingin memastikan sesuatu. Apa istri Anda memiliki penyakit seperti tukak lambung selama kehamilannya?" tanya dokter itu serius.
"Tidak dokter. Istri saya hanya mengalami anemia selama kehamilannya." sahut Stevenson. Ia menyeritkan keningnya melihat ekspresi wajah dokter yang menangani istrinya.
"Dari hasil tes darah yang kami lakukan. Hasil ini menjelaskan terdapat kandungan misprostol dalam darah Istri Anda." ujar dokter itu.
Lagi-lagi Stevenson menyeritkan keningnya mendengar perkataan dokter di depannya.
#
#
Stevenson keluar dari ruangan dokter menahan amarahnya. Emosinya sudah tidak terbendung lagi. Ia ingin melampiaskan rasa amarahnya sekarang juga.
"Misoprostol merupakan salah satu obat yang biasa digunakan untuk mencegah terjadinya tukak lambung. Obat ini bekerja untuk mengurangi produksi asam lambung. Sehingga mengurangi risiko terbentuknya luka atau tukak pada lambung." ujar dokter itu.
"Obat ini menimbulkan efek samping seperti mual, diare, kram perut, perut kembung, buang angin berlebihan, rasa panas dan terbakar di dada, nyeri perut, dan perdarahan. Obat ini sangat tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Kecuali...." ujar dokter itu menghentikan perkataannya.
"Kecuali istri Anda berniat melakukan aborsi atau menggugurkan kandungannya." sambung dokter itu menghembuskan napasnya.
Kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut dokter itu membuat aliran darah Stevenson semakin mendidih.
......***Bersambung***......
...Author Udah Crazy Up sampai lebih dari 2600 kata. Dukung Terus Karya Author Dengan Like, Komen dan Vote....