
"Bolehkah aku mengambil foto mereka berdua?" tanya Silvia mengalihkan pandangan Stevi. Ia sedikit gugup melihat tatapan intens Stevi yang mengarah ke arahnya.
"Boleh...." singkat Stevi memandang hangat kedua anaknya. Entah mengapa Stevi langsung menganggukkan kepalanya dan mengijinkan Silvia mengambil gambar putra-putrinya.
Tanpa Stevi sadari, jika Silvia langsung mengirimkan gambar itu ke salah satu kontak yang terdaftar di kontak WhatsApp-nya.
#
#
Ting
Sementara di suatu tempat seseorang yang menerima pesan itu, langsung melanjutkan pesan itu ke nomor Greyson dengan menggunakan nomor asing.
***Flashback off****
Stevi menatap heran dengan wajah termenung suaminya.
"Apa ceritaku mengganggu pikiranmu?" tanya Stevi menatap suaminya intens.
"Tidak. Hanya saja 6 tahun lalu, kemungkinan saat usia putra-putri kita masih balita sekitaran berumur 2 tahun ke atas. Aku menerima sebuah pesan dari nomor asing." ujar Greyson. Ia menatap serius ke arah istrinya. "Dan pesan itu berisikan sebuah foto sepasang anak kembar dan beberapa kalimat keterangan di bawahnya." sambung Greyson
"Bolehkah Alexa melihat nomornya Dad?" tanya Alexa. Ia cukup penasaran dengan ucapan Daddy-nya.
"Tunggu sebentar. Daddy akan mencari ponsel lama di laci nakas." ucap Greyson. Ia melepaskan dekapannya dari putrinya, lalu beranjak dari atas tempat tidur.
#
#
Tak beberapa lama, Greyson kembali dengan ponsel di genggamnya. Istri dan putra-putrinya secara bergantian melihat isi pesan dan nomor yang tertera di WhatsApp Daddy-nya.
✉️ 08789999xxxx
"ITS YOUR BABY!"
#
#
Sementara Greyson menatap bingung dengan permintaan putrinya. Namun kakinya tetap melangkah menuju ruangan khusus yang ada di kamarnya.
Tak beberapa lama Greyson kembali dengan membawa laptop di tangannya.
"Untuk apa laptop itu sayang?" tanya Stevi penasaran.
"Kalian pasti akan lihat apa yang Alexa lakukan." ujarnya sembari meletakkan laptop di atas pangkuannya.
Alexa dengan lincah mengutak-atik laptop yang diberikan Greyson. Semua orang yang berada di kamar merasa takjub dengan gerakan tangan Alexa yang bergerak cepat.
Mereka mengamati informasi yang tertulis di layar laptop Greyson. Stevi hanya melongo melihat informasi yang tertera di layar laptop suaminya. Dia benar-benar terkejut dengan data yang di dapatkan putrinya.
"Alamat IP nya menunjuk jika lokasi pengirim pesan ini ada di Indonesia." cetus Alexa sembari meneliti informasi yang tertulis di layar laptop.
"Benarkah?"tanya Greyson. Ia cukup terkejut dengan keahlian tersembunyi putrinya.
"Iya, Dad." ujar Alexa menutup laptopnya.
"Kemungkinan itu kakak ipar yang mengirimnya kepada detektif swasta yang selama ini mencari keberadaan ku." ujar Stevi. Ia mengingat jika foto itu diambil oleh kakaknya Silvia. Karena pakaian dan posisi balita yang ada di foto itu sama persis dengan posisi saat kakaknya Silvia mengabadikan gambar putra-putrinya.
"Berarti selama ini, mereka mengetahui keberadaan kalian? tapi mereka hanya diam?" kesal Greyson. Selama 6 tahun ini Ia mencari tahu tentang kebenaran foto itu tapi hasilnya tetap tidak Ia temukan.
"Kemungkinan." cetus Stevi menatap wajah kesal suaminya.
"Pantesan selama 6 tahun ini keluarga Lorens dan Thomson terlihat baik-baik saja. Tanpa ada raut kesedihan lagi di wajah mereka. Berarti disini hanya keluarga Douglas yang tidak tahu apa-apa." gumam Greyson pelan namun gumamnya masih di dengar yang lain.
"Mungkin mereka punya alasan melakukannya." ucap Stevi menatap suaminya dengan hangat.
...***Bersambung***...